<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895</id><updated>2011-11-27T16:07:05.992-08:00</updated><category term='Artikel'/><category term='History'/><category term='Tips'/><category term='Tutorial'/><category term='Driver'/><category term='Askep'/><category term='Makalah Ekonomi'/><title type='text'>Ido Tobing</title><subtitle type='html'>Just For Sharing</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://idotobing.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-978123497493382674</id><published>2009-05-12T19:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T19:40:59.942-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KONSEP-KONSEP DASAR KOMUNIKASI</title><content type='html'>Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam konunikasi. &lt;br /&gt; Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi organisasi dapat macet dan berantakan. Misalnya bila dalan suatu sekolah kepala sekolah tidak memberi informasi kepada guru-guru mengenai kapan sekolah dimulai sesudah libur semester dan apa bidang studi yang harus diajarkan oleh masing-masing guru, maka besar kemungkinannya guru tidak dating mengajar. Skibatnya, murid-murid tidak belajar. Hal ini menjadikan sekolah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dari contoh itu kelihatan, bahwa dengan kelupaan memberi informasi saja sudah memberikan efek yang lebih besar bagi sekolah. Karena pentingnya komunikasi dalam organisasi maka perlu menjadi perhatian pengelola agar dapat membantu dalam pelaksanaan tugasnya. &lt;br /&gt;Komunikasi yang efektif adalah penting bagi semua organisasi. Oleh karena itu, para pemimpin organisasi dan para komunikator dalam organisasi perlu memahami dan menyempurnakan kemampuan komunikasi mereka (Kohler 1981). Untuk memahami komunikasi ini dengan mudah, perlu terlebih dahulu mengetahui konsep-konsep dasar komunikasi. Karena itu, pada bab 1 ini disajikan dahulu konsep-konsep dasar komunikasi seperti definisi komunikasi, model komunikasi, komponen dasar komunikasi dan prinsip-prinsip komunikasi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;A. DEFINISI KOMUNIKASI &lt;br /&gt; Bermacam-macam definisi komunikasi yang dikemukakan orang untukk memberikan batasan terhadap apa yang dimaksud dengan komunikasi, sesuai dari sudut mana mereka memandangnya. Tentu saja masing-masing definisi tersebut ada benarnya dan tidak salah karena disesuaikan dengan bidang dan tujuan mereka masing-masing. Berikut ini disajikan beberapa dari definisi tersebut untuk melihat keanekaragaman yang berguna untuk menarik pengertian yang umum dari komunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Definisi Hovland, Janis dan Kelley &lt;br /&gt; Hovland, Janis dan Kalley seperti yang dikemukakan oleh Forsdale (1981) adalah sosiologi Amerika, mengatakan bahwa, “communication is the process by which an individual transmits stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals”. Dengan kata-kata lain komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini, mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses, bukan sebagai suatu hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Definisi Forsdale &lt;br /&gt; Menurut Louis Forsdale (1981), ahli komunikasi dan pendidikan, “communication is the process by which a system is estabilished, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu system dapat didirikan, dipelihara dan diubah. Pada definisi ini komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses. Kata signal maksudnya adalah signal yang berupa verbal dan nonverbal yang mempunyai aturan tertentu. Dengan adanya aturan ini menjadikan orang yang menerima signal yang telah mengetahui aturannya akan dapat memahami maksud dari signal yang diterimanya. Misalnya setiap bahasa mempunyai aturan tertentu baik bahasa lisan, bahasa tulisan maupun bahasa isyarat. Bila orang yang mengirim signal menggunakan bahasa yang sama dengan orang yang menerima, maka si penerima akan dapat memahami maksud dari aignal tersebut, tetapi kalau tidak mungkin dia tidak dapat memahami maksudnya. &lt;br /&gt; Selanjutnya Forsdale mengatakan, bahwa pemberian signal dalam komunikasi dapat dilakukan dengan maksud tertentu atau denganm disadari dan dapat juga terjaditanpa disadari. Kalau kita bandingkan dengan definisi pertama, definisi Forsdale ini kelihatannya lebih umum dari definisi pertama yang mengatakan komunikasi hanya terjadi dengan penuh kesadaran sedangkan pada Forsdale dapat dalam kondisi sadar dan tidak sadar. Begitu juga dalam ruang lingkupnya, kalau definisi pertama lebih menekankan komunikasi hanya di antara manusia, sedangkan pada definisi kedua komunikasi baik di antara manusia maupun komunikasi dalam system kehidupan binatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Definisi Brent D. Rubben &lt;br /&gt; Brent D. Rubben memberikan definisi mengenai komunikasi manusia yang lebih komprehensif sebagai berikut : Komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan, mengirimkan, dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain. &lt;br /&gt; Pada definisi inipun komunikasi juga dikatakan sebagai suatu proses yaitu suatu aktivitas yang mempunyai beberapa tahap yang terpisah satu sama lain tetapi berhubungan. Misalnya kalau kita ingin berpidato di depan umum, sebelum berpidato tersebut kita telah melakukan serentetan sub-aktivitas seperti membuat perencanaan, menentukan tema pidato, mengumpulkan bahan, melatih diri di rumah, baru kemudian tampil berpidato di depan umum. &lt;br /&gt; Bila diperhatikan lebih lanjut definisi Ruben ini, kelihatan bahwa Ruben memakai istilah yang berbeda dengan dua definisi sebelumnya yang memakai istilah stimulus dan signal. Ruben menggunakan istilah informasi untuk maksud itu, yang diartikannya sebagai kumpulan data, pesan (message), susunan isyarat dalam cara tertentu yang mempunyai arti atau berguna bagi system tertentu. Pengertian informasi di sini tidak hanya bersifat fakta tetapi juga bersifat fiksi, humor atau bujukan, dan apa saja. &lt;br /&gt; Istilah menciptakan informasi yang dimaksudkan Ruben di sini aalah tindakan menyandingkan (encoding) pesan yang berarti, kumpulan data tau suatu set isyarat. Sedangkan istilah mengirimkan informasi maksudnya adalah proses dengan mana pesan dipindahkan dari si pengirim kepada orang lain atau dari satu tempat ke tempat lain. Pesan dikirim melalui bahasa baik bahasa verbal maupun bahasa non verbal. &lt;br /&gt; Istilah pemakaian informasi menunujuk kepada peranan informasi dalam mempengaruhi tingkah laku manusia baik secara individual, kelompok, maupun masyarakat. Jadi jelas bahwa tujuan komunikasi menurut Ruben ini adalah untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Definisi William J. Seller &lt;br /&gt; Seiler (1998) memberikan definisi komunikasi lebih bersifat universal. Dia mengatakan komunikasi adalah proses dengan mana symbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima, dan diberi arti. &lt;br /&gt; Kelihatannya dari definisi ini proses komunikasi sangat sederhana, yaitu mengirim dan menerima pesan, tetapi sesungguhnya  komunikasi adalah suatu fenomena yang kompleks yang sulit dipahami tanpa mengetahui prinsip dan komponen yang penting dari komunikasi tersebut. &lt;br /&gt; Dari keempat definisi yang diungkap[kan di atas jela, bahwa pada hakekatnya komunikasi merupakan proses tetapi proses mengenai apa belumlah ada kesepakatan. Ada yang mengatakan proses pengiriman stimulus, ada yang mengatakan pemberian signal dan ada pula yang mengatakan pengiriman informasi dan symbol tetapi menurut penafsiran penulis semua istilah itu cenderung untuk menyatakan maksud yang sama yaitu pengiriman pesan yang akan diinterpretasikan oleh si penerima pesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Definisi yang Dipakai Dalam Buku Ini&lt;br /&gt; Berdasarkan prinsip umum dari definisi di atas dan berdasarkan bahwa pengertian komunikasi ini akan digunakan untuk memahami komunikasi organisasi, maka penulis berusaha menyusun definisi sendiri sebagai berikut : komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku. &lt;br /&gt; Si pengirim pesan dapat berupa seorang individu, kelompok atau organisasi. Begitu juga halnya dengan si penerima pesan dapat berupa seorang anggota organisasi, seorang kepala bagian,pimpinan, kelompok orang dalam organisasi, atau organisasi secara keseluruhan. &lt;br /&gt; Istilah proses maksudnya bahwa komunikasi itu berlangsung melalui trahap-tahap tertentu secara terus menerus, berubah-ubah, dan tidak ada henti-hentinya. Proses komunikasi merupakan proses yang timbale balik karena antara si pengirim dan si penerima saling mempengaruhi satu sama lain. &lt;br /&gt; Perubahan tingkah laku maksudnya dalam pengertian yang luas yaitu perubahan yang terjadi di dalam diri individu mungkin dalam aspek kognitif, afektif atau psikomotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. MODEL KOMUNIKASI &lt;br /&gt; Yang dimaksudkan dengan model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komikasi dengan komponen lainnya. Penyajian model dalam bagian ini dimaksudkan untuk mempermudah memahami proses komunikasi dan melihat komponen dasar yang perlu ada dalam suatu komunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Model Lasswell &lt;br /&gt; Salah satu model komunikasi yang tua tetapi masih digunakan orang untuk tujuan tertentu adalah model komunikasi yang dokemukakan oleh Harold Lasswell (Forsdale 1981), seorang ahli ilmu politik dari Yale University. Dia menggunakan ilmu pertanyaan yang perlu ditanyakan dan dijawab dalam proses komunikasi, yaitu who (siapa), says what (mengatakan apa), in which medium atau dalam media apa, to whom atau kepada siapa, dan dengan what effect atau apa efeknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Model Shannon &lt;br /&gt; Model komunikasi lain yang banyak digunakan adalah model komunikasi dari Claude Shannon atau lebih terkenal dengan model Shannon Wever. Model ini berbeda dengan model Lasswell mengenai istilah yang digunakan bagi masing-masing komponen. &lt;br /&gt;a. Sumber Informasi (Information Source) &lt;br /&gt;Dalam komunikasi manusia yang menjadi sumber informasi adalah otak. Pada otak ini terdapat kemungkinan message/pesan yang tidak terbatas jumlahnya. Tugas utama dari otak adalah menghasilkan suatu pesan atau suatu set kecil pesan dari berjuta-juta pesan yang ada. Seringkali dalam kehidupan sehari-hari pesan itu merupakan tugas yang sederhana bagi otak seperti bila kita berjumpa dengan teman mengucapkan selamat pagi, selamat sore, mau ke mana dan sebagainya. Tetapi dalam keadaan pesan yang kompleks menghendaki otak untuk lwbih memikirkan dan mempertimbangkan pesan yang akan dikirimkan seperti menerangkan sesuatu pemacahan masalah kepada orang lain. Dalam setiap kejadian, otak harus memilih pesan yang tepat atau cocok dengan situasi. Proses pemilihan ini seringkali merupakan perbuatan yang tidak disadari manusia. &lt;br /&gt;b. Transmitter &lt;br /&gt;Langkah kedua dari model Shannon adalah  memilih transmitter. Pemilihan transmitter ini tergantung pada jenis komunikasi yang digunakan. Kita dapat membedakan dua macam komunikasi yaitu komunikasi tatap muka dan komunikasi menggunakan mesin.  &lt;br /&gt; Pada komunikasi tatapmuka yang menjadi transmitternya adalah alat-alat pembentuk suara dan dihubungkan dengan otot-otot serta organ tubuh lainnya yang terlibat dalam penggunaan bahasa nonverbal. Sedangkan pada komunikasi yang menggunakan mesin-mesin alat-alat komunikasi yang berfungsi sebagai transmitter adalah alat itu sendiri seperti telepon, radio, televise, foto dan film. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Penyandian (Enconding) Pesan &lt;br /&gt;Penyandian (enconding) pesan doperlukan untuk mengubah ide dalam otak ke dalam suat sandi yang cocok dengan transmitter. Dalam komunikasi tatap muka signal yang cocok dengan alat-alat suara adalah berbicara. Signal yang cocok dengan otot-otot tubuh dan indera adalah anggukan kepala, sentuhan dan kontak mata. &lt;br /&gt; Pada komunikasi yang menggunakan mesin, dimana alat-alat yang digunakan sebagai perluasan dari indera, penyandian pesan juga bberasal dari tubuh tetapi diperluas melalui jarak jauh dengan transmitter. Misalnya radio adalah perluasan dari suara manusia, televisi perluasan dari mata dan begitu juga dengan alat komunikasi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Penerima dan Decoding &lt;br /&gt;Istilah Shannon mengenai penerima dan decoding atau penginterpretasian pesan seperti berlawanan dengan istilah penyandian pesan. Pada komunikasi tatap muka kemungkinan transmitter menyandikan pesan dengan menggunakan alat-alat suara dan otot-otot tubuh. Penerimaan dalam hal ini adalah alat-alat tubuh yang sederhana yang sanggup mengamati signal. Misalnya telinga menerima dan menguraikan sandi pembicaraan, mata menerima dan menguraikan sandi gerakan badan dan kepala, kilatan mata dan signal lainnya yang dapat dilihat mata. Jelaslah jika seorang individu pada komunikasi tatap muka kekurangan satu atau lebih organ tubuh maka penerimaan pesan akan menjadi macet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tujuan (Destination) &lt;br /&gt;Komponen terakhir dari Shannon adalah destination (tujuan) yang dimaksud oleh si komunikator. Destination ini adalah otak manusia yang menerima pesan yang berisi bermacam-macam hal, ingatan atau pemikiran mengenai kemungkinan dari arti pesan. Penerima pesan telah menerima signal mungkin melalui pendengaran, penglihatan,penciuman dan sebagainya kemudian signal itu diuraikan dan diinterpretasikan dalam otak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Sumber Gangguan (Noise) &lt;br /&gt;Dalam model komunikasi Shannon ini terlihat adanya factor sumber gangguan pada waktu memindahkan signal dari transmitter kepada si penerima. Misalnya pada waktu anda berbicara dengan teman di jalan kedengaran suara mobil lewat, anak-anak berteriak, yang semuanya itu mengganggu pembicaraan anda sesaat dan gangguan itu dinamakan noise. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. KOMPONEN DASAR KOMUNIKASI &lt;br /&gt; Dari bermacam-macam model komunikasi yang telah dikemukakan di atas kelihatan bahwa ada bermacam-macam komponen atau elemen dalam proses komunikasi. Kadang-kadang untuk komponen yang sama digunakan istilah yang berbeda seperti halnya ada yang menggunakan istilah informasi dan pesan untuk menyatakan komponen pesan yang dikirimkan dan begitu juga ada yang memakai istilah sender dan source untuk menyatakan orang yang mengirimkan pesan. Walaupun demikian dapat disimpulkan mana diantara bermacam-macam komponen itu yang merupakan komponen dasar komunikasi. Dalam hal ini ada empat komponen yang cenderung sama yaitu : orang yangmengirimkan pesan, pesan yang akan dikirimkan, saluran atau jalan yang dilalui pesan dari si pengirim kepada si penerima, dan si penerima pesan. Karena komunikasi merupakan proses dua arah atau timbal balik maka komponen balikan perlu ada dalam proses komunikasi. Dengan demikian, komponen dasar komunikasi ada lima, yaitu : pengirim pesan, pesan, saluran, penerima pesan dan balikan. Masing-masing komponen tersebut akan dijelaskan kembali secara ringkas. &lt;br /&gt;1. Pengirim Pesan &lt;br /&gt;Pengirim pesan adalah individu atau orang yang mengirim pesan. Pesan atau informasi yang akan dikirimkan berasal dari otak si pengirim pesan. Oleh sebab itu sebelum pengirim mengirimkan pesan, si pengirim harus menciptakan dulu pesan yang akan dikirimkannya. Menciptakan pesan adalah menentukan arti apa yang akan dikirimkan kemudian menyandikan/encode arti tersebut ke dalam suatu pesan. Sesudah itu baru dikirim melalui saluran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pesan &lt;br /&gt;Pesan adalah informasi yang akan dikirimkan kepada si penerima. Pesan ini dapat berupa verbal maupun nonverbal. Pesan secara verbal dapat secara tertulis seperti surat, buku, majalah, memo, sedangkan pesan yang secara lisan dapat berupa percakapan tatap muka, percakapan melalui telepon, radio dan sebagainya. Pesan yang nonverbal dapat berupa isyarat gerakan badan, ekspresi muka, dan nada suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saluran &lt;br /&gt;Saluran adalah jalan yang dilalui pesan dari si pengirim dengan si penerima. Channel yang biasa dalam komunikasi adalah gelombang cahaya dan suara yang dapat kita lihat dan dengar. Akan tetapi alat dengan apa cahaya atau suara itu berpindah mungkin berbeda-beda. Misalnya bila dua orang berbicara tatap muka gelombang suara dan cahaya di udara berfungsi sebagai saluran. Tetapi jika pembicaraan itu melalui surat yang dikirimkan, maka gelombang cahaya sebagai saluran yang memungkinkan kita dapat melihat huruf pada surat tersebut. Kertas dan tulisan itu sendiri adalah sebagai alat untuk menyampaikan pesan. Kita dapat menggunakan bermacam-macam alat untuk menyampaikan pesan seperti buku, radio, film, televisi, surat kabar tetapi saluran pokoknya adalah gelombang suara dan cahaya. Di samping itu kita juga dapat menerima pesan melalui lat indera penciuman, alat pengecap dan peraba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penerima Pesan &lt;br /&gt;Penerima pesan adalah yang menganalisis dan menginterpretasikan isi pesan yang diterimanya. Tugas dari si penerima sudah dijelaskan sebelumnya pada bagian B. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Balikan &lt;br /&gt;Balikan adalah respons terhadap suatu pesan yang diterima yang dikirimkan kepada si pengirim pesan. Dengan diberikannya reaksi ini kepada si pengirim, pengirim akan dapat mengetahui apakah pesan yang dikirimkan tersebut diinterpretasikan sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirim. Bila arti pesan yang dimaksudkan oleh si pengirim diinterpretasikan sama oleh si penerima berarti komunikasi tersebut efektif. &lt;br /&gt; Seringkali respons yang diberikan tidak seperti yang diharapkan oleh si pengirim karena si penerima pesan kurang tepat dalam menginterpretasikan pesan. Hal ini disebabkan oleh adanya factor-faktor dalam diri si penerima yang mempengaruhi dalam pemberian arti pesan seperti telah disebutkan dalam model Berlo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PRINSIP KOMUNIKASI &lt;br /&gt; Untuk dapat memahami hakikat suatu komunikasi perlu diketahui prinsip dari komunikasi tersebut. Menurut Seiler (1988), ada empat prinsip dasar dalam kominikasi yaitu : suatu proses, suatui sistemik, interaksi dan transaksi, dimaksudkan atau tidak dimaksudkan. Masing-masing dasri prinsip ini akan dijelaskan berikut ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Komunikasi adalah Suatu Proses &lt;br /&gt;Komunikasi adalah suatu proses karena merupakan suatu seri kehidupan yang terus-menerus, yang tidak mempunyai permulaan atau akhir dan selalu berubah-ubah. Komunikasi juga bukanlah suatu barang yang dapat ditangkap dengan tangan untuk diteliti. Komunikasi menurut Seiler (1988) lebih merupakan   cuaca yang terjadi dari bermacam-macam variabel yang kompleks dan terus berubah. Kadang-kadang cuaca hangat, matahari bersinar, pada waktu yang lain cuaca dingin, berawan dan lembab. Keadaan cuaca mereflesikan satu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak ada pernah duplikatnya. &lt;br /&gt; Komunikasi jiga melibatkan suatu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak pernah ada duplikat dalam cara yang persis sama yaitu : saling berhubugan diantara orang, lingkungan, keterampilan, sikap, status, pengalaman, dan perasaan, semuanya menentukan komunikasi yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Misalnya : cobalah anda ingat hubungan yang baru terjadi dengan seseorang akhir-akhir ini. Bagaimana terjadinya hubungan itu ? Apakah secara kebetulan atau sengaja dipertemukan olek teman atau anda sendiri yang merencanakannya. Tidak ada dua hubungan yang terjadi dalam cara yang persis sama atau tidak ada komunikasi yang terjadi pengantara terjadinya hubungan itu yang persis sama. Beberapa hubungan hangat dan adakalanya dingin sama halnya dengan cuaca. &lt;br /&gt; Bila dilihat sepintas lalu suatu komunikasi mungkin tidak berarti, tetapi bila dipandang sebagai suatu proses, maka kepentingannya sangat besar. Misalnya : suatu komunikasi yang hanya terdiri dari satu perkataan akan dapat memperlihatkan suatu perubahan. Perubahan itu mungkin terjadi secara langsung atau tidak langsung, berarti atau tidak berarti,  tetapi semuany aitu terjadi sebagai hasil proses komunikasi. Contoh : seorsng pengawas sedang memperhatikan karyawannya mengerjakan sesuatu pekerjaan. Tiba-tiba pengwa tersebut mengucapkan kata salah, maka karyawan yang sedang bekerja tersebut menghentikan pekerjaanya dan mungkin bertanya dimana letak kesalahannya. Atau kalau karyawan tersebut tahu di mana letak kesalahannya dia dapat langsung memperbaiki pekerjaannya pada saat diawasi tersebut. &lt;br /&gt; Jadi, komunikasi tersebut di samping berubah-ubah juga dapat menimbulkan perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Komunikasi adalah Sistem &lt;br /&gt;Seperti telah dikatakan pada bagian C bahwa komunikasi terdiri dari beberapa komponen dan masing-masing komponen tersebut mempunyai tugasnya masing-masing. Tugas dari masing komonen itu berhubungan satu sama lain untuk menghasilkan suatu komunikasi. Misalnya pengirim mempunyai peranan untuk menentukan apa informasi atau arti apa yang akan dikomunikasikan. Setelah tahu apa arti atau informasi apa yang akan dikirimkan, informasi tersebut perlu diubah ke dalam kode atau sandi-sandi tertentu sesuai dengan aturannya sehingga berupa suatu pesan. Jadi komponen pesan ada kaitannya dengan komponen pengirim. Bila pengirim tidak benar menyandikan arti yang akan dikirim maka terjadilah pesan tersebut kurang tepat. Kurang tepatnya pesan yang dikirimkan akan mempengaruhi komponen penerima dalam menginterpretasikan isi pesan sehingga si penerima mungkin juga akan salah dalam menginterpretasikannya. Kaitan komponen pesan dengan saluran misalnya bila pesan disampaikan dengan lisan maka gelombang suara adalah sebagai saluran dan ini juga akan berkaitan dengan si penerima dalam mengikuti pesan yang harus menggunakan pendengarannya dalam menerima pesan tersebut. Begitulah, antara satu komponen dengan komponen yang  lain saling berkaitan dan bila terdapat gangguan pada satu komponen akan berpengaruh pada proses komunikasi secara keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komunikasi Bersifat Interaksi dan Transaksi &lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan istilah interaksi  adalah saling bertukar komunikasi. Misalnya seseorang berbicara kepada temannya mengenai sesuatu, kemudian temannya yang mendengar memberikan reaksi atau komentar terhadap apa yang sedang dibicarakannya itu. Begitu selanjutnya berlangsung secara teratur ibarat orang yang bermain lempar bola. Seorang melemparkan yang lainnya menagkap kemudian yang menangkap melemparkan kembali kepada si pelempar pertama. &lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi yang kita lakukan tidak seteratur itu prosesnya. Banyak dalam percakapan tatap muka kita terlibat dalam proses pengiriman pesan simultan tidak terpisah seperti contoh di atas. Dalam keadaan demikian komunikasi tersebut bersifat transaksi. Sambil menyandikan pesan kita juga menginterpretasikan pesan yang kita terima. Misalnya dalam situasi pengajaran di kelas antara guru dan murud seringkali memperlihatkan komunikasi nteraksi ini. Sambil guru menyampaikan informasi kepada murid atau sedang menjelaskan pengajran, muridpun menyampaikan pesan kepada guru dalam bermacam-macam bentuk. Jadi komunikasi yang terjadi antara manusia dapat berupa interaksi dan transaksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Komunikasi Dapat Terjadi Disengaja Maupun Tidak Disengaja &lt;br /&gt;Komunikasi yang disengaja terjadi apabila pesan yang mempunyai maksud tertentu dikirimkan kepada penerima yang dimaksudkan. Misalnya seorang pimpinan bermaksud mengadakan rapat dengan kepala-kepala bagiannya. Apabila pimpinan tersebut mengirimkan pesan yang berisi undangan rapat kepada kepala-kepala bagiannya, maka itu dinamakan komunikasi yang disengaja. Tetapi apabila pesan yang tidak sengaja dikirimkan atau tidak dimaksudkan untuk orang tertentu untuk menerimanya maka itu dinamakan komunikasi tidak disengaja. Misalnya sesearang memakai warna pakaian yang agak terang yang tidak mempunyai maksud untuk mengirimkan pesan tertentu, kadang-kadang diterima secara tidak sengaja sebagai pesan oleh orang lain, karena tanpa disadari orang lain melihat warna pakaian yang dipakainya. &lt;br /&gt;Komunikasi yang ideal terjadi apabila seseorang bermaksud mengirim pesan tertentu terhadap orang lain yang ia inginkan untuk menerimanya. Tetapi itu belumlah merupakan jaminan bahwa pesan itu akan efektif, karena tergantung pada faktore orang lain yang juga ikut berpengaruh kepada proses komunikasi. Kadang-kadang ada juga pesan yang sengaja dikirimkan kepada orang yang dimaksudkan tetapi sengaja tidak diterima oleh orang itu. Misalnya orang tua yang sengaja berbicara kepada anaknya tetapi anaknya tidak mau mendengarnya. &lt;br /&gt;Ada juga  situasi komunikasi yang tidak sengaja tetapi diterima oleh orang lain dengan sengaja. Misalnya : dalam situasi kelas yang heningtiba-tiba seorang murid berdiri maju ke depan mengambil kapur untuk mengisap tinta penanya. Gerakan murid yang tidak sengaja sebagai pesan itu diterima murid-murid lainnya sebagai pesan karena tiba-tiba temannya yang lain memprhatikan geraknya yang menimbulkan bermacam-macam interpretasi bagi mereka. Dari bermacam-macam contoh di atas jelaslah, bahwa komunikasi itu dapat terjadi disengaja maupun tidak dengan sengaja.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-978123497493382674?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/978123497493382674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/978123497493382674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/05/konsep-konsep-dasar-komunikasi.html' title='KONSEP-KONSEP DASAR KOMUNIKASI'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-2919183211241982490</id><published>2009-04-11T08:45:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T09:03:35.139-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Patologi</title><content type='html'>Definisi&lt;br /&gt;Peningkatan tekanan intracranial atau TIK (intracranial pressure, ICP) didefinisikan sebagai peningkatan tekanan dalam rongga kranialis.&lt;br /&gt;Proses&lt;br /&gt;Proses eksudasi akan menunjukkan hubungan perjalanan penyakit infeksi. Sementara proses transudasi akan menunjukkan adanya gangguan henodinamik®MDUL¯, yang penyebabnya bisa gangguan fungsi jantung, ginjal, dan kadar protein yang rendah. Pemeriksaan cairan pleura pasien meliputi kadar glukosa dan pemeriksaan LDH. Kandungan glukosa pasien 118, dan LDH 700. Selanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan kultur/sensitivity test dari UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Bandar Lampung menunjukkan tidak ada pertumbuhan kuman atau pasien dalam kondisi steril.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;Ruang intracranial ditempati oleh jaringan otak, darah, dan cairan serebrospinal. Setiap bagian menempati suatu volume tertentu yang menghasilkan suatu tekanan intracranial normal sebesar 50 sampai 200 mmH2O atau 4 sampai 15 mmHg. Dalam keadaan normal, tekanan intracranial dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari dan dapat meningkat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sementara waktu sampai tingkat yang jauh lebih tinggi dari pada normal. Beberapa aktivitas tersebut adalah pernapasan abdominal dalam, batuk, dan mengedan atau valsalva maneuver. Kenaikan sementara TIK tidak menimbulkan kesukaran, tetapi kenaikan tekanan yang menetap mengakibatkan rusaknya kehidupan jaringan otak.&lt;br /&gt;Ruang intracranial adalah suatu ruangan kaku yang terisi penuh sesuai kapasitasnya dengan unsure yang tidak dapat ditekan: otak (1400 g), cairan serebrospinal (sekitar 75 ml), dan darah (sekitar 75 ml). Peningkatan volume pada salah satu dari ketiga unsur utama ini mengakibatkan desakan ruang yang ditempati oleh unsure lainnya dan menaikan tekanan intracranial. Hipotesis Monro-Kellie memberikan suatu contoh konsep pemahaman peningkatan TIK. Teori ini menyatakan bahwa tulang tengkorak tidak dapat me&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;luas sehingga bila salah satu dari ketiga ruangannya meluas, dua ruang lainnya harus mengkompensasi dengan mengurangi volumenya (apabila TIK masih konstan). Mekanisme kompensasi intracranial ini terbatas, tetapi terhentinya fungsi neural ini dapat menjadi parah bila mekanisme ini gagal. Kompensasi terdiri dari meningkatnya aliran CSF ke dalam kanalis spinalis dan adaptasi otak terhadap peningkatan tekanan tanpa meningkatkan TIK. Mekanisme kompensasi yang berpotensi mengakibatkan kemat&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ian adalah penurunan aliran darah ke otak dan pergeseran otak kearah bawah atau horizontal (herniasi) bila TIK makin meningkat. Dua mekanisme terakhir dapat berakibat langsung pada fungsi syaraf. Apabila peningkatan TIK berat dan menetap, mekanisme kompensasi tidak efektif  dan peningkatan tekanan dapat menyebabkan kematian neuronal.&lt;br /&gt;Tumor otak, cedera otak, edema otak, dan obstruks&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;i aliran darah CSF berperan  dalam peningkatan TIK. Edema otak (mungkin penyebab tersering peningkatan TIK) disebabkan oleh banyak hal (termasuk peningkatan cairan intrasel, hipoksia, iskemia otak, meningitis, dan cedera). Pada dasarnya efeknya sama tanpa melihat factor penyebabnya.&lt;br /&gt;TIK pada umumnya meningkat secara bertahap. Setelah cedera kepala, edema terjadi dalam 36 hingga 48 jam hingga mencapai maksimum. Peningkatan TIK hingga 33 mmHg (450 mmH2O) menurunkan secara bermakna aliran darah ke o&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tak (cerebral blood flow, CBF). Iskemia yang terjadi merangsang pusat vasomotor, dan tekanan darah sistemik meningkat. Rangsangan pada pusat inhibisi jantung mengakibatkan bradikardia dan pernapasan menjadi lebih lambat. Mekanisme kompensasi ini dikenal sebagai reflek cushing, membantu mempertahankan aliran darah otak. (akan tetapi, menurunnya pernapasan mengakibatkan retensi CO2 dan mengakibatkan vasodilatasi otak yang membantu menaikan tekanan intracranial). Tekanan darah sistemik akan terus meningkat sebanding dengan peningkatan TIK, walaupun akhirnya dicapai suatu titik ketika TIK melebihi tekanan arteria dan sirkulasi otak berhenti yang mengakibatkan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; kematian otak. Pada umumnya, kejadian ini didahului oleh tekanan darah arteria yang cepat menurun.&lt;br /&gt;Siklus deficit neurologik progresif yang menyertai kontusio dan edema otak (atau setiap lesi massa intracranial yang membesar). Seperti pada gambar dibawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;                   SKEMA TRAUMA OTAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SeC9sd0B69I/AAAAAAAAAHA/t4_RfGL7SXg/s1600-h/skema+otak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 396px; height: 290px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SeC9sd0B69I/AAAAAAAAAHA/t4_RfGL7SXg/s200/skema+otak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323463331166677970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Trauma otak menyebabkan menyebabkan fragmentasi jaringan dan kontosio, menyebabkan rusaknya sawar darah otak (Blood brain barrier, BBB), disertai vasodilatasi dan eksudasi cairan sehinggaq timbhul edema. Edema menyebabkan peningkatan tekanan pada jaringan dan akhirnya meningkatkan TIK, yang pada gilirannya akan menurunkan CBF, iskemia, hipoksia, asidosis (penurunan pH dan peningkatan PaCO2), dan kerusakan BBB lebih lanjut. Siklus ini akan terus berlanjut sehingga terjadi kematian sel dan bertambahnya edema secara progresif kecuali bila dilakukan intervensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala dan Tanda&lt;br /&gt;Gejala adalah hal-hal yang dikeluhkan pasien kepada dokter. Tanda adalah temuan-temuan dokter yang diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan klinik. Dalam hal mencari gejala dan tanda pada pasien yang dicurigai mengalami penyakit pada otak, sangat penting bagi dokter untuk memahami bahwa kelainan pada otak dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Respons otak terhadap penyakit dapat berupa terjadinya perubahan status mental. Perubahan tersebut biasanya berupa perubahan tingkat kesadaran. Pasien dapat menunjukkan berbagai tingkat kesadaran. Tindakan yang paling penting pada pemeriksaan fisik adalah mencari setiap perubahan intelegensi, orientasi, kewaspadaan diri atau memori.&lt;br /&gt;Pasien dengan kerusakan fungsi otak dapat muncul dengan gejala-gejala motorik. Sebagian besar pasien dengan kelompok gejala dan tanda tersebut akan terlihat memiliki pola paresis atau kelemahan fungsi otot. Beberapa diantaranya akan muncul, walaupun tanpa kelemahan otot yang signifikan, namun tetap terjadi pergerakan abnormal yang diakibatkan oleh kerusakan sistem syaraf, seperti spastisitas atau kejang. Otot biasanya rigid atau gerakannya menjadi tidak terkoordinasi. Pergerakan abnormal dapat terlihat selama aktivitas yang dilakukan pasien, baik disadari maupun tidak.&lt;br /&gt;Nyeri, seperti sakit kepala merupakan bentuk keluhan sensorik paling sering. Pasien dapat juga mengeluh adanya sensasi yang abnormal, seperti parestesia, fenomena nyeri seperti tersengat listrik atau mati rasa. Keluhan dapat timbal secara spontan atau hanya pada temuan saat dokter melakukan pemeriksaan. Keluhan sensorik lainnya mungkin melibatkan gangguan penglihatan atau pendengaran.&lt;br /&gt;Gangguan berbahasa merupakan keluhan yang umum ditemukan pada pasien dengan kerusakan otak. Gangguan ini dapat dikategorikan menjadi beberapa macam, namun secara umum dibedakan menjadi 3 kelompok yang disebut afasia. Pada afasia ekspresif, seseorang mempunyai kesulitan mengekspresikan dirinya, yaitu kesulitan menyusun kalimat yang koheren dan dapat dimengerti. Pasien dengan afasia reseptif mengalami kesulitan menerima masukan komunikasi dan mengolahnya menjadi bahasa yang dapat dimengerti. Ekspresi verbal pada pasien-pasien tersebut dapat normal, walaupun artikulasinya benar tapi tidak berhubungan dengan masukan yang diterima. Seorang dengan afasia global tidak memiliki kedua komponen di atas.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, kerusakan otak dapat bermanifestasi sebagai gangguan kejiwaan. Kumpulan gejala dan tanda di atas sering dihubungkan dengan emosi, gangguan realita dan perubahan pandangan terhadap diri.&lt;br /&gt;Pasien dengan kelompok gejala tunggal jarang; lebih sering terjadi gabungan beberapa gejala. Sebagai contoh, pasien menderita tumor yang mengenai otak kanan dapat mengeluh letargi, sakit kepala, mati rasa dan kelemahan lengan dan tungkai kanan, kehilangan sebagaian lapangan pandang, afasia ekspresif dan depresi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-2919183211241982490?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/2919183211241982490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/2919183211241982490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/04/patologi.html' title='Patologi'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SeC9sd0B69I/AAAAAAAAAHA/t4_RfGL7SXg/s72-c/skema+otak.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-6096913291191077586</id><published>2009-04-11T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T08:41:11.863-07:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA</title><content type='html'>A. Pengertian MSDM&lt;br /&gt;   MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) adalah ilmu dan seni mengatur hubungan serta &lt;br /&gt;   peranan tenaga kerja secara efesien dan efektif sehingga tercapai tujuan bersama &lt;br /&gt;   organisasi, karyawan dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Fungsi Operasioanal MSDM&lt;br /&gt;   Fungsi dasar (basic) MSDM dalam proses pelaksanaan yang efesien dan efektif ada 5 &lt;br /&gt;   (lima), antara lain :&lt;br /&gt;   1. Fungsi Pengadaan, yaitu : proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi dan &lt;br /&gt;      induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi&lt;br /&gt;      (the right man in the right place).&lt;br /&gt;   2. Fungsi Pengembangan, yaitu : suatu proses peningkatan skill atau keterampilan &lt;br /&gt;      secara teknis, teoritis, konseptual dan moral, melalui pendidikan dan &lt;br /&gt;      pelatihan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun di masa depan.&lt;br /&gt;   3. Fungsi Kompensasi, yaitu : pemberian balas jasa langsung, baik berupa uang &lt;br /&gt;      atau barang, sebagai imbal jasa (output) yang diberikannya kepada organisasi &lt;br /&gt;      dan sebagainya, secara bertanggung jawab.&lt;br /&gt;   4. Fungsi Pengintegrasian, yaitu : Kegiatan mempersatukan kepentingan organisasi &lt;br /&gt;      dan kebutuhan karyawan, sehingga tercipta kerjasama yang harmonis dan saling &lt;br /&gt;      menguntungkan.&lt;br /&gt;   5. Fungsi Pemeliharaan, yaitu : Kegiatan memelihara dan meningkatkan kondisi &lt;br /&gt;      fisik, mental dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan kerja jangka &lt;br /&gt;      panjang. Pemeliharaan yang baik dapat dilakukan dengan program K3 (Keselamatan &lt;br /&gt;      dan Kesehatan Kerja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Peran Strategik MSDM&lt;br /&gt;Peran MSDM terwujud dalam 4 (empat) macam hubungan, yaitu :&lt;br /&gt;1.Hubungan Administrasi&lt;br /&gt;  Disini manajer puncak dan manajer fungsional yang lainnya menganggap fungsi SDM &lt;br /&gt;  relative tidak penting dan memandang manusia bukan sebagai keterbatasan maupun &lt;br /&gt;  asset organisasi dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;2.Hubungan Satu Arah&lt;br /&gt;  Terdapat hubungan skuensial antara perencanaan strategis dengan fungsi-fungsi SDM. &lt;br /&gt;  Fungsi SDM merancang program dan sistem untuk mendukung tujuan strategis &lt;br /&gt;  organisasi. Jadi SDM bereaksi terhadap inisiatif strategis tetapi tidak memiliki &lt;br /&gt;  pengaruh, karena meskipun sudah di anggap penting tapi belum di anggap sebagai &lt;br /&gt;  mitra yang strategis.&lt;br /&gt;3.Hubungan Dua Arah&lt;br /&gt;  Di tandai dengan hubungan resiprokal dan saling ketergantungan antara perencanaan &lt;br /&gt;  strategis dengan SDM. Fungsi SDM di anggap penting dan dapat dipercaya dan turut &lt;br /&gt;  berperan dalam penentuan arah strategis organisasi dan sudah dijadikan mitra &lt;br /&gt;  strategis.&lt;br /&gt;4.Hubungan Integratif&lt;br /&gt;  Ditandai dengan hubungan yang harmonis, dinamis serta interaktif di antara fungsi-&lt;br /&gt;  fungsi SDM dan perencanaan strategis. Disini manajer SDM di pandang sebagi sebenar-&lt;br /&gt;  benarnya mitra strategis serta di libatkan dalam keputusan yang strategis.&lt;br /&gt;  &lt;a href="    http://www.ziddu.com/download/4249913/MANAJEMENSUMBERDAYAMANUSIA.doc.html"&gt;Download Artikel&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-6096913291191077586?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ziddu.com/download/4249913/MANAJEMENSUMBERDAYAMANUSIA.doc.html' title='MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/6096913291191077586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/6096913291191077586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/04/manajemen-sumber-daya-manusia.html' title='MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-412516693459711645</id><published>2009-04-10T01:28:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T01:37:23.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah Ekonomi'/><title type='text'>PENGANTAR MANAJEMEN</title><content type='html'>Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional antara lain untuk maksud-maksud yang nyata. Manajemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya adalah “managing” – pengelolaan, sedangkan pelaksananya disebut manager atau pengelola. &lt;br /&gt;Tugas-tugas operasional dicapai melalui usaha kerja para bawahan sang manajer. Pada hakikatnya, tugas seorang manajer adalah menggunakan usaha para bawahan secara berdaya guna. Namun jarang para manajer benar-benar menghabiskan waktunya dengan pengelolaan, biasanya mereka melaksanakan suatu pekerjaan non-manajemen.&lt;br /&gt;Manajemen adalah ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan. Ia adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan penghayatan serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen. Seni manajemen menghendaki kreativitas, atas dasar dan dengan syarat suatu pengertian mengenai ilmu manajemen. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan dan seni manajemen merupakan komplemennya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konsep Dasar Manajemen&lt;br /&gt;1. Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, &lt;br /&gt;   mengkoordinasikan serta mengawasi kegiatan tercapai secara efisien dan efektif&lt;br /&gt;   untuk tujuan organisasi. &lt;br /&gt;2. Proses manajemen dilakukan oleh manajemen bawah, menengah dan puncak.&lt;br /&gt;3. Manajemen dalam pengertian orang menjalankan peranan melakukan hubungan pribadi,&lt;br /&gt;   pemberi informasi dan pengambil keputusan. &lt;br /&gt;4. Manajemen harus berketerampilan konseptual, manusiawi dan teknis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejarah Manajemen&lt;br /&gt;1. Manajemen dapat dianggap sebagai suatu seni atau ilmu atau profesi. &lt;br /&gt;2. Manajemen sukses ada semenjak tahun 5000 SM dan berkembang terus sampai saat ini &lt;br /&gt;   melalui pendekatan klasik, perilaku kuantitatif dan modern. &lt;br /&gt;3. Perkembangan terakhir manajemen berupa pemikiran tentang kriteria sukses dari &lt;br /&gt;   perusahaan konsultan Mc Kinsey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Manajemen Masa Depan &lt;br /&gt;1. Manajemen masa depan bertujuan meningkatkan ROI, produktivitas dan kualitas hidup &lt;br /&gt;   manusia. &lt;br /&gt;2. Manajemen masa depan mendasarkan tindakannya pada aspek kuantitatif dan perilaku &lt;br /&gt;   manusia. &lt;br /&gt;3. Manajemen masa depan akan menghadapi isu inflasi, sumberdaya yang makin langka, &lt;br /&gt;   nilai sosial budaya masyarakat, teknologi, hubungan karyawan dan manajemen, &lt;br /&gt;   etika  dan tanggung jawab sosial, konflik-konflik dan globalisasi.&lt;br /&gt;4. Manajemen masa depan akan menghadapi masalah yang datang dari sektor industri &lt;br /&gt;   dengan jasa dan untuk itu perlu informasi yang dicari dengan sistem informasi &lt;br /&gt;   manajemen yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Organisasi&lt;br /&gt;1. Tujuan organisasi penting dan perlu sebagai alat pemersatu kegiatan anggota &lt;br /&gt;   organisasi. &lt;br /&gt;2. Manajemen berdasar tujuan perlu diketahui dan dihayati orang sehingga apa yang &lt;br /&gt;   dikerjakan orang itu jelas, melibatkan semua orang, koordinasi tercapai, kegiatan &lt;br /&gt;   terintegrasi, penilaian mudah.&lt;br /&gt;3. Pelaksanaan manajemen berdasarkan tujuan berdasarkan kepercayaan, kemampuan dan &lt;br /&gt;   dukungan. &lt;br /&gt;4. Manajemen berdasar tujuan ada manfaat dan kelemahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi, Kebijakan, Program dan Taktik&lt;br /&gt;1. Setelah tujuan ditentukan langkah berikut yang perlu diambil oleh manajemen ialah &lt;br /&gt;   menetapkan strategi, kebijaksanaan dan taktik untuk pencapaian tujuan tersebut.&lt;br /&gt;2. Strategi merupakan garis besar haluan organisasi. Kebijaksanaan menerjemahkan&lt;br /&gt;   strategi dan taktik merupakan pelaksanaan strategi dan kebijaksanaan menghadapi &lt;br /&gt;   situasi dan kondisi setempat. &lt;br /&gt;3. Tujuan, strategi, kebijaksanaan dan taktik digariskan berdasarkan proses&lt;br /&gt;   pengambilan keputusan yang ilmiah, yang merupakan bagian proses perencanaan. &lt;br /&gt;4. Strategi dan kebijaksanaan dapat dipilih dan banyak variasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan Perencanaan &lt;br /&gt;1. Perencanaan dan rencana bermanfaat bagi manajemen. &lt;br /&gt;2. Bagaimanapun juga perencanaan itu mungkin didasarkan prakiraan yang tak &lt;br /&gt;   handal, masalah yang sama tak akan berulang kembali, cenderung kaku, mahal, dan&lt;br /&gt;   perlu waktu. &lt;br /&gt;3. Namun, hal yang disebut pada butir 2) dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Organisasi Klasik&lt;br /&gt;1. Konsep tentang organisasi perlu diketahui dan dihayati agar kita memaklumi latar &lt;br /&gt;   belakang adanya organisasi dan ikut mengembangkannya.&lt;br /&gt;2. Konsep organisasi dibedakan ke dalam konsep klasik, neoklasik dan modern.&lt;br /&gt;3. Konsep klasik terdiri atas konsep birokrasi, administrasi dan manajemen ilmiah. &lt;br /&gt;4. Konsep birokrasi berakar pada konsep program rasional, sistem dan prosedur dan hubungan formal yang tidak personal. Konsep administrasi didasarkan pada disiplin, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan, kepentingan umum, balas jasa, sentralisasi, rantai skalar, keadilan, stabilitas, inisiatif, dan semangat korps. Manajemen ilmiah berdasar kaidah dasar manajemen, yaitu penggunaan metode ilmiah, seleksi dan latihan ilmiah dan pengembangan karyawan secara ilmiah, pendekatan karyawan oleh manajer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori organisasi Neoklasik&lt;br /&gt;1. Teori organisasi neoklasik mendekati organisasi sebagai kelompok orang dengan &lt;br /&gt;   tujuan bersama. &lt;br /&gt;2. Teori organisasi neoklasik hasil “pembenahan” teori organisasi klasik dengan &lt;br /&gt;   unsur manusiawi lebih ditonjolkan. &lt;br /&gt;3. pembenahan meliputi aspek pembagian kerja, proses skalar dan fungsional, struktur &lt;br /&gt;   organisasi, rentang kendali, disamping itu dimunculkan konsep tentang organisasi  &lt;br /&gt;   informal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Organisasi Modern&lt;br /&gt;1. Teori organisasi modern merupakan teori yang mendekati masalah sebagai suatu &lt;br /&gt;   sistem keseluruhan, memperhatikan berbagai variabel dan memahami proses dinamis. &lt;br /&gt;2. Teori modern membicarakan keterkaitan bagian dalam sistem dan hubungan sistem &lt;br /&gt;   dengan lingkungannya. &lt;br /&gt;3. Menurut teori modern, organisasi terdiri dari bagian yang tersusun dalam sistem &lt;br /&gt;   dimana orang di dalamnya berinteraksi mencapai tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Dalam Organisasi&lt;br /&gt;1. Organisasi atau badan usaha dijalankan dengan berdasarkan fungsi. Dengan semakin &lt;br /&gt;   kompleksnya organisasi maka pencapaian tujuan harus dilaksanakan oleh fungsi yang &lt;br /&gt;   dipecah. Diferensiasi fungsional ke bawah menunjang usaha ini. Proses ini dikenal &lt;br /&gt;   dengan nama fungsi garis. &lt;br /&gt;2. Dengan makin berkembangnya perusahaan, kekompleksan fungsi yang perlu untuk &lt;br /&gt;   melaksanakan tugas berkembang lebih cepat sehingga manajemen perlu bantuan &lt;br /&gt;   melalui spesialisasi fungsi yang disebut staff. Penciptaan fungsi staff atau &lt;br /&gt;   fungsi sekunder ini dengan mendiferensiasikan kegiatan keluar dari rantai &lt;br /&gt;   komando. Fungsi staf membantu dan memperlancar kerja fungsi garis. &lt;br /&gt;3. Agar fungsi staff bermanfaat, harus jelas fungsinya, dibatasi jumlahnya, tugas&lt;br /&gt;   pimpinan memang meningkat, staff diberi informasi yang diperlukan, diminta &lt;br /&gt;   membuat, dan didorong berinisiatif. &lt;br /&gt;4. Wewenang fungsional adalah izin menyiapkan dan mengharuskan perintah bertalian &lt;br /&gt;   dengan aspek tertentu, inisiatif datang dari pimpinan sendiri dan wewenang ini &lt;br /&gt;   mempercepat pelaksanaan tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Dalam Organisasi&lt;br /&gt;1. Tanggung jawab merupakan kewajiban seseorang yang diberikan padanya sesuai dengan&lt;br /&gt;   kemampuan dan arahan yang apabila tidak dijalankan akan menimbulkan rasa&lt;br /&gt;   kegagalan. Dasar pemberian tanggung jawab adalah harus lengkap, tak boleh ada&lt;br /&gt;   kesenjangan, tumpang tindih dan pecahnya perhatian. &lt;br /&gt;2. Wewenang adalah turunan dari tanggung jawab; wewenang adalah kekuasaan untuk&lt;br /&gt;   bertindak. &lt;br /&gt;3. Pelaporan adalah aspek ketiga dari hubungan dan berupa wajib memberitahu atau&lt;br /&gt;   wajib jawab atas hasil atau prestasi kerja seseorang. Pelaporan merupakan turunan&lt;br /&gt;   tanggung jawab dan wewenang. &lt;br /&gt;4. Di dalam melakukan bisnis mereka mengkaji lingkungannya, mengidentifikasi&lt;br /&gt;   perbedaan, mengubah konsep manajemen, melaksanakan perubahan dan adaptif. &lt;br /&gt;5. Bisnis internasional menjalankan fungsi manajemen pada peringkat yang maju,&lt;br /&gt;   seperti perencanaan jangka panjang, organisasi berdasar divisi, pengarahan dan&lt;br /&gt;   koordinasi serta pengawasan berdasar sistem yang canggih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Bisnis dan Good Corporate Governance &lt;br /&gt;1. Etika bisnis adalah standar dan prinsip yang menjadi pedoman tindakan dan putusan &lt;br /&gt;   manajer, serta menentukan apakah tindakan dan putusan itu baik atau buruk, benar&lt;br /&gt;   atau salah secara moral. &lt;br /&gt;2. Tanggung jawab sosial bisnis adalah kewajiban bisnis bertindak dengan cara&lt;br /&gt;   memperhatikan dan melayani kepentingan organisasi sendiri dan kepentingan publik. &lt;br /&gt;3. Tanggung jawab sosial bisnis dilakukan oleh manajer yang memiliki etika bisnis&lt;br /&gt;   yang tinggi. &lt;br /&gt;4. Etika bisnis yang tinggi dapat dimiliki oleh para manajer yang diseleksi dengan&lt;br /&gt;   baik, yang melakukan tindakan berdasar kode etika, melakukan&lt;br /&gt;   kepemimpinan/keteladanan yang baik, berkiblat pada tujuan, GCG, mendapatkan&lt;br /&gt;   pelatihan etika, dinilai secara komprehensif, diaudit sosial dan mempunyai&lt;br /&gt;   penasehat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-412516693459711645?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/412516693459711645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/412516693459711645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/04/pengantar-manajemen.html' title='PENGANTAR MANAJEMEN'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-922856064141664239</id><published>2009-03-24T17:36:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T17:51:35.521-07:00</updated><title type='text'>Penanganan Aset Warisan Gaya Obama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/Scl-8M_E1-I/AAAAAAAAAG4/bAF5lU_SaDw/s1600-h/img25032009190871.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 265px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/Scl-8M_E1-I/AAAAAAAAAG4/bAF5lU_SaDw/s320/img25032009190871.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316920407830616034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Dahlan Iskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUMBEN, pasar modal Amerika Serikat tiba-tiba bergairah. Ini karena Obama akhirnya bikin kebijakan yang bisa menyenangkan bursa saham. Dalam dua hari ini, harga saham melejit mencapai 7.775. Naik mendadak sebesar hampir 7 persen. Pengaruhnya juga ke seluruh dunia. Termasuk ke pasar modal Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Obama akhirnya memang mengeluarkan rancangan rinci bagaimana harus mengatasi banyaknya asset beracun. Yakni asset yang disita dari kredit macet yang sebenarnya kurang ada harganya itu. Dalam term pemerintah Obama, istilah asset beracun atau agunan setengah bodong tidak dipakai lagi. Dalam pemerintahan Obama sekarang asset-asset beracun itu secara resmi disebut “asset warisan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah itu bisa mengandung makna ganda. Kalau dinamakan asset beracun, kesannya menakutkan. Padahal Obama kini punya program menjual cepat asset-asset itu. Kalau dikatakan beracun, siapa yang mau beli. Obama memilih istilah “asset warisan” sekaligus untuk mengingatkan bahwa keruwetan itu tidak lain adalah warisan pemerintahan Partai Republik. Kesan memojokkan itu harus dibuat karena anggota DPR dari Partai Rebublik kini selalu menentang program Obama. Maka kelak, kalau asset warisan itu hanya laku dengan harga murah, jangan salahkan Obama. Salahkan yang mewariskannya. Kira-kira begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah Obama menyelesaikan asset beracun, eh, asset warisan itu? Samakah dengan Indonesia, yakni membentuk BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional)? Atau seperti Swedia –yang untuk sementara mengambil alih bank-bank tersebut?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Obama punya jalan sendiri. Obama membentuk yang disebut TARP –Troubled Assets Relief Program. Program untuk menyelamatkan asset-asset bermasalah. Yakni satu badan investasi gabungan antara pemerintah dan swasta, dengan kredit dari dana stimulus dan dijamin oleh asuransi lembaga khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya begini: Anda dulu membeli rumah seharga Rp 1 miliar melalui mortgage (KPR). Karena krisis, Anda tidak bisa melunasi rumah tersebut. Bank menyita rumah Anda. Rumah-rumah (dan banyak harta lainnya) seperti inilah yang disebut asset warisan. Tapi rumah itu ternyata jeblok. Tidak ada yang mau membeli. Maka rumah-rumah yang disita tersebut akan dilelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan sekarang, tidak akan ada orang yang mau ikut lelang. Pertama, tidak ada lagi orang yang punya uang. Kedua, untuk apa dibeli kalau harganya tidak akan naik banyak. Maka asset warisan itu akan dilelang dengan skema khusus. Siapa saja yang mau membeli, tidak perlu semua dari dananya sendiri. Yang 70 persen berupa kredit bank. Bank mau memberi kredit kepada anda karena dijamin oleh lembaga hebat yang disebut FDIC (akan saya jelaskan di alenia berikutnya). Sisanya, yang 30 persen, juga tidak harus Anda semua yang membayar. Anda hanya akan membayar separonya. Separonya lagi dibayar oleh dana pemerintah sebagai penyertaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, misalnya, rumah Rp 1 miliar tadi, anda tawar dengan harga Rp 600 juta. Anda dinyatakan sebagai pemenang. Maka Anda akan memperoleh kredit sebesar Rp 400 juta. Lalu pemerintah menyertakan uang kepada Anda Rp 100 juta. Anda sendiri cukup menyediakan uang Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya, kalau ekonomi sudah pulih, rumah itu akan bisa dijual dengan harga yang tinggi. Meski tidak bisa kembali jadi Rp 1 miliar, tapi, katakanlah bisa menjadi Rp 800 juta. Maka anda bisa memperoleh keuntungan yang besar. Pemerintah juga mengambil bagian keuntungannya. Sebaliknya –ini hebatnya—kalau harga rumah itu kelak merosot menjadi tinggal Rp 500 juta, Anda tidak usah menanggung kerugian. Pemerintah yang akan menanggung. Mungkin pemerintah sudah menghitung bahwa tidak mungkin akan terjadi kerugian. Insentif menanggung kerugian tadi hanyalah sebagai daya tarik tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat rancangan itu, kontan pasar modal bergairah. Apalagi asset warisan yang akan dilelang nilainya bisa mencapai USD 1 triliun ! Ekonomi pun akan bisa bergerak cepat. Itu kalau semua berjalan sesuai dengan rencana. Dana untuk ikut membeli asset warisan tersebut diambilkan dari dana stimulus yang sudah disetujui DPR –meski semua anggota dari Partai Republik menentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah FDIC yang bisa memberikan jaminan kredit bank di saat semua bank kekeringan dana cash itu? Lembaga ini sangat terkenal di Amerika Serikat. Inilah lembaga yang selama ini menjamin semua deposito para penabung di bank-bank Amerika. FDIC (Federal Deposit Insurance Corporation) didirikan tahun 1933 ketika Amerika Serikat dilanda krisis berat. Krisis waktu itu begitu berat sehingga disebut depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu bank yang tutup saja, menurut Wekipedia, mencapai 4.004 (angka ini sangat menarik ya). Penabung nyaris kehilangan tabungan mereka. Kepercayaan kepada bank hilang sama sekali. Pemerintah lantas turun tangan membentuk lembaga itu. Modal yang diberikan sebesar USD 289 juta. Ini bukan hibah. PDIC harus membayar kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya penjaminan deposito itu kepercayaan kepada bank lama-lama pulih. Pemilik deposito pun akhirnya bisa mendapatkan kembali dana mereka rata-rata 85 persen dari nilai tabungan. Tapi yang lebih penting adalah kepercayaan kepada bank kembali lagi dan PDIC akhirnya bisa mengembalikan dana pemerintah itu pada tahun 1948.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1980, PDIC mampu memberikan penjaminan kepada pemilik deposito maksimum USD 250.000. Angka ini memang sangat besar. Tapi untuk mencapai angka itu juga dilakukan secara bertahap. Dulunya, PDIC hanya mampu memberi jaminan USD 5.000. Lalu naik dan terus naik. Tapi jaminan sebesar USD 250.000 sekarang ini juga dinilai berlebihan. Tidak sehat. Bisa dianggap terlalu memanjakan manajemen bank yang bagaimana pun harus lebih hati-hati dan harus ikut mengambil resiko. Karena itu nilai penjaminan tersebut akan diturunkan lagi ke level tahun 1980, yakni sebesar USD 100.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Obama belum memutuskan program TARP di atas secara bulat. Baru minggu depan finalnya. Tapi tidak mungkin Obama mundur lagi. Sambutan dari pasar modal luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti tidak ada kritik. Pengkritiknya bahkan ahli ekonomi yang amat terkenal dan selama ini selalu memuji Obama. Pemenang nobel ekonomi tahun lalu, Paul Krugman. Ia mengkritik habis kebijakan Obama itu. Dia menilai tetap saja Obama seperti Bush: memasukkan uang kontan ke kotak sampah. Krugman yang selama ini selalu memuji langkah Obama, sekali ini, mengkritiknya dengan sangat tajam. Dia menilai Obama sudah mulai melakukan kompromi untuk menyenangkan pasar modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krugman menilai seharusnya tata kelola keuangan di pasar modal dibereskan dulu. Kalau tidak, maka ketika ekonomi membaik akan terjadi krisis lagi. Krugman tetap memuji cara yang dilakukan Swedia (ketika Swedia krisis di tahun 1980-an) dulu adalah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga keraguan apakah pihak swasta sudah tertarik dengan skema Obama itu. Salah satu yang membuat swasta ragu adalah: jangan-jangan pemerintah kelak membuat berbagai peraturan yang merugikan manajemen perusahaan yang membeli asset warisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengambil contoh dihebohkannya pembagian bonus kepada para direktur dan manajer AIG senilai USD 170 juta (Rp 2 triliun) baru-baru ini. Obama –dan rakyat-- marah besar. Mengapa di masa krisis seperti ini, dan di mana AIG menerima bantuan penyelamatan dari uang rakyat yang amat besar, masih juga tega mengeluarkan uang sebesar itu untuk bonus tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak AIG menilai bonus itu harus dibayar sebagai konsekwensi atas kontrak yang sudah ditandatangani dulu. Kalau tidak, AIG bisa diperkarakan sebagai perusahaan yang mengingkari kontrak. Sebaliknya Obama tidak kekurangan akal. Dengan dukungan DPR Obama mengegolkan UU khusus untuk memajaki penerima bonus tersebut sebesar 95 persen! Dengan demikian, logikanya, biar pun AIG memberikan bonus besar, tapi bonus tersebut 95 persen jatuh lagi ke negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Republik mengecam Obama. Tidak selayaknya UU Pajak dibuat untuk kasus per kasus dan untuk kemarahan detik ke detik seperti itu. Rupanya penerima bonus sendiri tahu diri. Sebagian mereka sudah mengembalikannya. Sampai kemarin angkanya sudah mencapai USD 50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para calon pembeli asset warisan itu teringat akan UU Pajak dadakan itu. Jangan-jangan kelak, kalau asset yang dibeli itu memberikan keuntungan besar, para manajer perusahaan tersebut juga dilarang menerima bonus. Hanya dengan alasan, dulu, membelinya dengan uang dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terus menarik mengikuti perkembangan penanganan asset warisan gaya Obama ini. Jadi dilaksanakan atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber :http://www.kaltimpost.web.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-922856064141664239?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/922856064141664239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/922856064141664239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/penanganan-aset-warisan-gaya-obama.html' title='Penanganan Aset Warisan Gaya Obama'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/Scl-8M_E1-I/AAAAAAAAAG4/bAF5lU_SaDw/s72-c/img25032009190871.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-8764687999694253781</id><published>2009-03-21T20:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T01:38:05.380-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah Ekonomi'/><title type='text'>Kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan Ekonomi</title><content type='html'>Ketika suatu daerah atau negara berkembang berpikir bagaimana mengembangkan  masa depan ekonomi mereka dalam ekonomi global, ada baiknya kita mengingat apa yang pernah disampaikan oleh ahli keuangan Walter Wriston kepada negara-negara  berkembang didunia, bahwa "Modal pergi ketempat dimana ia dibutuhkan, dan tinggal di tempat dimana ia diperlakukan dengan baik" Barisan kalimat di atas barangkali kita dapat mengartikan makna dari "dibutuhkan" dan "diperlakukan dengan baik", atau barangkali kalimat diatas sudah sering kali kita dengarkan dan mungkin saja sudah amat sering didiskusikan di seminar-seminar di forum-forum bisnis. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seberapa pentingkah pelaku bisnis/investor untuk pembangunan ekonomi suatu daerah/negara?. Negara-negara maju didunia beberapa tahun yang lalu hingga sampai saat ini masih melakukan survei terhadap perubahan-perubahan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam suatu daerah/negara. Bahkan di beberapa negara bagian di eropa sampai melakukan survei di beberapa negara di dunia termasuk membuat daftar pengecekan langsung oleh para pengusaha diseluruh dunia. Misalnya saja yang dilakukan oleh Kamar Dagang di AS dapat mengindentifikasi apa yang sering disebut dengan "dua belas perintah", atau prinsip-prinsip investasi internasional dan hampir seluruh negara-negara di dunia rata-rata mempunyai permasalahan ekonomi yang sama pula. &lt;br /&gt;Hampir seluruh perintah ini menunjukan bahwa setiap pemerintah dalam suatu negara dapat menarik modal yang diperlukan untuk pembangunan ekonomi negaranya. Prinsip-prinsip ini mempunyai permasalahan yang sama yang terjadi di Indonesia &lt;br /&gt;dan mungkin barangkali bukan hal yang baru lagi bagi pelaku bisnis di Indonesia. &lt;br /&gt;Namun ada baiknya diulangi dan kita perhatikan kembali apa yang menjadi keinginan dari pengusaha atau para investor agar mereka tetap merasa nyaman, betah dan aman terhadap nilai investasi yang mereka tanamkan, pendek kata pengusaha dan investor menginginkan beberapa hal yaitu, Pertama, Kebijakan makroekonomi yang dapat diprediksi dan stabil, dalam arti pengusaha/investor harus memiliki keyakinan bahwa ekonomi di mana mereka melakukan investasi akan diatur dengan cara yang dapat diprediksi dan kompeten. Dapat dikatakan, pengusaha/investor harus yakin bahwa aturan permainan tidak berubah di tengah jalan. &lt;br /&gt;Kedua, Pemerintah yang jujur dan efektif. Seorang pengusaha/investor harus bisa mengandalkan integritas pemerintah sebagai tuan rumah dan kemampuannya untuk menegakan hukum dan ketertiban. &lt;br /&gt;Ketiga, Pasar yang lebih besar dan berkembang dalam arti ukuran dan potensi pertumbuhan pasar domestik sebuah daerah/negara, khususnya dalam hal daya beli para pelanggannya, adalah kunci. Artinya perusahaan tidak berupaya untuk berinvesatasi di pasar dimana potensi untuk mendapat keuntungan kecil. &lt;br /&gt;Keempat, Kebebasan aktivitas di pasar. Kekuatan kompetisi dan tingkat campur tangan pemerintah untuk masuk kepasar sebuah daerah/negara adalah merupakan faktor penting, artinya semakin bebas sebuah pasar, semakin menarik pula pasar tersebut sebagai sasaran investasi bagi para investor nasional maupun internasional. &lt;br /&gt;Kelima, Regulasi pemerintah yang minimal atau normal, atau dalam arti, biaya regulasi pemerintah dan intervensinya dalam urusan dan keuntungan perusahaan swasta harus dilakukan secara minimal dan normalis. Keenam, Perlindungan dan hak kepemilikan, dalam arti kepemilikan swasta harus dilindungi atau dalam arti lain kemungkinan bahwa hak milik perusahaan yang riil maupun tidak (paten, hak cipta) dapat dicuri harus dihindarkan. &lt;br /&gt;Ketujuh, Infrastruktur yang dapat diandalkan, kemampuan untuk melakukan transaksi dan mendapatkan produk dan layanan pasar juga penting. Apakah itu layanan transportasi yang dapat diandalkan, pembangkit listrik, layanan asuransi dan akutansi, sistem keuangan yang kompeten atau faktor yang mendasar lainnya, investasi tidak dapat memperoleh keuntungan finansial tanpa hal-hal tersebut. &lt;br /&gt;Kedelapan, Ketersediaan faktor-faktor produksi yang berkualitas tinggi. Ketika pengusaha/investor membawa modal, teknologi dan manajemen, kualitas tenaga kerja di suatu daerah/negara dan ketersediaan bahan mentah lokal meruapakan hal penting yang menentukan kesuksesan. &lt;br /&gt;Kesimbalan, Mata uang lokal yang kuat dan terjaga nilainya, atau dapat dikatakan bila kita melakukan investasi dalam bentuk dolar dan kemudian asset lokal (dinilai dalam mata uang lokal) mengalami penurunan nilai, maka kita telah rugi sebagain atau mungkin juga seluruhnya investasi dalam bentuk dolar. &lt;br /&gt;Kesepuluh, Kemampuan untuk mengambil keuntungan, dividen dan bunga. Bila investor tidak dapat mengambil kembali uangnya dari keuntungan, mengapa investasi?. &lt;br /&gt;Kesebelas, Iklim pajak yang sesuai. Iklim pajak harus menguntungkan bisnis. &lt;br /&gt;Meskipun insentif pajak yang dapat menarik investasi awal itu penting, keputusan investasi perusahaan yang final biasanya didasarkan pada bagaimana pajak suatu daerah/negara mempengharui lingkungan kerja yang normal ketika kegiatan bisnis telah dilaksanakan. &lt;br /&gt;Keduabelas, Kebebasan untuk beroperasi antar pasar, sebuah perusahaan harus memiliki kemampuan untuk mendapatkan barang dan layanan dari unit operasinya dalam satu pasar agar dapat melayani pasar yang berada didekatnya atau untuk memaksimalkan efisiensi globalnya dengan cara berdagang diantara entitas kerjanya antar suatu daerah/negara lain untuk menyebarkan jaringan produksi pemasarannya. &lt;br /&gt;Untuk menerapkan kesemuanya itu, ya..., tentunya memang tidak semudah membalikan tangan, perlu kerjasama dan kerjakeras dari pemerintah, investor termasuk juga masyarakat luas, meskipun mungkin hasilnya tidak akan didapat dalam waktu cepat. Namun demikian pemerintah harus tetap berusaha dan relatif bebas untuk tetap selalu mendorong karakteristik suatu daerah/negara. &lt;br /&gt;Dalam ekonomi global yang ingin berkembang lebih bebas, maka pemerintah yang berpandangan ke depan tidak memiliki pilihan lain kecuali menilai kembali dan meningkatkan hubungan dagangnya yang lebih luas dengan suatu daerah/negara &lt;br /&gt;lain. &lt;br /&gt;Dalam hal ini sebaikan pemerintah harus lebih bijaksana dalam menetapkan status suatu daerah/negara, pemerintah juga harus dapat memahami betul bahwa sifat proteksionisme dan bentuk-bentuk isolasi lainnya merupakan langkah kalah dan mundur menuju perdagangan bebas yang akhirnya melemahkan perkembangan situasi &lt;br /&gt;ekonomi ke depan. &lt;br /&gt;Ketika suatu daerah/negara berjuang untuk mengatasi kenyataan yang baru terjadi terhadap perubahan-perubahan ekonomi, maka upaya dan tindakan resmi pada integrasi perbaikan ekonomi harus terus dilanjutkan. Meskipun masih ada ketidaksepakatan yang terus berlanjut di semua pihak mengenai bagaimana mereka harus menghapus batasan-batasan sistem perdagangan bebas, termasuk permasalahan &lt;br /&gt;buruh yang tidak statis, kesenjangan pendapatan, perbedaan produktivitas, dan konflik nasional dan etnik semuanya mengakibatkan resistensi politik terhadap upaya perbaikan investasi dan perdagangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika permasalah situasi ekonomi berjalan terus, aturan main yang tidak pasti, maka para investor akan siap-siap dan akan merencanakan suatu tindakan yang lebih baik lagi terhadap keberadaan investasinya, para investor yang telah berinvestasi dan yang akan berinvestasi akan berpikir kembali, mereka hanya mempunyai dua pilihan, menunggu kepastian aturan main atau menarik investasinya. Jika ini terjadi maka akhirnya kita bakal akan kehilangan ratusan ribu lapangan pekerjaan. &lt;br /&gt;Sementara para pelaku bisnis dan investor menunggu kepastian atas berlakunya beberapa kebijakan atau peraturan yang merupakan kunci perdangangan dan investasi yang berhubungan dengan kewajiban dan hak serta konsekuensi kesepakatan bersama dengan hasil dan harapan dapat menguntungkan semua pihak. &lt;br /&gt;Jika pihak pemerintah tidak dapat melihat hal ini, tampaknya masalah ekonomi ini terus akan berlanjut, dan tentunya tidak menutup kemungkinan akan terjadi situasi ekonomi yang lebih buruk lagi, termasuk hubungan antara pemerintah dan para pengusaha/investor. Mari kita upayakan bersama untuk dapat membangun ekonomi yang lebih baik, agar supaya meskipun nantinya terjadi perubahan-perubahan terhadap kebijakan dan aturan main dari pemerintah. &lt;br /&gt;Kita semua dituntut untuk dapat menjaga kenyamanan bagi para pelaku bisnis dan investor sehingga situasi ekonomi tetap terjaga dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-8764687999694253781?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/8764687999694253781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/8764687999694253781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/kebijakan-pemerintah-dalam-pembangunan_21.html' title='Kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan Ekonomi'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-4158190982147200745</id><published>2009-03-21T20:15:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T20:17:25.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah Ekonomi'/><title type='text'>KEMISKINAN PERKOTAAN DI INDONESIA</title><content type='html'>KEMISKINAN PERKOTAAN DI INDONESIA: &lt;br /&gt;PERKEMBANGAN, KARAKTERISTIK &lt;br /&gt;DAN UPAYA PENANGGULANGAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pendahuluan : Penduduk Perkotaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan dan tren-nya dalam proses pembangunan di negara sedang berkembang pada umumnya ditemukan bahwa struktur ekonomi negara berubah dari struktur yang didominasi sektor pertanian ke arah yang didominasi sektor industri dan jasa, sebagaimana dikemukakan dalam analisis teori Lewis maupun analisis perubahan struktural (Todaro, 2000). Dan kecenderungan ini dibarengi dengan perubahan jumlah dan proporsi kependudukannya, yaitu dimana jumlah dan persentase penduduk yang hidup dan bermata-pencaharian di perkotaan cenderung semakin meningkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, kecenderungan itu juga terjadi di Indonesia dimana jumlah maupun proporsi penduduk perkotaannya telah cenderung meningkat terus dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 1961 jumlah penduduk perkotaan baru sebesar 14,3 juta, selanjutnya meningkat terus, misalnya, menjadi 20,5 juta (1971); 32,8 juta (1980); 55,5 juta (1990); 85,8 juta (2000), dan diperkirakan 97,9 juta pada tahun 2003. Demikian pula proporsi atau secara persentase terhadap jumlah penduduk Indonesia keseluruhan-nya, persentase penduduk perkotaan juga cenderung meningkat, yaitu jika pada tahun 1961 hanya sebesar 14,8%, maka pada tahun 1971 meningkat menjadi 17,2%; tahun 1980: 22,4%; tahun 1990: 30,9%; tahun 2000: 42,2% dan diperkirakan/diproyeksikan tahun 2003: 46,3%. Secara terinci perkembangan ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1 &lt;br /&gt;Jumlah dan Persentase &lt;br /&gt;Penduduk Perkotaan di Indonesia &lt;br /&gt;1961-2010 &lt;br /&gt;Jumlah Penduduk (juta)  Persentase Penduduk&lt;br /&gt;Tahun  Perkotaan  Total Indonesia &lt;br /&gt;(Perkotaan+Pedesaan)  Perkotaan &lt;br /&gt;1961 &lt;br /&gt;1971 &lt;br /&gt;1980 &lt;br /&gt;1990 &lt;br /&gt;2000 &lt;br /&gt;2003 &lt;br /&gt;2004 &lt;br /&gt;2005 &lt;br /&gt;2006 &lt;br /&gt;2010  14,3 &lt;br /&gt;20,5 &lt;br /&gt;32,8 &lt;br /&gt;55,5 &lt;br /&gt;85,8 &lt;br /&gt;97,8 a) &lt;br /&gt;102,1 a) &lt;br /&gt;106,7 a) &lt;br /&gt;111,4 a) &lt;br /&gt;132,6 a)  97,0 &lt;br /&gt;119,4 &lt;br /&gt;146,9 &lt;br /&gt;179,3 &lt;br /&gt;203,5 &lt;br /&gt;211,4 &lt;br /&gt;214,0 b) &lt;br /&gt;216,8 b) &lt;br /&gt;219,4 b) &lt;br /&gt;231,0 b)  14,8 &lt;br /&gt;17,2 &lt;br /&gt;22,4 &lt;br /&gt;30,9 &lt;br /&gt;42,2 &lt;br /&gt;46,3 c) &lt;br /&gt;47,7 c) &lt;br /&gt;49,2 c) &lt;br /&gt;50,8 c) &lt;br /&gt;57,4 c) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Data tahun 1961-2000 dari BPS, Statistik Indonesia 2003 dan Penduduk Indonesia (Hasil Sensus Penduduk Tahun 2000 dan sebelumnya) &lt;br /&gt;a) Angka Perkotaan 2003-2010, proyeksi berdasarkan laju pertumbuhan 1990-2000&lt;br /&gt;b) Angka Total Indonesia 2004-2010, proyeksi berdasarkan laju pertumbuhan 1990-2000. &lt;br /&gt;c) Angka persentase perhitungan penulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya jika diproyeksikan berdasarkan laju pertumbuhan tahun 1990-2000, maka penduduk perkotaan akan mencapai jumlah sebanyak 102,1 juta (47,7%) pada tahun 2004, sebanyak 106,7 juta (49,2%) pada tahun 2005 dan sebanyak 111,4 juta (50,85%) pada tahun 2006. Ini berarti bahwa pada tahun 2006 jumlah penduduk perkotaan akan kira-kira sama (bahkan sedikit melebihi) dibandingkan dengan jumlah penduduk pedesaan. Dan pada tahun 2010 jumlah penduduk perkotaan sudah akan jauh lebih besar, yaitu sebanyak 57,4% dari jumlah penduduk Indonesia keseluruhannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah dan persentase penduduk perkotaan yang semakin besar dan semakin padat tersebut tentu akan menambah “beban hidup” perkotaan yang semakin berat sehingga menimbulkan berbagai permasalahan yang semakin kompleks di bidang-bidang sosial-ekonomi, sosial-budaya, politik-pemerintahan, ketertiban dan keamanan, dan sebagainya. Diantara berbagai permasalahan tersebut yang menonjol diantaranya adalah yang berhubungan dengan kemiskinan perkotaan yang meliputi kondisi, karakteristik, kebijakan sarana-prasarana lingkungan, dan aspek-aspek lainnya yang terkait. Dalam tulisan ini hanya dikemukakan beberapa hal tertentu saja sebagaimana yang dikemukakan dalam uraian berikut ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;II. Perkembangan Dan Kondisi Keminkinan Di Perkotaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hasil dari berbagai upaya untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia, khususnya di perkotaan, menjelang terjadinya krisis moneter dan ekonomi tahun 1997, pada dasarnya telah cukup menunjukkan hasilnya dalam mengurangi kemiskinan. Sungguhpun jumlah penduduk perkotaan yang selalu cenderung bertambah dari tahun ke tahun, tapi jumlah penduduk miskin di perkotaan tidak meningkat secara proporsional yang jika pada tahun 1976 sebanyak 10,5 juta, ternyata kemudian menurun menjadi 8,3 juta (1978); 9,5 juta (1980) dan seterusnya tetap berada di bawah 10 juta, yaitu rata-rata 8,9 juta per tahun hingga pada tahun 1996. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika ditinjau menurut proporsinya secara persentase, penduduk miskin itu telah cenderung menurun dari 38,8% (1976); menjadi 30,8% (1980); 23,1% (1984); 16,8% (1990) dan seterusnya hingga mencapai 9,7% pada tahun 1996 menurut standar perhitungan lama atau 13,6% menurut standar perhitungan baru 1998. Untuk lebih rinci mengenai jumlah dan persentase penduduk miskin perkotaan ini dapat dilihat pada Tabel 2 yang berikut ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2 &lt;br /&gt;Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin &lt;br /&gt;Perkotaan di Indonesia, &lt;br /&gt; 1976-2003 a) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun  Batas Miskin &lt;br /&gt;Rp/Kapita/Bulan  Jumlah Penduduk &lt;br /&gt;Miskin (juta jiwa)  Persentase (%) &lt;br /&gt;Penduduk Miskin &lt;br /&gt;1976 &lt;br /&gt;1978 &lt;br /&gt;1980 &lt;br /&gt;1981 &lt;br /&gt;1984 &lt;br /&gt;1987 &lt;br /&gt;1990 &lt;br /&gt;1993 &lt;br /&gt;1996 &lt;br /&gt;1998 &lt;br /&gt;1999 &lt;br /&gt;2000 &lt;br /&gt;2001 &lt;br /&gt;2002 &lt;br /&gt;2003  4.522 &lt;br /&gt;4.969 &lt;br /&gt;6.831 &lt;br /&gt;9.777 &lt;br /&gt;13.731 &lt;br /&gt;17.381 &lt;br /&gt;26.614 &lt;br /&gt;27.905 &lt;br /&gt;38.246 &lt;br /&gt;[ 42.032 ] b) &lt;br /&gt;96.959 &lt;br /&gt;92.409 &lt;br /&gt;91.632 &lt;br /&gt;100.011 &lt;br /&gt;130.499 &lt;br /&gt;138.803  10,5 &lt;br /&gt;8,3 &lt;br /&gt;9,5 &lt;br /&gt;9,3 &lt;br /&gt;9,3 &lt;br /&gt;9,7 &lt;br /&gt;9,4 &lt;br /&gt;8,7 &lt;br /&gt;7,2 &lt;br /&gt;[ 9,6 ] b) &lt;br /&gt;17,2 &lt;br /&gt;15,7 &lt;br /&gt;13,3 &lt;br /&gt;8,6 &lt;br /&gt;13,3 &lt;br /&gt;12,3  38,8 &lt;br /&gt;30,8 &lt;br /&gt;29,0 &lt;br /&gt;28,1 &lt;br /&gt;23,1 &lt;br /&gt;20,1 &lt;br /&gt;16,8 &lt;br /&gt;13,4 &lt;br /&gt;9,7 &lt;br /&gt;[ 13,6 ] b) &lt;br /&gt;21,9 &lt;br /&gt;19,5 &lt;br /&gt;14,6 &lt;br /&gt;9,8 &lt;br /&gt;14,5 &lt;br /&gt;13,6 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : BPS, Statistik Indonesia 2003. &lt;br /&gt;a) Berdasarkan standar 1998 yang disesuaikan dengan pola konsumsi tahun yang bersangkutan&lt;br /&gt;b) Hasil Susenas Februari (reguler) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran perkembangan jumlah dan persentase penduduk miskin perkotaan yang cenderung menurun secara berkelanjutan sejak tahun 1976 senagaimana yang dikemukakan di atas telah berlangsung hingga tahun 1996. Pada tahun 1997 terjadi krisis moneter dan ekonomi yang melanda negara-negara Asia, khususnya Asia Tenggara terutama Indonesia. Dampak krisis moneter sangatlah terasa di antara penduduk miskin dan semakin meluasnya kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PHK yang terjadi di mana-mana membuat ribuan pekerja formal dari golongan masyarakat berpendapatan rendah dan menengah di kota-kota menjadi penganggur atau pekerja di sektor informal, dan banyak pula diantaranya kembali ke desa masing-masing. Dalam peristiwa meningkat-nya kemiskinan secara nasional sejak Februari 1996 hingga Februari 1999, terlihat bahwa tingkat kemiskinan di perkotaan yang semula kurang dari seperempatnya telah meningkat menjadi sekitar sepertiganya dari jumlah kemiskinan di pedesaan (World Bank, 2003). &lt;br /&gt;Hal yang dikemukakan di atas dapat diuraikan lebih lanjut secara jelas dengan menggunakan data-data Badan Pusat Statistik (BPS, 2004). Setelah dikutip data dasarnya dan dihitung oleh penulis persentase penduduk miskin perkotaan terhadap penduduk miskin total Indonesia, maka dapat dikemukakan Tabel yang berikut ini.&lt;br /&gt;Tabel 3&lt;br /&gt;Jumlah Penduduk Miskin dan Persentasenya &lt;br /&gt;Terhadap Penduduk Miskin Indonesia Keseluruhannya, &lt;br /&gt;Tahun 1976 – 2003 a) &lt;br /&gt;Tahun  Jumlah Penduduk &lt;br /&gt;Miskin Perkotaan &lt;br /&gt;(juta jiwa)  Jumlah Penduduk &lt;br /&gt;Miskin Indonesia &lt;br /&gt;(juta jiwa)  Persentase Penduduk &lt;br /&gt;Miskin Perkotaan Terhadap Total Indonesia &lt;br /&gt;1976 &lt;br /&gt;1978 &lt;br /&gt;1980 &lt;br /&gt;1981 &lt;br /&gt;1984 &lt;br /&gt;1987 &lt;br /&gt;1990 &lt;br /&gt;1993 &lt;br /&gt;1996 &lt;br /&gt;1998 &lt;br /&gt;1999 &lt;br /&gt;2000 &lt;br /&gt;2001 &lt;br /&gt;2002 &lt;br /&gt;2003  10,5 &lt;br /&gt;8,3 &lt;br /&gt;9,5 &lt;br /&gt;9,3 &lt;br /&gt;9,3 &lt;br /&gt;9,7 &lt;br /&gt;9,4 &lt;br /&gt;8,7 &lt;br /&gt;7,2 &lt;br /&gt;[ 9,6 ] b) &lt;br /&gt;17,2 &lt;br /&gt;15,7 &lt;br /&gt;12,3 &lt;br /&gt;8,6 &lt;br /&gt;13,5 &lt;br /&gt;12,2  54,2 &lt;br /&gt;47,2 &lt;br /&gt;42,3 &lt;br /&gt;40,6 &lt;br /&gt;35,0 &lt;br /&gt;30,0 &lt;br /&gt;27,2 &lt;br /&gt;25,9 &lt;br /&gt;22,5 &lt;br /&gt;[ 34,5 ] b) &lt;br /&gt;49,5 &lt;br /&gt;48,4 &lt;br /&gt;38,7 &lt;br /&gt;37,9 &lt;br /&gt;38,4 &lt;br /&gt;37,3  19,27 &lt;br /&gt;17,58 &lt;br /&gt;22,48 &lt;br /&gt;22,91 &lt;br /&gt;26,57 &lt;br /&gt;32,33 &lt;br /&gt;34,56 &lt;br /&gt;33,59 &lt;br /&gt;32,00 &lt;br /&gt;[ 27,83 ] b) &lt;br /&gt;34,75 &lt;br /&gt;32,44 &lt;br /&gt;31,78 &lt;br /&gt;22,69 &lt;br /&gt;34,63 &lt;br /&gt;32,71 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: BPS, Statistik Indonesia 2003 &lt;br /&gt;a) Berdasarkan standar 1998 yang disesuaikan dengan pola konsumsi tahun yang bersangkutan &lt;br /&gt;b) Hasil Sensus Februari (reguler) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data pada Tabel 3 tersebut di atas tampak bahwa pada tahap-tahap awal selama tiga dekade (1976-1996) upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia ternyata bahwa penurunan angka kemiskinan secara nasional terjadi dalam jumlah yang cukup besar, namun di perkotaan hampir tidak terjadi penurunan jumlahnya. Ini berarti terjadinya tren penurunan yang cukup besar di Indonesia hanya terdapat di pedesaan. Bahkan secara persentase terhadap total. kemiskinan di Indonesia, kemiskinan di perkotaan selama dua dekade cenderung meningkat yaitu dari 19,27% (1967) hingga menjadi 32,33% (1987). Sejak tahun 1987 itu (kecuali tahun 2001) persentase penduduk miskin perkotaan terhadap total penduduk miskin Indonesia ternyata hampir tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun , yaitu tetap dalam kondisi dimana rata-rata setiap tahunnya hampir sepertiganya (32,12%) berada di daerah perkotaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya oleh Bank Dunia dalam paparannya (World Bank, 2003) dikemukakan bahwa antara tahun 1996-1999, dalam hal indeks kemiskinan perkotaan di Indonesia dengan perhitungan per kapita, kesenjangan kemiskinan dan parahnya kemiskinan, telah semakin meningkat sebesar dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Sehubungan dengan itu pemerintah menanggapi kemiskinan ini, khususnya di perkotaan, dengan empat cara, yaitu: (a) meningkatkan persediaan makanan, (b) menciptakan lapangan kerja, (c) menyediakan akses untuk menampung kondisi kritis terhadap layanan sosial, dan (d) meningkatkan akses ekonomi lokal melalui dana hibah regional dan pengembangan sistem kredit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perkembangan kemiskinan perkotaan yang diakibatkan oleh krisis moneter sebagaimana yang dikemukakan di atas tampak dengan jelas berupa terjadinya lonjakan kemiskinan yang sangat tinggi, dari sebanyak 7,2 juta (9,7%) pada tahun 1996 meningkat menjadi 17,2 juta (21,9%) pada tahun 1998. Dan dengan berbagai upaya dan tindakan sebagaimana yang dikemukakan di atas, jumlah penduduk miskin itu pada tahun 1999 sudah agak sedikit menurun, yaitu menjadi 15,7 juta atau 19,5% dari jumlah penduduk perkotaan keseluruhannya (lihat Tabel 2 sebelumnya). Namun jumlah maupun persentase penduduk miskin perkotaan ini masih lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 1996 sebelum terjadinya krisis moneter. Tahun-tahun selanjutnya, yaitu mulai tahun 2000 telah terjadi sedikit penurunan jumlah penduduk miskin perkotaan ini, namun dari sudut jumlah tetap masih jauh lebih tinggi dari pada tahun 1976. Hanya secara persentase terhadap jumlah penduduk perkotaan keseluruhannya, posisinya sudah jauh lebih baik, dimana pada tahun 2003 persentase penduduk miskin perkotaan (13,6) sudah dalam kondisi yang hampir sama dengan yang dicapai pada tahun 1993 (13,4%), namun belum mencapai kondisi yang dicapai pada tahun 1996 (9,7%), menurut metode perhitungan yang lama atau juga persis sama dengan kondisi tahun 1996 (13,6) dengan menggunakan metode perhitungan 1998. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Karakteristik Dan Fenomena Kemiskinan Perkotaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Konferensi Dunia Untuk Pembangunan Sosial di Kopenhagen 1995 (Kementerian Koordinator Bidang Kesra, 2002) kemiskinan dalam arti luas di negara-negara berkembang memiliki wujud yang multidimensi yang meliputi sangat rendahnya tingkat pendapatan dan sumberdaya produktif yang menjamin kehidupan berkesinambungan; kelaparan dan kekurangan gizi; keterbatasan dan kurangnya akses kepada pendidikan dan layanan-layanan pokok lainnya; kondisi tak wajar dan kematian akibat penyakit yang terus meningkat; kehidupan bergelandang dan tempat tinggal yang jauh dari memadai; lingkungan yang tidak aman; serta diskriminasi dan keterasingan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud kemiskinan sebagaimana yang dikemukakan di atas tercermin pada rumah tangga miskin yang terdapat di Indonesia, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Dalam hubungan ini Badan Pusat Statistik (BPS, 1992) mengemukakan karakteristik rumahtangga miskin dapat dilihat dari jumlah pekerja dan tempat tinggal, pemilikan dan penguasaan tanah (pertanian), tingkat pendidikan dan jam kerja kepala rumah tangga, serta jenis dan status pekerjaan rumah tangga. Dikemukakan pertama-tama bahwa rumah tangga miskin hanya mempunyai satu orang pekerja yang menghasilkan pendapatan. Sebagian besar. kondisi tempat tinggal mereka belum memenuhi persyaratan kesehatan yang memadai. Rumah tangga miskin hanya memiliki lahan (pertanian) yang sangat kecil atau bahkan banyak diantaranya tidak memilikinya sama sekali. Tingkat pendidikan kepala rumah tangganya sangat rendah. Jam kerja mereka rata-rata per minggu relatif jauh lebih lama. Disamping itu jenis dan status pekerjaan kepala rumah tangga di pedesaan sebagian besar adalah petani kecil atau buruh tani dan di perkotaan berupa usaha atau kegiatan sendiri kecil-kecilan, terutama sektor informal baik yang legal maupun yang ilegal. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Keith Hart (1973), sebagai ilustrasi, sektor informal yang legal itu adalah berupa tukang kayu/batu, pedagang kecil eceran dan asongan, tukang ojek/becak, tukang cukur, tukang sol/semir sepatu, dan sebagainya. Sedangkan sektor informal yang ilegal adalah seperti pencopet, pencuri, penadah barang curian, prostitusi, penyelundup, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, dari data statistik yang dikemukakan Badan Pusat Statistik (BPS, 1992) dapat disimpulkan antara lain bahwa rumah tangga miskin di perkotaan yang kepala rumah tangganya berpendidikan SD dan Tidak Tamat SD sebanyak 88,86% yang hampir sama saja dengan yang terdapat di pedesaan yaitu sebanyak 96,12%. Selanjutnya mengenai rumah tangga miskin menurut sumber penghasilan utama adalah di perkotaan sebanyak 23,71% pada sektor pertanian dan 76,29% pada sektor industri, bangunan dan jasa. Sedangkan di pedesaan rumah tangga miskin yang berpenghasilan utama pertanian sebanyak 81,97% dan pada sektor industri dan jasa sebanyak 18,03%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Dunia dalam suatu Dissemination Paper-nya (The World Bank, 2003) tetang “Kota-kota Dalam Transisi: Tinjauan Sektor Perkotaan Pada Era Desentralisasi di Indonesia”, antara lain mengemukakan tentang kondisi kemiskinan perkotaan di Indonesia. Hal ini dapat disimpulkan pertama-tama bahwa hak masyarakat miskin perkotaan terhadap tanah, rumah, infrastruktur dan pelayanan dasar, kesempatan kerja dan mendapatkan pinjaman, pemberdayaan dan partisipasi, rasa aman dan keadilan sangatlah terbatas sekali dalam kehidupan mereka sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dikemukakan dalam laporan Bank Dunia tersebut tentang kondisi berbagai aspek kemiskinan perkotaan di Indonesia, yang dapat diringkaskan dan dimodifikasikan sebagaimana dikemukakan berikut ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kepemilikan dan Akses Terhadap Tanah yang Sulit dan Sangat Terbatas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penataan tanah perkotaan yang tidak jelas dan harga tanah yang tinggi sangatlah menekan sehingga masyarakat miskin perkotaan menderita. Apalagi sistem hak atas tanah yang kompleks dengan tujuh macam hak atas tanah dari hak milik hingga hak guna sementara, serta biaya mendapatkan sertifikat tanah yang relatif tinggi. Kesemuanya berakibat masyarakat miskin pada umumnya tinggal di tempat yang ilegal atau pada lahan milik negara atau lainnya. &lt;br /&gt;Kebanyakan keluarga miskin yang memiliki tanah hanya mempunyai hak tradisional atas tanah, tidak mempunyai hak yang resmi. Sehingga mudah bagi pemerintah atau proyek-proyek besar untuk menggusur mereka tanpa kompensasi yang wajar atau memadai. Ditambah lagi dengan derasnya arus urbanisasi, ketiadaan pekerjaan dan tekanan penghidupan menimbulkan terjadinya pemakaian tanah untuk membangun rumah spontan dan gubuk secara liar, dan memunculkan daerah kumuh untuk kehidupan dari keluarga miskin. Kesemuanya itu merupakan potret yang umum terjadi di daerah pekotaan, terutama pada kota-kota besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rumah Berfungsi Ganda serta Kepemilikannya Sangat Berisiko dan Kebanyakannya Ilegal &lt;br /&gt;Perumahan bagi masyarakat miskin, khususnya di perkotaan, bukan hanya sebagai tempat berlindung tetapi juga merupakan aset, tempat berusaha/bekerja dan sumber berpijak untuk memperoleh penghasilan yang tercermin antara lain berupa bertumpuknya barang-barang bekas yang akan dijual. Namun demikian terdapat keterbatasan mereka dalam melakukan pilihan lokasi atas rumah atau tempat tinggalnya tersebut. Sehubungan dengan itu mereka terpaksa memilih diantara beberapa alternatif lokasi yang terbatas dimana terdapat hambatan akses untuk bekerja dan ketidakpastian dalam kepemilikan ditambah dengan kondisi lingkungan bekerja yang tidak aman, yang berisiko tinggi terhadap kesehatan, keselamatan dan keamanan mereka. Seringkali terjadi bahwa kaum miskin itu membangun penampungan dan gubuk di lahan kosong secara liar yang bukan di atas lahan miliknya. Dan terhadap bangunan rumah/gubuk liar tersebut seringkali terjadi penertiban dan penggusuran, sehingga berakibat keluarga miskin tersebut semakin menderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tingkat Pendidikan Keluarga Sangat Rendah dan Ketergantungan Hidup Keluarga yang Besar &lt;br /&gt;Sungguhpun tingkat pendidikan mereka sangat rendah, namun rumah tangga perkotaan rata-rata berpendidikan relatif lebih baik dibandingkan dengan rumah tangga pedesaan, disamping itu terdapat perbedaan yang tajam dalam tingkat pendidikan antara keluarga kaya dengan keluarga miskin perkotaan. &lt;br /&gt;Tingkat partisipasi sekolah dan kemampuan membaca masyarakat miskin lebih tinggi di perkotaan (tertinggi di Jakarta) dibandingkan dengan yang terdapat di pedesaan, namun tingkatan ini tidak otomatis ditentukan berdasarkan jenis dan kondisi hunian. Dan, warga buta huruf lebih banyak terjadi pada masyarakat miskin di beberapa kota tertentu dibandingkan dengan di daerah pedesaan. &lt;br /&gt;4. Kondisi Lingkungan Buruk Yang Berisiko Penyakit dan Akses/Tingkat Kesehatan Yang Sangat Rendah &lt;br /&gt;Secara umum, masyarakat perkotaan memiliki akses yang relatif lebih besar untuk mendapatkan fasilitas kesehatan. Namun tingkat kesehatan mereka belum tentu lebih baik karena terdapatnya gizi yang buruk, tekanan lingkungan sanitasi yang buruk, dan perilaku hidup yang tidak sehat. Dan bahkan seringkali pelayanan dan tingkat kesehatan di wilayah miskin perkotaan tidak lebih baik, dan terkadang lebih buruk daripada daerah pedesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan populasi keseluruhan secara umum dapat dikatakan penghuni kawasan kumuh di perkotaan memiliki harapan hidup yang lebih pendek, serta tingkat kematian ibu dan bayi yang lebih tinggi. Tambahan pula disini terdapat berbagai masalah kesehatan seperti penyakit diare/disentri, kekurangan gizi dan gangguan mental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Status Pekerjaan Tidak Menentu dan Bekerja Seadanya Sebisa Mungkin Serta Tingkat Pengangguran Yang Tinggi &lt;br /&gt;Dari hasil survei dikemukakan bahwa status dan jenis pekerjaan penduduk (miskin) tidaklah otomatis merupakan indikasi sesungguhnya dari keadaan kemiskinan di perkotaan. Di sini status pekerjaan secara independen tidak bisa serta merta dijadikan ukuran tingkat pendapatan yang rendah atau ukuran kriteria kemiskinan. Dan ini lebih nyata tampak bahwa nereka yang bekerja di sektor informal tertentu selama masa krisis moneter tahun 1997 dapat bertahan dan bahkan lebih baik kondisinya daripada sektor formal, terutama pada bidang manufaktur tertentu, yang bahkan banyak terjadi PHK terhadap para pekerjanya.&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan status dan jenis pekerjaan tersebut pada berbagai sektor lapangan kerja dilaporkan bahwa pengangguran di daerah perkotaan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan di daerah pedesaan. Dan tingkat pengangguran-nya cenderung meningkat untuk kaum miskin (dan non miskin) dengan peningkatan yang berhubungan dengan kondisi dan fasilitas pemukiman buruk yang tidak menguntungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sangat Terbatasnya Akses ke Fasilitas Dasar Perkotaan &lt;br /&gt;Kaum miskin perkotaan sangat kurang tercukupi kebutuhannya atas pelayanan kebutuhan dasar mereka seperti air bersih, sanitasi, saluran air dan jalan akses. Kondisi ini terjadi antara lain karena kurangnya bantuan dan penanganan pemerintah, baik berupa pemeliharaan maupun investasi baru atas infrastruktur lingkungan yang diperlukan masyarakat setempat. &lt;br /&gt;Menurut hasil survai ternyata relatif lebih banyak rumah tangga di perkotaan yang tidak memiliki akses air bersih dibandingkan rumah tangga di pedesaan. Banyak di antara kaum miskin perkotaan yang terpaksa membeli air bersih, dan bahkan mereka tergantung pada fasilitas air minum “swasta” yang lebih mahal. Demikian pula dalam hal fasilitas toilet, kondisinya serba kurang dan menyedihkan, meskipun tidak banyak bedanya antara di perkotaan dan di pedesaan. &lt;br /&gt;Dalam hal pembuangan sampah, kebanyakan masyarakat miskin dan pemukiman miskin menggunakan lahan terbuka, lubang-lubang atau saluran air. Ini menyebabkan risiko kontaminasi terhadap air permukaan dan air tanah di daerah perkotaan yang penduduknya padat. Selain menimbulkan polusi terhadap lingkungan hidup, hal ini juga merusak keindahan kota dan menimbulkan bahaya banjir yang selalu melanda pemukiman mereka sewaktu musim penghujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Upaya Penanggulangan Kemiskinan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tidak banyak bedanya upaya penanggulangan kemiskinan di perkotaan dibandingkan dengan di pedesaan. Namun karena cakupan, kondisi dan tingkatnya yang agak berbeda satu sama lain, maka focus, sasaran dan penekanan upaya penanggulangan kemiskinan tersebut dapat berbeda antara untuk daerah perkotaan dan daerah pedesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal-awal proses pembangunan bahkan hingga lima tahun Pelita Kelima dimana penduduk miskin lebih terkonsentrasi di daerah pedesaan yang hidup dari pertanian, maka program pembagunan pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia lebih berorientasi dan terfokus kearah pedesaan tersebut. Hal ini dilakukan dengan berbagai program dalam upaya penanggulangan kemiskinan tersebut yang secara garis besar dapat disimpulkan menurut kelompok yang dibedakan dalam empat hal (BPS, 1992), yaitu: Pertama, Program Peningkatan Produksi Pertanian. Program ini dilakukan antara lain dengan intensifikasi pemanfaatan lahan, penyaluran pupuk dan obat-obatan, kebijakan penetapan harga gabah, dan sebagainya. Kedua, Program Pembangunan Prasarana dan Sarana Fisik. Program ini meliputi pembangunan jalan penghubung antar desa dan jalan lingkungan desa/kampung, sistem pembuangan sampah dan air kotor, sistem drainase, distribusi listrik, instalasi air bersih, hidran umum, sarana MCK, dan sebagainya. Ketiga, Program Pengembangan SDM bagi Penduduk Miskin. Program ini antara lain berupa kesempatan memperoleh pendidikan dasar (melalui program Inpres SD) dan akses pada pelayanan kesehatan (melalui Puskesmas). Dalam program pendidikan bagi kelompok miskin ini juga didukung dengan pengangkatan dan penataran guru, pengadaan buku sekolah, dan lain-lain. Dan sejalan dengan itu juga diselenggarakan pelatihan ketrampilan terhadap tenaga kerja. Sedangkan pengadaan kemudahan akses pelayanan kesehatan terutama ditujukan pada upaya pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan, dan pelayanan pengobatan, terutama bagi masyarakat miskin. Keempat, Berbagai Program Lainnya. Berbagai program lainnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan ini antara lain program transmigrasi, program padat karya dan program pengembangan kawasan terpadu. Program kawasan terpadu ini kemudian diintegrasikan ke dalam program IDT (Inpres Desa Tertinggal). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Kementrian Koordinasi Kesra dalam Dokumen Interim Strategi Penanggulangan Kemiskinan (2002) semua upaya pemerintah melalui program-program yang dikemukakan diatas disebutnya sebagai kebijakan dan program untuk menanggulangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan dasar , yang meliputi: (a) pangan, (b) pelayanan kesehatan dan pendidikan, (c) perluasan kesempatan kerja, (d) bantuan sarana dan prasarana pertanian, (e) bantuan kredit usaha bagi masyarakat miskin, dan (f) bantuan prasarana pemukiman kumuh di perkotaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dapat dikemukakan bahwa upaya pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan tersebut telah lebih diintensifkan sejak tahun 1994 melalui program Inpres Desa Tertinggal (IDT), Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT), Program Pengembagan Kecamatan (PPK), Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) dan pada saat krisis ekonomi telah diluncurkan pula program Jaring Pengaman Sosial (JPS). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana terlihat pada Tabel 2 tersebut dimuka ternyata bahwa berbagai upaya pemerintah yang dikemukakan di atas pada dasarnya sudah dapat menurunkan jumlah penduduk miskinsecara nasional, termasuk di perkotaan, terutama hingga tahun 1996. Namun penurunan angka kemiskinan itu ternyata masih sangat rentan terhadap perkembangan ekonomi makro, dimana yang terjadi bahkan peningkatan kemiskinan kembali pada tahun 1998 dan tahun 1999 akibat krisis moneter dan ekonomi tersebut. Dan sungguhpun tahun-tahun berikutnya angkanya agak menurun kembali tapi masih tetap cukup tinggi dan berfluktuasi, baik dalam jumlah maupun dalam persentasenya terhadap total. Hal ini mengisyaratkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan, baik di perkotaan maupun di pedesaan perlu tetap mendapat perhatian dan penanganan yang sungguh-sungguh, baik dengan kebijakan dan program lama yang membuktikan keberhasilannya maupun dengan tambahan upaya dan kebijakan baru yang perlu dikaji dan ditetapkan yang akan dapat mencapai tujuan dan hasil sebagaimana yang diharapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, dikemukakan oleh Bank Dunia dalam makalahnya (2003) bahwa sesungguhnya tanggapan keluarga pada masyarakat miskin terhadap masalah dan krisis multidimensi yang terjadi di lingkungan mereka tergantung pada aset-tenaga kerja, sumber daya manusia dan sumber daya sosial yang mereka dapat gunakan. Karena itu upaya, tindakan dan kebijakan pemerintah secara umum, khususnya untuk daerah perkotaan, perlu mencakup terutama antara lain yang terkait dengan hal-hal yang diringkaskan dan dimodifikasikan sebagaimana dikemukakan berikut ini. &lt;br /&gt;a) Kelanjutan kebijakan dan upaya yang cukup berhasil dalam pengentasan kemiskinan. &lt;br /&gt;Dalam hal ini masyarakat miskin harus mempunyai akses yang sama dan hak yang adil atas aset serta hasil produksi mereka. Kebijakan mengenai tenaga kerja, kapital (finansial, simpanan), tanah dan sumber daya alam harus dapat akses kepada mereka dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat miskin tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Desentralisasi untuk memperbaiki kepemerintahan yang pro-miskin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desentralisasi menjanjikan perubahan hubungan antara masyarakat miskin dan pemerintah serta membuat pemerintah lebih mudah diakses. Dalam hubungan ini hal-hal yang penting dalam agenda pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah dengan pertukara danperputaran informasi yang bebas akan terjadi peningkatan pengertian dan kesadaran masyarakat miskin, tersalurnya suara dan aspirasi masyarakat miskin dalam pengambilan kebijakan serta tercipta dan berkembangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program-programnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Investasi dan pengeluaran Pemerintah yang terfokus kepada pengentasan kemiskinan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalokasian pengeluaran pemerintah yang mempertahankan perimbangan fiskal dan dalam rangka pelaksanaan desentralisasi selain diarahkan kepada sasaran yang menguntungkan masyarakat miskin, juga harus menjadi elemen kunci dalam kebijakan ekonomi yang sehat, baik pada tingkat nasional maupun lokal. &lt;br /&gt;Sejalan dengan itu perlu ditemukan dan dikembangkan pengukuran dan penilaian kemiskinan yang lebih tepat serta peningkatan kapasitas daerah untuk penanggulangan kemiskinan, desentralisasi fiskal yang pro-miskin melalui alokasi DAU dan DAK yang sehat, pemberian subsidi dan kredit secara efektif dan efisien, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Pembuatan jaring pengaman untuk golongan termiskin &lt;br /&gt;Meskipun upaya penanggulangan kemiskinan di daerah perkotaan dilaksanakan dan disukseskan melalui dan oleh individual, keluarga dan masyarakat miskin sendiri, namun tetap ada kelompok orang miskin yang memerlukan perhatian/bantuan khusus, seperti mereka yang sangat miskin, yang terisolasi secara fisik dan sosial yaitu yatim piatu, cacat fisik-mental, kena musibah banjir-kebakaran, dan sebagainya. Kepada orang-orang miskin yang demikian itu perlu diberikan bantuan darurat dalam mengatasi kesusahan dan penderitaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Kemudahan akses terhadap tanah dan perumahan yang terjangkau &lt;br /&gt;Reformasi pertanahan perlu dilakukan meliputi proses registrasi, sistem informasi tanah, perencanaan dan pengelolaan tata guna lahan perkotaan dan mekanisme penyediaan lahan. Dan tentu saja reformasi ini perlu mempertimbangkan dan mengikutsertakan pemilik dan masyarakat, khususnya masyarakat miskin, di perkotaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Penyediaan infrastruktur untuk peningkatan mobilitas, akses dan lingkungan &lt;br /&gt;Tingkat aksesibilitas dan kualitas infrastruktur yang terjangkau untuk masyarakat miskin masih serba kurang dan terbelakang. Untuk mengatasinya perlu perhatian dan dukungan yang lebih besar dari pemerintah, pusat dan daerah, dengan berbagai upaya dan programnya. &lt;br /&gt;Upaya tersebut antara lain dengan penguatan kapasitas daerah/lokal dan ketersediaan finansial, penarikan iyuran kepada pengguna pelayanan, pemberian subsidi silang, membangun kerja sama LSM atau organisasi masyarakat. Disamping itu juga mengurangi kecenderungan anti- miskin dalam pengambilan kebijakan infrastruktur kota, serta penyediaan fasilitas pelayanan masyarakat umum dalam penyediaan air, sanitasi, drainase, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) Kesempatan untuk pemberdayaan ekonomi melalui akses terhadap kredit dan permodalan &lt;br /&gt;Kebijakan ekonomi makro yang berhasil memang secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk keluarga miskin, sehingga perlu tetap dipertahankan dan dikembangkan. &lt;br /&gt;Namun demikian hal itu tidaklah cukup untuk menanggulangi kemiskinan, hendaknya perlu pula memfasilitasi masyarakat miskin dengan menguatkan institusi mikro ekonomi daripada hanya pada pengembangan sektoral, mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dalam usaha masyarakat, memperbaiki akses terhadap permodalan dan informasi, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) Peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan yang lebih baik &lt;br /&gt;Rendahnya kualitas sumber daya manusia yang berakibat rendahnya produktivitas, produksi dan pendapatan masyarakat, khususnya rumah-tangga miskin, perlu diatasi pertama-tama melalui pendidikan luar sekolah, pelatihan-pelatihan tenaga kerja, dan sebagainya. Dan dalam rangka peningkatan SDM itu, perlu pula adanya program dan penanganan di bidang kesehatan yang terjangkau oleh masyarakat miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal tersebut, dalam penentuan program dan kebijakan intervensi yang efektif perlu mengikutsertakan aspirasi, kebutuhan dan kapasitas lokal. Dalam penentuan target dan sasaran dalam pelaksanaannya agar lebih banyak diserahkan kepada LSM dan organisasi masyarakat setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat ditambahkan bahwa sungguhpun kebanyakan upaya dan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang dikemukakan diatas sudah dan diharapkan akan dilaksanakan dan dikembangkan pada masa-masa mendatang, namun banyak pula diantaranya yang berjalan sendiri-sendiri serta kurang keterkaitan dan keterpaduan satu sama lainnya. Oleh karena itu, sebagaimana yang dikemukkan oleh Tim Koordinasi Menko Kesra (2002), bahwa dalam rangka pendekatan mengurangi beban biaya bagi penduduk miskin serta meningkatkan pendapatan atau daya beli mereka, kebijakan dan upaya untuk itu perlu dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, perlu diambil kebijakan pembangunan yang berpihak pada penanggulangan kemiskinan, yang antara lain meliputi: (a) optimalisasi pemanfaatan APBN dan APBD, (b) penajaman program-program, (c) pengarahan dana pinjaman dan hibah, (d) sinkronisasi kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan serta (e) pelibatan LSM dan perguruan tinggi dan lain-lain dalam pemantauan. Kesemuanya itu dilakukan dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan pencapaian tujuan dan sasaran penanggulangan kemiskinan. Sehingga dengan demikian pada dasarnya upaya penanggulangan kemiskinan itu haruslah bersifat menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. KESIMPULAN &lt;br /&gt;Sebagaimana halnya dengan negara-negara berkembang lainnya yang bertumbuh, negara Indonesia mengalami proses urbanisasi antara peningkatan jumlah dan persentase penduduk perkotaan yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Kecenderungan peningkatan penduduk ini telah sampai pada tingkat dimana penduduk perkotaan sudah mencapai 42,2% (SP 2000), 46,3% (proyeksi 2003) dan 50,8% (proyeksi 2006). Dengan demikian sejak tahun 2006 jumlah penduduk perkotaan akan melebihi jumlah penduduk pedesaan. Dan ini akan cenderung meningkat terus pada tahun-tahun mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah dan persentase penduduk perkotaan yang semakin meningkat dan berkepadatan semakin tinggi akan berakibat semakin beratnya “beban” kehidupan perkotaan dan semakin meningkat dan meluasnya berbagai permasalahan yang muncul, terjadi dan berkembang di daerah perkotaan, yang salah satu diantaranya masalah kemiskinan perkotaan, dengan segala latar belakang dan aspeknya. Sungguhpun telah dilakukan berbagai upaya dan kebijakan untuk menanggulangi kemiskinan, namun jumlah penduduk miskin perkotaan tetap saja tinggi. Memang telah terjadi penurunannya selama empat tahun terakhir sesudah krisis moneter, namun jumlahnya tetap saja tinggi, bahkan masih jauh lebih tinggi dari pada tahun 1976 sejak upaya penanggulangan kemiskinan tersebut telah mulai digalakkan. Secara persentase terhadap total penduduk miskin Indonesia, ternyata bahwa yang sebelum tahun 1981 penduduk miskin perkotaan selalu kurang dari 25%, maka sejak tahun 1987 (kecuali tahun 2001) selalu lebih besar dari pada 30% dari total penduduk miskin. Artinya pada umumnya sejak tahun tersebut jumah penduduk miskin rata-rata sepertiganya terdapat di daerah perkotaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud karakteristik kemiskinan dan rumah tangga miskin pertama-tama tercermin pada keluarganya yang bekerja hanya seorang pekerja yang berpendapatan minim, tempat tinggalnya sangat sederhana dan jauh dari persyaratan kesehatan yang memadai bahkan banyak diantaranya hanya berupa gubuk dan bangunan liar, tingkat pendidikan kepala keluarganya sangat rendah, mereka hampir tidak memiliki aset dan fasilitas kehidupan maupun akses untuk mendapatkannya, untuk memenuhi kebutuhan hidup minimalnya mereka terpaksa bekerja keras apa saja yang memakan waktu yang jauh lebih lama, di pedesaan umumnya mereka bekerja sebagai petani kecil dan buruh tani, sedangkan di perkotaan kebanyakannya bekerja pada sektor-sektor informal dan pekerjaan-pekerjaan lepas yang tidak menentu dan tidak stabil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung karena pada awal-awalnya kebanyakan penduduk miskin di Indonesia hidup di daerah pedesaan, maka upaya penanggulangan kemiskinan itu semula lebih terfokus ke pedesaan dan pertanian. Hal ini diwujudkan mula mula berupa program peningkatan produksi pertanian, program pembangunan parsarana dan sarana fisik yang menyentuh kemiskinan, program pengembangan SDM bagi penduduk miskin, dan berbagai program lainnya seperti program transmigrasi, program padat karya, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sejak tahun 1994 upaya pengentasan kemiskinan tersebut lebih diintensifkan melalui program Inpres Desa Tertinggal, program Pembangunan Prasarana Desa Tertinggal, program Pengembangan Kecamatan, program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan dan program Jaring Pengaman Sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya dan kebijakan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan, khususnya di perkotaan, yang menyangkut tenaga kerja, akses pada permodalan tanah dan sumber daya, akses atas pendidikan dasar dan pelayanan kesehatan, dan lain-lain bagi masyarakat miskin perlu dilanjutkan, dibina dan dikembangkan. Sehubungan dengan itu untuk mengatasi kemiskinan di pekotaan, antara lain pertama-tama perlu pelaksanaan desentralisasi untuk memperbaiki kepemerintahan yang pro- miskin, investasi dan pengeluaran pemerintah (pusat dan daerah) tertentu yang terfokus pada pengentasan kemiskinan serta penyediaan infrastruktur untuk peningkatan mobilitas, aksesibilitas dan lingkungan bagi masyarakat. Selanjutnya perlu keberlanjutan jaringan pengaman sosial bagi masyarakat khususnya yang termiskin, serta akses terhadap penyediaan tanah dan perumahan bagi golongan miskin. Sejalan dengan itu dalam rangka peningkatan produktivitas, produksi dan pendapatan mereka perlu kelanjutan dan pengembangan pemberdayaan ekonomi mereka melalui akses terhadap kredit dan permodalan serta peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan dan kesehatan yang lebih baik dan terjangkau oleh keluarga miskin tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, segala upaya, kebijakan dan tindakan yang dilakukan pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan, khususnya di perkotaan tersebut, haruslah bersifat menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan. Penanggulangan kemiskinan itu pertama-tama harus meliputi seluruh masyarakat miskin atas semua kelompok sasaran, semua sektor dan bidang kehidupan serta pada seluruh wilayah tanah air. Bersifat terintegrasi berarti bahwa kebijakan dan penanganannya pada setiap bidang dan sektor perekonomian tidaklah berdiri atau berjalan sendiri-sendiri. Akan tetapi dilaksanakan dan dijalankan secara terpadu antar depertemen/instansi terkait satu sama lainnya sehingga dapat dicapai hasil yang optimal. Sedangkan dalam sifat berkelanjutan berarti upaya pengentasan kemiskinan itu dilakukan terus menerus, baik terhadap kemiskinan yang masih ada maupun terhadap masyarakat tertentu yang berpotensi miskin, seperti mereka yang berada sedikit di atas garis kemiskinan. Sehingga kemiskinan tersebut dapat diatasi secara mantap, merata dan berkesinambungan untuk masa-masa mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Departemen Dalam Negeri, Pedoman Program Inpres Desa Tertinggal, Jakarta, 1993. &lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik, Penduduk Indonesia: Hasil Sensus Penduduk 2000 (Seri: RBL 1.1), Jakarta 2000, dan tahun-tahun sebelumnya. &lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik, Profil Penduduk Indonesia Tahun 2000 (atau SP sebelumnya), Jakarta, 2002. &lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik, Data dan Informasi Kemiskinan Tahun 2003, Jakarta, 2003. &lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik, Statistik Indonesia 2003, Jakarta 2004. &lt;br /&gt;Biro Pusat Statistik, Kemiskinan dan Pemerataan Pendapatan di Indonesia 1976-1990, Jakarta, 1992.&lt;br /&gt;Gilbert, Alan dan Josef Gugler, Urbanisasi dan Kemiskinan di Dunia Ketiga (terjemahan), PT Tiara Wacana Yogya, Yogyakarta, 1996. &lt;br /&gt;Hart, Keith, “Informal Income Opportunities and Urban Employment in Ghana” dalam Ian Livingston (ed), Development Economies and Policy: Readings, George Allen &amp; Unwin Ltd, London, 1981. &lt;br /&gt;Hentschel, Yesco and Radha Seshagiri, “The City Poverty Assessment: An Introduction” dalam Mila Freire &amp; Richard Stren (eds), The Challenge of Urban Development, WBI Development Studies, Washington DC, 2001. &lt;br /&gt;Kementerian Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat (Tim Koordinasi Penyiapan Penyusunan Perumusan Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan), Dokumen Interim Strategi Penanggulangan Kemiskinan, Jakarta, 2002. &lt;br /&gt;Remi, Subyatie Soemitro dan Priyono Tjiptoherijanto, Kemiskinan dan Kemerataan di Indonesia, Penerbit Reneka Cipta, Jakarta, 2002. &lt;br /&gt;Todaro, Michael P., Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga (Terjemahan) Jilid I, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2000. &lt;br /&gt;World Bank (Urban Sector Development Unit, Infrastructure Development, East Asia and Pacific Region), Kota-kota Dalam Transisi: Tinjauan Sektor Perkotaan Pada Era Desentralisasi di Indonesia (terjemahan), Dissemination Paper No 7, June 30, 2003. &lt;br /&gt;World Bank, World Development Report 2004: Making Service Work for Poor People, IBRD/ The World Bank, Washington DC, 2004. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-4158190982147200745?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/4158190982147200745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/4158190982147200745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/kemiskinan-perkotaan-di-indonesia.html' title='KEMISKINAN PERKOTAAN DI INDONESIA'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-3285354134720280032</id><published>2009-03-18T18:23:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T18:26:30.298-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Cukupkah Berpikir Positif?</title><content type='html'>Antara Jalan dan Tujuan&lt;br /&gt;Abraham Maslow pernah mengeluarkan nasehat bahwa salah satu yang penting untuk diingat bagi siapa pun yang ingin mengaktualisasikan potensinya adalah membedakan antara jalan dan tujuan dalam praktek hidup. Dalam teori, pasti semua orang sudah tahu apa itu perbedaan antara jalan dan tujuan, tetapi dalam praktek, jawabnya belum tentu. &lt;br /&gt;Andakaikan semua orang sudah mengerti perbedaan antara jalan dan tujuan dalam praktek, tentulah ilmu manajemen tidak sampai berpetuah: “Jangan menjadikan aktivitas sebagai tujuan”. Aktivitas adalah jalan, cara atau sarana sedangkan tujuan adalah sasaran yang hendak kita wujudkan dengan cara yang kita terapkan. Aktivitas bukanlah tujuan dan tujuan bukanlah aktivitas, dan karena itu perlu dibedakan. &lt;br /&gt;Andakaikan semua orang sudah mengerti perbedaan antara cara dan tujuan dalam praktek, tentulah Thomas Alva Edison tidak sampai berpetuah: “Jangan hanya menenggelamkan diri pada kesibukan demi kesibukan tetapi bertanyalah tujuan dari kesibukan yang Anda jalani.” Kesibukan kerapkali melupakan kita akan tujuan dari kesibukan itu dan karena itulah maka perlu diingatkan. &lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan pembahasan kali ini, mungkin sekali-sekali kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah berpikir positif itu jalan atau tujuan? Menggunakannya sebagai jalan berarti setelah kita berpikir positif masih ada proses positif yang perlu kita jalani sedangkan menggunakannya sebagai tujuan berarti kita cukup hanya sampai pada tahap menciptakan pikiran positif atas kenyataan buruk di tempat kerja, di sekolah, di kampus dan di mana-mana. &lt;br /&gt;Strategi Memilih&lt;br /&gt;Memilih sebagai jalan atau tujuan, sebenarnya adalah hak kita. Tidak ada orang yang akan melaporkan kita ke polisi dengan memilih salah satunya. Tetapi kalau kita berbicara manfaat yang sedikit dan manfaat yang banyak maka barangkali sudah menjadi keharusan-pribadi untuk selalu mengingat bahwa berpikir positif itu adalah jalan yang kita bangun untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Logisnya bisa dijelaskan bahwa jika jalan yang kita pilih itu positif, maka perjalanan kita menuju terminal tujuan juga positif atau terhindar dari hambatan-hambatan negatif akibat dari kekeliruan kita dalam memilih jalan. Begitu ‘kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini agak berbeda sedikit dengan ketika kita memilihnya sebagai tujuan. Dibilang baik memang sudah baik dan dibilang untung memang sudah untung. Untung yang paling riil adalah mendapatkan suasana batin yang positif atau terhindar dari hal-hal buruk yang diakibatkan oleh pikiran negatif. Dale Carnegie menyimpulkan: “Ingatlah kebahagian tidak tergantung pada siapa dirimu dan apa yang kamu miliki tetapi tergantung pada apa yang kamu pikirkan.” &lt;br /&gt;Hanya saja, jika ini dikaitkan dengan persoalan mengaktualkan potensi atau meraih prestasi yang lebih tinggi di bidang-bidang yang sudah kita pilih, tentulah masih belum final. Mengapa? Perlu disadari bahwa suasana batin yang sepositif apapun tidak bisa mengaktualisasikan potensi sedikit meskipun kalau suasana batin kita keruh akibat pikiran negatif, maka usaha kita untuk mengaktualisasikan potensi itu dipastikan terhambat. Jangankan potensi, sampah pun, menurut Tom Peters, tidak bisa dibuang oleh pemikiran yang jenius atau oleh strategi yang jitu. &lt;br /&gt;Bahkan menurut Charles A. O'Reilly, Professor, Stanford Graduate School of Business, dunia ini tidak peduli dengan apa yang kita tahu kecuali apa yang kita lakukan. Puncak dari kehidupan ini adalah tindakan, bukan pengetahuan. Mahatma Gandhi menyimpulkan bahwa ukuran penilaian manusia yang paling akhir adalah aksi, titik. Ini sudah klop dengan penjelasan Tuhan bahwa kita tidak mendapatkan balasan dari apa yang kita khayalkan (fantasi) melainkan dari apa yang kita usahakan. &lt;br /&gt;Rahasia Berpikir Positif &lt;br /&gt;Dengan memiliki suasana batin positif, maka ini akan menjadi sangat kondusif (mendukung) untuk menjalankan proses positif berikutnya, yang antara lain:&lt;br /&gt;1. Pelajaran&lt;br /&gt;“Hukum Tuhannya” mengatakan bahwa pelajaran positif itu ada di mana-mana sepanjang kita mau menggali dan menyerapnya: di balik kesalahan, kegagalan, penghianatan orang lain atas kita, di balik musibah buruk yang menimpa kita dan seterusnya. Hanya saja, meskipun pelajaran positif itu ada di mana-mana, tetapi prakteknya membuktikan bahwa pelajaran positif itu tidak bisa kita serap kalau batin kita sudah keruh oleh pikiran-pikiran negatif. &lt;br /&gt;Mendapatkan pelajaran positif memang tidak langsung mengangkat prestasi kita tetapi kalau kita ingin mengubah diri kita untuk menjadi semakin positif maka syarat mutlak yang harus dimiliki adalah menambah jumlah dan kualitas pelajaran positif yang kita serap, seperti kata Samuel Smile dalam salah satu tulisannya: “Tidak benar jika orang berpikir bahwa kesuksesan diciptakan dari kesuksesan. Seringkali kesuksesan dihasilkan dari kegagalan. Persepsi, study, nasehat dan tauladan tidak bisa mengajarkan kesuksesan sebanyak yang diajarkan oleh kegagalan.” &lt;br /&gt;2. Keputusan&lt;br /&gt;Satu kenyataan buruk yang kita hadapi pada hakekatnya tidak mendekte kita harus mengambil keputusan tertentu tetapi menawarkan pilihan kepada kita. Tawaran itu antara lain adalah: a) boleh memilih keputusan untuk mundur,b) boleh memilih keputusan untuk mandek / kembali ke semula dan c) boleh memilih keputusan untuk terus melangkah dengan menyiasati, mencari celah kreatif, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Nah, salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki untuk melahirkan keputusan yang nomor tiga adalah memiliki batin yang kondusif dan positif. Kita saksikan sendiri di lapangan bahwa meskipun semua orang punya keinginan untuk memilih keputusan nomor tiga, tetapi karena hanya sedikit orang yang punya kemampuan menghilangkan pikiran negatif, maka prakteknya justru keputusan nomor dua atau nomor satu yang menjadi pilihan favorit. &lt;br /&gt;Jika dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, ada hal yang tidak bisa diingkari bahwa semua orang setiap saat telah memilih keputusan tertentu tentang apa yang akan dilakukannya. Dari keputusan yang dipilih itulah lahir sebuah tindakan yang menjadi penyebab sebuah hasil. Karena itu ada saran Brian Tracy yang patut kita renungkan bahwa yang menentukan nasib kita itu bukan apa yang menimpa kita melainkan keputusan yang kita ambil atas apa yang menimpa kita. Artinya, keputusan mundur akan menghasilkan kemunduran; keputusan mandek akan menghasilkan kemandekan dan keputusan maju akan menghasilkan kemajuan. &lt;br /&gt;3. Keteraturan langkah&lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan langkah kita terkadang mudah diserang virus keputusasaan dan kepasrahan? Apa yang terkadang membuat kita mudah bongkar-pasang rencana hanya karena mood sesaat? Sebab-sebabnya tentu banyak tetapi salah satunya adalah pikiran negatif. Sekuat apapun fisik kita atau sekuat apapun keinginan kita untuk mewujudkan tujuan, biasanya akan tidak banyak membantu apabila pikiran ini sudah penuh dengan kotoran negatif. Kita menjadi orang yang putus asa bukan karena kita tidak mampu bertahan, melainkan karena kita telah mengambil keputusan yang fatal. &lt;br /&gt;Nah, dengan menciptakan pikiran positif atas hal-hal buruk yang menimpa kita setidak-tidaknya ini menjadi bekal buat untuk melakukan hal-hal positif secara terus menerus dalam arti tidak mengandalkan perubahan keadaan atau tidak mudah disakiti oleh pukulan keadaan. Seperti pesan Denis Waitley, “Bukan dirimu yang menjadi penghambat kemajuanmu tetapi muatan pikiran yang kamu bawa.”  &lt;br /&gt;Dari pesan itu mungkin ada satu hal yang perlu kita ingat bahwa pikiran negatif yang kita bawa atau yang kita biarkan itulah yang terkadang menjadi penghambat langkah kita atau mengganggu kelancaran langkah kita dalam menapaki tujuan yang sudah kita tetapkan. Karena itu paslah jika ada permisalan yang menggambarkan bahwa pikiran negatif itu akan memberikan kotoran di dada kita. Dada yang penuh dengan kotoran yang kita biarkan akan membuat punggung kita terbebani oleh muatan-muatan yang memberatkan lalu mengakibatkan langkah ini tidak selancar seperti yang kita inginkan. &lt;br /&gt;Apa Yang Perlu Dijalani ? &lt;br /&gt;Di atas sudah kita singgung bahwa menggunakan pikiran positif sebagai jalan berarti setelah kita berpikir positif masih ada proses positif yang perlu kita jalani. Apa yang perlu untuk dijalani? &lt;br /&gt;1. Temukan pelajaran spesifik&lt;br /&gt;Entah sadar atau tidak, kerapkali istilah berpikir positif ini hanya kita praktekkan sebatas berprasangka baik, meyakini adanya hikmah yang mencerahkan, atau sebatas punya opini positif. Tentu ini sudah benar dan sudah baik tetapi kalau kita kaitkan dengan hasil sedikit dan hasil yang lebih banyak, maka proses positif yang perlu kita lakukan adalah mengaktifkan pikiran kita untuk menemukan pelajaran-pelajaran spesifik yang benar-benar cocok dan relevan dengan keadaan-diri kita pada hari ini. &lt;br /&gt;Sebut saja misalnya kita gagal dalam usaha. Memang sudah benar kalau kita berpikir bahwa di balik kegagalan itu ada hikmah buat kita. Hanya saja hikmah di sini mengandung pengertian yang seluas isi daratan, alias masih umum. Kegagalan usaha kita bisa disebabkan oleh waktu yang belum tepat, kesalahan memilih orang, kurang gigih, kurang skill, keadaan eksternal yang di luar kontrol, dan lain-lain. Karena tidak mungkin kita menyerap hikmah secara keseluruhan dalam satu waktu, maka yang paling penting adalah menyerap hikmah yang relevan saja sebagai bahan mengoreksi diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gunakan dalam hal spesifik&lt;br /&gt;Banyak pengalaman yang sudah menguji bahwa memiliki rumusan tujuan yang jelas dan jelas-jelas diperjuangkan, ternyata memiliki manfaat cukup besar bagi proses positif. Dengan kata lain, untuk bisa menggunakan pelajaran yang sudah kita serap menuntut adanya rumusan tujuan yang kita upayakan realisasinya. Tanpa ini, mungkin saja pelajaran positif yang kita temukan itu akan nganggur alias kurang banyak manfaatnya. &lt;br /&gt;J.M. Barrie memberikan contoh dari pengalamannya: “Selama lebih dari 30 tahun saya memimpin, saya sampai pada kesimpulan bahwa yang paling penting di sini adalah memiliki kemampuan yang saya sebut “kegagalan maju”. Kemampuan ini bukan sekedar memiliki sikap positif terhadap kesalahan.  Kegagalan maju adalah kemampuan untuk bangkit setelah anda dipukul mundur, kemampuan untuk belajar dari kesalahan dan kemampuan untuk melangkah maju ke arah yang lebih baik.” &lt;br /&gt;Dengan kata lain, agar kita bisa menjadikan kegagalan kita sebagai dorongan untuk meraih kemajuan tidak cukup hanya dengan memiliki pikiran positif dan sikap positif atas kegagalan itu, melainkan dibutuhkan upaya kita untuk menggunakan pelajaran yang sudah kita dapatkan dalam usaha meraih keinginan berikutnya. Pelajaran, pengetahuan, dan petunjuk pengalaman yang tidak kita gunakan untuk membimbing praktek kita pada hari ini akan menjadi dokuman yang nilai dan manfaatnya kurang.  &lt;br /&gt;Membuka diri&lt;br /&gt;Seperti yang sudah kita singgung di muka bahwa pelajaran positif yang ada di balik satu masalah, satu kenyataan buruk, atau di balik peristiwa yang kita alami dalam praktek hidup itu sangatlah tidak terbatas, tidak tunggal, tidak mono, dan karena itu sering disebut petunjuk (hidayah). Saking banyaknya itu, maka tidak mungkin ruangan miliki kita bisa sanggup menyerap seluruhnya dan sekaligus sehingga yang dibutuhkan adalah membuka diri atas berbagai pelajaran positif yang diwahyukan oleh kesalahan kita, kesalahan orang lain yang kita lihat, temuan ilmu pengetahuan, nasehat, dan seterusnya. &lt;br /&gt;Cak Nur pernah berpesan: “Sikap terbuka adalah sebagian dari pada iman. Sebab seseorang tidak mungkin menerima  pencerahan dan kebenaran jika dia tidak terbuka.” Sikap terbuka menurut Ajaran Kejawen (Javanese Spiritual Doktrine)merupakan syarat untuk mengarungi jagat “kaweruh” (sains, tehnologi, dst). “Syarat utama bagi pelajar adalah memiliki kemampuan dalam menghilangkan atau menyimpan untuk sementara waktu pemahaman dogmatis yang telah dimiliki dan mempersiapkan diri dengan keterbukaan hati-pikiran untuk merambah jagat ilmu pengetahuan". Selamat menggunakan!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-3285354134720280032?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/3285354134720280032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/3285354134720280032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/cukupkah-berpikir-positif.html' title='Cukupkah Berpikir Positif?'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-807989310552228074</id><published>2009-03-14T01:27:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T01:36:40.450-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Penelitian Ilmu Sosial vs Ilmu Natura</title><content type='html'>Ilmu-ilmu sosial, seperti halnya dengan ilmu-ilmu natura merupa¬kan suatu pengetahuan yang bersifat umum, sistematik, dalam mana disimpulkan dalil-dalil tertentu dalam hubungan manysia yang bersifat&lt;br /&gt;umum. Penelitian dalam ilmu sosial, seperti halnya dengan semua penelitian pada umumnya, merupakan suatu proses yang terus-menerus kritis dan terorganisasi untuk mengadakan analisa dan memberikan interpretasi terhadap fenomena sosial yang mempunyai hubungan yang kait-mengait. Ilmu sosial, seperti halnya dengan ilmu natura, selalu dimulai dari satu premis, bahwa semua gejala maupun keadaan, yang bagaimanapun sulitnya akan dapat dipecahkan dan diterangkan. Pene¬litian ilmu sosial juga berpijak kepada metode ilmiah, tetapi beberapa ciri khas dari ilmu sosial itu sendiri membuat si peneliti harus mempunyai ketrampilan yang khas dan harus didukung oleh kerangka analitik dan teori yang agak berbeda dalam menganalisa sebab¬musabab, dibandingkan dengan penelitian dalam ilmu eksakta. Ini dikarenakan oleh sangat rumitnya interelasi antarfenomena dalam ilmu sosial itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lain yang dihadapi penelitian ilmu-ilmu sosial ialah ketidakmungkinan melakukan eksperimentasi yang jelas terhadap fenomena-fenomena sosial, dalam arti bahwa penelitian dalam ilmu sosial tidak memungkinkan dilakukannya percobaan dengan replikasi serta kontrol yang cukup terjamin ketepatannya: Dalain penelitian ilmu-ilmu natura, variabel-variabel serta fenomena-fenomena dapat diatur dalam bentuk percobaan dan dapat dibandingkan dengan variabel kontrol secara akurat. Dengan adanya kontrol ini, maka efek-efek dengan •perlakuan yang berlainan, dapat diteritukan dengan presisi yang sangat tepat. Sebaliknya, pengelompokan dari feriomena sosial dadam perlakuan dan kontrol, secara umum; tidak dapat dilakukan, kecuali untuk sebagian kecil cabang penelitian saja. Akan tetapi, percobaan dengan kontroi dalam penelitian ilmu-ilmu sosial telah diadakan modifikasi dengan dilakukan teknik pseudo kontrol dengan menggunakan teknik regrasi dan adaptasi ilmu statistik sebagai alat analisa.&lt;br /&gt;Kesulitan lain yang dihadapi oleh peneliti-peneliti ilmu-ilmu sosial ialah kurangnya kemampuan prediksi dalam membuat ramalan terha¬dap masalah-masalah sosial. Tiap prediksi sosial selalu terbentur&lt;br /&gt;kepada inferensi dari objek-objek penelitian sendiri sehingga kemung¬kinan terjadinya salah prediksi selalu lebih besar. Objek penelitian selalu mengadakan responsi terhadap prediksi dan mengambil kesem¬patan untuk mengadakan antisipasi terhadap perubahan-perubahan yang diramalkan, yang mengakibatkan melesetnya forcasting. Prediksi¬prediksi dalam ilmu-ilmu sosial lebih lanjut tidak seeksak prediksi dalam ilmu-ilmu natura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-807989310552228074?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/807989310552228074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/807989310552228074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/penelitian-ilmu-sosial-vs-ilmu-natura.html' title='Penelitian Ilmu Sosial vs Ilmu Natura'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-5593714793641638351</id><published>2009-03-12T21:16:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T21:18:56.168-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pengertian Kalor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Caba%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: arial;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-layout-grid-align:none; 	punctuation-wrap:simple; 	text-autospace:none; 	font-size:10.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US; 	mso-no-proof:yes;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pengertian Kalor&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-size:85%;"&gt;Pada permulaan abad 19 orang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;percaya bahwa kalor merupakan suatu zat yang dapat mengalir. Zat ini dinamakan &lt;i style=""&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.2pt;"&gt;kalorik &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;d, terdapat dalam benda apa pun. Kalorik dapat berpindah ketil benda bersuhu tinggi bersentuhan dengan benda bersuhu renda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 13.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-size:85%;"&gt;Namun, konsep kalor sebagai suatu zat tidak didukung oleh hasil eksperimen. &lt;b style=""&gt;Benjamin Thompson &lt;/b&gt;(1753-1814) adalah orang pertama yang menolak konsep kalorik. Ia melakukan eksperimen ketika sedang memimpin pembuatan meriam unt Jerman. la mendapati bahwa panas yang timbul karena gesek antara alat bor dengan meriam sebanding dengan kerja ya dilakukan oleh alat bor. Di Kelas VII telah dipelajari bahwa kerja (usaha) merupakan ukuran energi yang dimiliki suatu benda. Berarti, kalor merupakan suatu bentuk energi, bukan suatu zat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; line-height: 13.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-size:85%;"&gt;Masalah yang timbul bagaimana menentukan hubung antara kalor dengan energi. Upaya untuk memecahkan masal ini dirintis oleh James Joule (1818-1889) dari Inggris. Ia melakukan eksperimen yang sangat terkenal (Gambar 3.1). Ia menyiapkan kalorimeter (A) yang didalamnya terdapat air. Kemudian, didalam kalorimeterjuga terdapa poros (B) yang dilengkapi dengan beberapa sudu (D). Poros bagian atas dilengkapi jentera (E) yang dibelit dengan sepotong tali melalui dua katrol (C). Pada masing-masing ujung tali digantungkan beban (m). Poros beserta sudu-sudu diputar dengan cara menjatuhkan beban (m) berulang kali dari ketinggian kira-kira 5 meter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; line-height: 13.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-size:85%;"&gt;Usaha yang dilakukan oleh beban (m) dapat dihitung. Demikian pula kalor yang dihasilkan dalam kalorimeter. Kemudia, perbandingan antara usaha dengan kalor dapat diketahui. Ternyata, perbandingan antara usaha dengan kalor selalu tetap, yaitu 4,2 joule/kalori. Bilangan ini dinamakan &lt;st1:place st="on"&gt;tara&lt;/st1:place&gt; kalor mekanik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; line-height: 13.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Satuan kalor&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; line-height: 13.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-size:85%;"&gt;Perhatikan kembali satuan yang digunakan pada &lt;st1:place st="on"&gt;tara&lt;/st1:place&gt; kalor mekanik, yaitu joule/kalori. Joule menyatakan satuan usaha, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.2pt;font-size:85%;"  lang="EN-US"&gt;Sedangkan kalori menyatakan satuan kalor. Kalori (kal) merupakan satuan kalor yang biasa digunakan untuk menyatakan kandungan energi alam bahan makanan. Contohnya: sepotong roti memiliki kandungan energi 200 kalori dan sepotong daging memiliki kandungan energi 600 kalori.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-5593714793641638351?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/5593714793641638351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/5593714793641638351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/pengertian-kalor.html' title='Pengertian Kalor'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-4242447247066359755</id><published>2009-03-12T21:01:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T01:40:34.706-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah Ekonomi'/><title type='text'>INSTRUMEN PASAR MODAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Caba%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C06%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:261690468; 	mso-list-template-ids:-1640477668;} @list l1 	{mso-list-id:604070364; 	mso-list-template-ids:-583897712;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:720985731; 	mso-list-template-ids:944672294;} @list l2:level1 	{mso-level-start-at:3; 	mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3 	{mso-list-id:1455057555; 	mso-list-template-ids:-1740234942;} @list l3:level1 	{mso-level-start-at:3; 	mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l4 	{mso-list-id:1532766307; 	mso-list-template-ids:1431334416;} @list l4:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l5 	{mso-list-id:1579363370; 	mso-list-template-ids:-166706234;} @list l5:level1 	{mso-level-start-at:2; 	mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l6 	{mso-list-id:1798059350; 	mso-list-template-ids:-843530332;} @list l6:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;INSTRUMEN PASAR MODAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pengertian dan Jenis Instrumen Pasar Modal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Yang dimaksud dengan instrumen pasar modal adalah semua surat-surat berharga (&lt;i&gt;Securities&lt;/i&gt;) yang diperdagangkan di bursa. Instrumen pasar modal ini umumnya bersifat jangka panjang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Saham merupakan tanda penyertaan modal pada suatu perseroan terbatas. Dengan memiliki saham suatu perusahaan, maka manfaat yang diperolehnya diantaranya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dividen, bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemilik saham&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Capital gain, adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih jual dengan harga belinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Manfaat non – finansial yaitu timbulnya kebanggaan dan kekuasaan memperoleh hak suara dalam menentukan jalannya perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;                  Saham biasa adalah saham yang tidak memperoleh hak istimewa. Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memperoleh dividen sepanjang perseroan memperoleh keuntungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;            Saham preference merupakan saham yang diberikan atas hak untuk mendapatkan dividen dan / atau bagian kekayaan pada saat perusahaan di likuidasi lebih dahulu dari saham biasa, disamping itu mempunyai preferensi untuk mengajukan usul pencalonan direksi / komisaris. Saham preference mempunyai ciri-ciri yang merupakan gabungan dari utang dan modal sendiri (&lt;i&gt;debt and equity&lt;/i&gt;). Ciri – ciri yang penting dari saham preferen adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hak utama atas dividen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pemegang saham preferen mempunyai hak lebih dulu untuk menerima dividen. Dengan kata lain, pemegang saham preferen harus menerima dividen mereka terlebih dulu sebelum dividen dibagikan kepada para pemegang saham biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hak utama atas aktiva perusahaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam likuidasi, pemegang saham preferen berkedudukan sesudah kridetur biasa tetapi sebelum pemegang saham biasa. Mereka berhak menerima pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham preferen, sesudah para kreditur perusahaan termasuk pemegang obligasi dilunasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Penghasilan Tetap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Penghasilan tetap para pemegang saham preferen biasanya berupa jumlah yang tetap. Misalnya saham preferen 15 % memeberikan hak kepada pemegang saham untuk menerima dividen sebesar 15 % dari nilai nominal tiap tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jangka waktu yang tidak terbatas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Umumnya saham preferen dikeluarkan untuk jangka waktu yang terbatas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tidak mempunyai hak suara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Umumnya para pemegang saham preferen tidak mempunyai hak suara dalam rapat umum pemegang saham.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;u4:worddocument&gt;   &lt;u4:view&gt;Normal&lt;u4:zoom&gt;0&lt;u4:punctuationkerning/&gt;     &lt;u4:validateagainstschemas/&gt;     &lt;u4:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;u4:ignoremixedcontent&gt;false&lt;u4:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;u4:compatibility&gt;         &lt;u4:breakwrappedtables/&gt;         &lt;u4:snaptogridincell/&gt;         &lt;u4:wraptextwithpunct/&gt;         &lt;u4:useasianbreakrules/&gt;         &lt;u4:dontgrowautofit/&gt;         &lt;u4:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/u4:browserlevel&gt;        &lt;/u4:compatibility&gt;       &lt;/u4:alwaysshowplaceholdertext&gt;      &lt;/u4:ignoremixedcontent&gt;     &lt;/u4:saveifxmlinvalid&gt;    &lt;/u4:zoom&gt;   &lt;/u4:view&gt;  &lt;/u4:worddocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;u5:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/u5:latentstyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;Saham preferen kumulatif &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam hal ini dividen yang tidak terbayar pada pemegang saham preferen tetap menjadi utang perusahaan dan harus dibayar dalam tahun tersebut atau tahun-tahun berikutnya bilamana perusahaan memperoleh laba yang mencukupi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saham mempunyai 3 (tiga) macam nilai, yaitu sebagai berikut (P3E Semarang, 1989 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nilai nominal, yaitu nilai yang      tercantum dalam saham tersebut &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nilai efektif yaitu nilai yang      tercantum pada kurs resmi kalau saham tersebut diperdagangkan di bursa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Nilai      intrinsic, yaitu nilai saham pada saat likuidasi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Disamping itu istilah ketiga nilai tersebut, kita mengenal istilah &lt;i&gt;going concern &lt;/i&gt;, yaitu nilai saham perusahaan yang sedang berjalan. Nilai seperti ini didapat pada waktu adanya merger dan oleh karena itu nilai &lt;i&gt;going concern&lt;/i&gt; biasanya lebih tinggi dari pada nilai likuidasi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Obligasi adalah surat tanda peminjaman uang yang mempunyai jangka waktu tertentu, biasanya lebih dari satu tahun. Dengan demikian pada hakikatnya obligasi adalah suatu tagihan uang ataui beban tanggungan pihak yang menerbitkan/mengeluarkan obligasi tersbut, pemegang/pembeli obligasi memperoleh keuntungan berupa tingkat bunga tertentu yang dibayarkan oleh perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kupon merupakan bukti untuk menerima pembayaran bunga pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan, sedangkan talon merupakan bukti untuk memperoleh lembaran kupon-kupon yang baru apabila yang lama telah habis dipakai. Disamping jenis obligasi yang telah disebut diatas, ada obligasi lainnya yang sifatnya khusus. Obligasi yang dimaksud adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Income      Bond&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pada obligasi ini, bunganya tidak perlu dibayar apabila laba perusahaan tidak cukup untuk menutup pembayaran bungan. Income Bond dikeluarkan pada waktu reorganisasi perusahaan dilakukan karena perusahaan dalam kesulitan keuangan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" start="2" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Convertible      Bond&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Obligasi jenis ini mempunyai hak kepada pemegang untuk mengkonversikan atau menukar dengan saham setelah membayar suatu jumlah tertentu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" start="3" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Callable      Bond&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Obligasi jenis ini mempunyai hak kepada pemegang untuk menuntut perusahaan melunasi obligasi dengan suatu harga tertentu lebih cepat dari tanggal jatuh temponya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Saham&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Saham biasa (&lt;i&gt;common stock&lt;/i&gt;) merupakan salah satu jenis efek yang paling banyak diperdagankan di pasar modal. Bahkan saat ini dengan semakin banyaknya emitmen yang mencatatkan sahamnya di bursa efek perdagangansaham semakin marak dan menarik para investor untuk terjun dalam jual beli saham&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Saham biasa ada dua jenis, yaitu saham atas nama dan saham atas unuk. Untuk saham atas nama, nama pemilik saham tertera di atas saham tersebut, sedangkan saham atas unjuk yaitu nama pemilik saham tidak tertera diatas saham, tetapi pemilik saham adalah memegang saham tersebut. Berdasrkan fungsinya, nilai suatu saham dibagi atas tiga jenis, yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Par value (Nilai Nominal/stated      value/face value&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nilai yang tercantum pada saham untuk tujuan akuntansi (ketentuan UU PT No. 1/1995&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" start="1" type="a"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nilai nominal dicantumkan dalam mata       uang RI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saham tanpa nilai nominal tidak       dapat dikeluarkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Base Price (Harga Dasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Harga perdana (untuk menentukan nilai dasar), dipergunakan dalam perhitungan indeks harga saham. Harga dasar akan berubah sesuai dengan aksi emitmen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nilai Dasar = Harga Dasar x Total Saham yang beredar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" start="3" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Market Price&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Market Price merupakan harga dasar pada riil , dan merupakan harga yang paling mudah , ditentukan karena merupakan harga dari suatu saham pada pasar yang sedang berlangsung atau jika pasar sudah tutup, maka harga pasar adalah harga penutupannya (&lt;i&gt;Closing price&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-4242447247066359755?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/4242447247066359755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/4242447247066359755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/instrumen-pasar-modal.html' title='INSTRUMEN PASAR MODAL'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-5132132888372562476</id><published>2009-03-08T16:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T16:02:22.103-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Driver'/><title type='text'>LAN_Reaktek_V5.686.0103.2008_WHQL_XPx32x64</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3788726/05.LAN_Reaktek_V5.686.0103.2008_WHQL_XPx32x64.zip.html"&gt;Download Driver&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-5132132888372562476?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ziddu.com/download/3788726/05.LAN_Reaktek_V5.686.0103.2008_WHQL_XPx32x64.zip.html' title='LAN_Reaktek_V5.686.0103.2008_WHQL_XPx32x64'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/5132132888372562476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/5132132888372562476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/lanreaktekv568601032008whqlxpx32x64.html' title='LAN_Reaktek_V5.686.0103.2008_WHQL_XPx32x64'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-3488585638120700565</id><published>2009-03-08T15:59:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T16:00:55.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Driver'/><title type='text'>Modem_Agere_V2.1.87.0_WHQL_XPx32x64</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3788725/04.Modem_Agere_V2.1.87.0_WHQL_XPx32x64.zip.html"&gt;Driver Modem_Agere_V2.1.87.0_WHQL_XPx32x64&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-3488585638120700565?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/3488585638120700565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/3488585638120700565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/modemagerev21870whqlxpx32x64.html' title='Modem_Agere_V2.1.87.0_WHQL_XPx32x64'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-7047581815511849027</id><published>2009-03-08T15:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T15:58:49.568-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Driver'/><title type='text'>Chipset_Intel_V8.7.0.1007_WHQL</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3788724/01.Chipset_Intel_V8.7.0.1007_WHQL_XPx32.zip.html"&gt;Driver Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-7047581815511849027?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ziddu.com/download/3788724/01.Chipset_Intel_V8.7.0.1007_WHQL_XPx32.zip.html' title='Chipset_Intel_V8.7.0.1007_WHQL'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/7047581815511849027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/7047581815511849027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/chipsetintelv8701007whql.html' title='Chipset_Intel_V8.7.0.1007_WHQL'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-6941563307979380975</id><published>2009-03-08T14:03:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T09:02:08.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Keperawatan Gerontik Pada Lansia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paradigma sehat adalah cara pandang, pola piker model perkembangan yang bersifat holistic. Untuk itu dalam mewujudkan paradigma sehat tersebut di tetapkan suatu visi, yaitu gambaran, prediksi atau harapan tentang keadaan masyarakat Indonesia yang akan dating yaitu menuju Indonesia sehat 2010. Untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010ditentukan misi pembangunan kesehatan. Diantaranya menggerakan perubahan nasional berwawasan kesehatan yang akan mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu, keluarga dan lingkungannya.&lt;br /&gt;   Geriatri merupakan suatu cabang ilmu dan gerontologi dan kedokteran yang mempelajari kesehatan lansia dalam berbagai aspek yaitu preventif, promotif, dan rehabilitatif (Depkes 1990). Di mana untuk mengembangkan kesehatan lansia sangatlah diperlukan praktik keperawatan yang berkaitan dengan pelayanan pada proses menua (Kozier 1987).&lt;br /&gt;   Dewasa ini penyakit infeksi telah mengalami pergeseran oleh penyakit degeneratif.Hal ini memberikanperhatian pada tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan yang mendalam tentang penyakit degeneratif tersebut. Hipertensi sebagai salah satu penyakit degeneratif cukup banyak dialami oleh masyarakat dalam beberapa tahun berikut ini terutama pada usia lebih dari 60 tahun merupakan suatu faktor resiko terjadinya hipertensi. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3788275/GERONTIK.rar.html"&gt;Selengkapnya&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-6941563307979380975?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ziddu.com/download/3788275/GERONTIK.rar.html' title='Keperawatan Gerontik Pada Lansia'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/6941563307979380975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/6941563307979380975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/keperawatan-gerontik-pada-lansia.html' title='Keperawatan Gerontik Pada Lansia'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-5045990072054970729</id><published>2009-03-08T13:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T08:59:49.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>Penyakit Stroke</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Caba%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Secara umum gangguan pembuluh darah otak atau stroke merupakan gangguan sirkulasi serebral. Merupakan suatu gangguan neurologik fokal yang dapat timbul sekunder dari suatu proses patologi pada pembuluh darah serebral,misalnya trombosis, embolus, ruptura dinding&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembuluh atau penyakit vaskuler dasar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Adapun faktor penyebab stroke antara lain : faktor yang tidak dapat diubah yaitu usia ras, riwayat keluarga, kemudian ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;riwayat penyakit stroke sebelmnya misalnya menderita penyakit jantung koroner dan ada faktor yang dapat diubah atau dicegah yaitu penyakit hipertensi, diabetes melitus, merokok, penyalahgunaan alkohol dan obat. Dampak dari penyakit ini sama banyaknya dengan penyebabnya antara lain : kerusakan komunikasi verbal, perubahan persepsi sensori , kehilangan fungsi motorik, kerusakan fungsi kognitif dan efek psikologis, disfungsi kandung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemih, bahkan sampai kematian. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3787583/MAKALAHPSIKOFARMAKA.rar.html"&gt;Selengkapnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-5045990072054970729?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/5045990072054970729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/5045990072054970729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/penyakit-stroke.html' title='Penyakit Stroke'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-8458331977737078731</id><published>2009-03-08T13:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T13:58:10.852-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='History'/><title type='text'>Cerita Uncle Bob</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SbQxBm1uMKI/AAAAAAAAAGw/2wpwm5DoVKU/s1600-h/Bob-Marley-Poste.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 184px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SbQxBm1uMKI/AAAAAAAAAGw/2wpwm5DoVKU/s320/Bob-Marley-Poste.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310923764252160162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang kerap terjadi dengan lagu-lagu Bob Marley yang berbahasa Inggris dalam gaya bahasa dan dialek Jamaica atau Rasta. Bagi yang baru mendengarnya, musik Reggae Bob sering dianggap musik kelas bawah yang tidak berkelas, layaknya musik dangdut di Indonesia. Bukan itu saja, pribadi Bob Marley sendiri sebagai pemusik sering disinisi sebagai “peracau” yang cuma bermimpi dibuai asap mariyuana. Kenyataannya, saat ini tercatat lebih dari 300 juta keping rekaman Bob Marley digandakan di seluruh dunia, tidak termasuk versi bajakannya. Harian New York Times menilai Bob Marley sebagai musisi paling berpengaruh sepanjang paruh kedua abad ke-20. Lagunya One Love dipilih sebagai Anthem of Millennium oleh radio BBC Inggris. Majalah Time menobatkan Exodus sebagai Album Terbaik Abad ke-20. Dan catatan dari Presiden Amnesty International, Jack Keley, bahwa kemana pun ia pergi ke seluruh dunia, Bob Marley selalu menjadi simbol kebebasan! Dan lagu Get Up Stand Up, selolah identik dengan Amnesty International dan perjuangan kemanusiaan lainnya. Siapakah sesungguhnya Bob Marley?Awalnya adalah Ska Debut Bob dimulai bersamaan dengan demam musik anak-anak muda seusianya seiring dengan eforia kemerdekaan Jamaica, sebuah negara pulau di Laut Karibia (bagian tengah benua Amerika), dari penjajahan Inggris pada tahun 1962. Di tahun itu Bob pertama kali merekam suaranya dalam lagu berjudul Judge Not. Di tahun itu pula, Bob bertemu anak muda lain yang punya ambisi musik, yaitu Neville O”Riley Livingston (Bunny Wailer) dan Peter McIntosh (Peter Tosh) dan membentuk band bernama The Wailing Wailers. Single pertama The Wailing Wailers, Simmer Down (1963). Di masa-masa awal itu musik Bob bercorak Ska, sebuah ritme asli Jamaica yang saat itu menjadi musik dominan di Jamaica. Sejak pertama itu pula syair-syair Bob begitu penuh percaya diri dan berisi ungkapan-ungkapan yang mengkiritik penguasa kolonial dan akibat yang ditimbulkannya.Di masa itu stasion radio masih berada dalam kungkungan pemerintahan kolonial sebelumnya sehingga hanya menyiarkan musik-musik barat dan tak ada tempat untuk musik lokal, apalagi yang bersyair penuh kritik. Karena itu rekaman album Bob hanya diperdengarkan secara keliling oleh penyedia jasa sound system, dari satu pesta ke pesta lain. Lewat suatu perdebatan yang rasional dan patriotik, akhirnya Bob berhasil “memaksa” seorang penyiar radio untuk mengudarakan lagu-lagunya. Mulai saat itulah lagu-lagu Bob dikenal di seantero Jamaica dan spontan mendapat tempat di hati rakyat Jamaica. Lagu-lagu Bob selalu penuh dengan metafor-metafor khas Jamaica dan menjadi inspirasi serta menggedor kesadaran rakyat Jamaica untuk bangkit dari kemiskinan dan ketertindasan. Salah satunya adalah metafor-metafor yang ada dalam lagu I Shot The Sheriff.Bob Marley dan Politik Bob tak pernah berpolitik dan bukanlah seorang politisi yang kerap berorasi akan penindasan. Baginya yang terpenting adalah komitmennya pada kehidupan dan alam. Musik-musiknya menjadi semacam catatan akan penindasan yang dilihat dan dirasakannya. Saat Bob bekerja di Amerika Serikat sebagai pembersih lantai di Hotel Dupont atau pun bekerja shift malam di pabrik mobil Chrysler, ia mengalami apa yang disebut diskriminasi ras hingga puncaknya pada kerusuhan rasial dan pembantaian kaum negro oleh Ku Klux Klan. Hal itu membuat Bob shock dan memutuskan kembali ke Jamaica. Di Jamaica, Bob mendalami spiritualitas Rastafari, di mana mengajarkan pembebasan diri dari ketertindasan tanpa melalui kekerasan. Lewat musiknyalah Bob menemukan senjatanya. Dengan corak baru dan petikan gitarnya yang khas musiknya menjadi semakin berkarakter, disebut Raggae. Karenanya musik Bob menjadi semacam surat kabar tentang kehidupan, khususnya berita dan pembelaan kaum yang ditindas. Musiknya menjadi bahasa universal tentang kemanusiaan yang kemudian juga menjadi inspirasi di belahan dunia lain. Adalah Island Record, Inggris yang berperan menyebarkan gagasan-gagasan Bob keluar Jamaica hingga menjadi demam di Eropa. Perkembangan di Jamaica sendiri semakin tidak menentu. Saat itu Jamaica tengah dilanda kerusuhan akibat ketidakpuasan masyarakat karena janji-janji kehidupan yang lebih baik pasca kolonial tak cepat terwujud. Kerusuhan semakin meruncing pada perpecahan bangsa akibat perseteruan politik yang memanas antara PM Michael Manley yang berkiblat ke Kuba dan lawan politiknya Edward Seaga yang berkiblat ke AS. Pada 1976, Bob diminta PM Michael Manley untuk menggelar konser ”Smile Jamaica” untuk menghibur kembali rakyat Jamaica yang tengah susah. Namun konser itu kemudian dipolitisir, karena diselenggarakan menjelang pemilu. Bob akhirnya menjadi korban serbuan sekelompok orang bersenjata ke rumahnya, dua hari sebelum konser. Tangannya terserempet peluru, namun setelah perawatan di rumah sakit, Bob tetap melanjutkan tekadnya menggelar konser. Baginya, hidupnya tidaklah penting, yang terpenting adalah kehidupan rakyat Jamaica. Bob tetap bernyanyi di bawah penjagaan aparat yang ketat. Sesudah konser, Bob mengasingkan diri ke London, selain untuk menenangkan diri, alasan keamanan juga menjadi pertimbangan mengingat CIA memandang musik Reggae semakin dianggap berbahaya sebagai penyulut kesadaran rakyat Jamaica dan gerakan anti Amerika.Tokoh HumanisKecintaannya terhadap Jamaica tak bisa membuatnya berlama-lama betah di London. Baginya Jamaica adalah representasi orang kulit hitam di seluruh dunia serta representasi kemiskinan dan penindasan di seluruh dunia. Karenanya ia merasa harus selalu menjadi bagiannya untuk terus mewartakan serta memperjuangkannya ke seluruh dunia. Setelah empat belas bulan, 1978 Bob pulang ke Jamaica. Melihat Jamiaca yang semakin parah dengan aksi-aksi kekerasan, penculikan dan pembunuhan, Bob berinisiatif untuk menggelar konser gratis bagi proses rekonsiliasi bagi kelompok politik yang berseteru dan menyatukan kembali Jamaica. Konser diberi nama ”One Love” Peace Concert. Berkat kharisma Bob Marley yang dicintai rakyat Jamaica, konser berlangsung aman dan kedua lawan politik yang berseteru bisa dihadirkan di atas panggung memenuhi permintaan Bob untuk berpelukan dan berdamai.Selanjutnya Bob bertekad membangun Jamaica. Ia membangun perusahaan rekamannya sendiri, Tuff Gong Record, di rumahnya. Dari hasil penjualannya, Bob dapat memberi makan dan menyantuni orang-orang miskin Jamaica. Tercatat ada 3.000 orang lebih yang diberi makan setiap hari. Sementara itu Bob juga terus concern akan kelaparan yang terjadi di sebagian belahan Afrika serta politik diskriminasi warna kulit (apartheid) yang masih dijalankan di Afrika Selatan. Semua itu disuarakan Bob dalam lagu Unite Africa dalam album terbarunya. Kontan saja lagu itu dilarang diperdengarkan di Afrika Selatan. Seluruh piringan hitam album tersebut mengalami sensor dengan menyilet track lagu tersebut dan mencoret pada bagian covernya. Di sisi lain Bob malah mendapat penghargaan menjadi satu-satunya artis asing yang diundang dalam konser Kemerdekaan Zimbabwe yang dihadiri oleh Pangeran Charles dan persiden pertama Zimbabwe Dr. Robert Mugabe pada 1980.CIA di Balik Kematian Bob?Di tahun 1980 juga Bob mendapat undangan konser tur di beberapa tempat di Amerika Serikat oleh organisasi persaudaraan kulit hitam AS. Di suatu hari minggu, 21 Sepetember 1980, Bob yang tengah berjogging di Central Park, New York terjatuh dan dilarikan ke rumah sakit. Ternyata penyakit melanoma, kanker kulit yang telah dideteksi 3 tahun sebelumnya telah menyebar ke paru-paru dan otaknya. Dokter pun menduga umur Bob hanya akan bertahan beberapa minggu lagi. Delapan bulan setelah berjuang dengan kondisi tubuh yang terus merosot, Bob akhirnya harus menghembuskan nafasnya yang terakhir. Pemakamannya dilangsungkan di Jamaica pada 21 Mei 1981. Banyak pihak yang tak percaya akan kepergiaannya dan meragukan kematiaannya secara normal. Apakah ada peran CIA di balik kematian Bob? Banyak yang menghubung-hubungkan aktivitasnya dengan operasi intelejen AS itu. Apalagi kanker melanoma yang disebabkan kelainan gen, hanya dialami oleh orang kulit putih. Kematian Bob yang misterius ini pun akhirnya membawa pada latar belakang Bob sesungguhnya. Ayah Bob Marley, Captain Norval Marley, adalah pria kulit putih Jamaica berusia 50 tahun anggota British West Indian Regiment yang menjadi pengawas perkebunan. Ibunya, Cedella Booker adalah gadis kulit hitam 18 tahun yang bekerja di perkebunan tersebut dan dihamili sang pengawas. Mereka menikah tahun 1944 dan pada 6 Februari 1945 lahirlah Robert Nesta Marley alias Bob. Setelah itu sang ayah meninggalkan keluarganya, walaupun sesekali masih memberikan dukungan finansial bagi pertumbuhan Bob. Berasal dari ayah kulit putih inilah yang memberikan kemungkinan bagi Bob secara genetik menderita melanoma. Lepas dari kematiannya yang misterius, kehidupan dan karya-karya Bob adalah sangat nyata. Kesedihannya, cinta dan pemahamannya pada kemanusiaan, pemikiran dan spiritualitasnya adalah sesuatu yang masih eksis dan berpengaruh hingga hari ini. Bob adalah musisi yang disiplin, selalu menjadi orang pertama yang datang dan yang terakhir pulang di studio rekaman. Selalu tepat waktu dan bersungguh-sungguh dalam setiap latihan. Bob sangat tidak dapat mentolerir suasana latihan yang tidak serius. Di balik syair-syairnya yang keras, Bob sesungguhnya adalah seorang yang rileks dengan hobbynya dan kemahirannya bersepak bola. Dan di balik kekerasan hatinya, sesungguhnya Bob adalah pribadi yang romantis dan penuh perhatian. Lagu Stir It Up ditulis dan digubah khusus untuk kekasihnya Rita yang kemudian dinikahinya dan memberikan lima orang putra dan seorang putri. Keenam anaknya dari Rita itu pun lima di antaranya berprofesi sebagai musisi, dua di antaranya peraih Grammy yaitu Ziggy Marley (singer &amp;amp; songwriter) dan Stephen Marley  &lt;br /&gt;( thanx to Amild u/ kontribusi tulisan ini )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-8458331977737078731?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/8458331977737078731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/8458331977737078731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/03/cerita-uncle-bob.html' title='Cerita Uncle Bob'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SbQxBm1uMKI/AAAAAAAAAGw/2wpwm5DoVKU/s72-c/Bob-Marley-Poste.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-4452111968670451873</id><published>2009-02-26T12:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T12:53:54.076-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><title type='text'>Pemrograman dengan Visual Basic</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Caba%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:18.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	color:aqua; 	mso-font-kerning:0pt; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:401489476; 	mso-list-type:simple; 	mso-list-template-ids:67698689;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:18.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:18.0pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l1 	{mso-list-id:1624995111; 	mso-list-type:simple; 	mso-list-template-ids:67698689;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:18.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:18.0pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} -&lt;/style&gt;&lt;h1 style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Symbol;color:maroon;"   lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;color:maroon;"  lang="IN"&gt;Penyimpanan Sementara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Variable merupakan pengenal yang digunakan /untuk mengidentifikasikan data. Nama variabel harus dimulai dengan sebuah huruf dan boleh diikuti sekumpulan huruf atau angka maupun _&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;dan maksimal mempunyai panjang 255 karakter. Pertama kali variabel digunakan, VB secara otomatis mengisi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;nilai default : nol&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;untuk tipe data numerik ,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;null untuk tipe data string, false untuk boolean dan Empty untuk variant. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: courier new;" href="http://www.4shared.com/file/89664309/ba665b04/vbasicdas.html"&gt;Selengkapnya&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-4452111968670451873?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/4452111968670451873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/4452111968670451873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/02/pemrograman-dengan-visual-basic.html' title='Pemrograman dengan Visual Basic'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-2112737653057727425</id><published>2009-02-26T10:55:00.001-08:00</published><updated>2009-04-11T09:01:06.231-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><title type='text'>Tutorial  Cascading Style Sheet (CSS) </title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Caba%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Garamond; 	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} code 	{font-family:"Courier New"; 	mso-ascii-font-family:"Courier New"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Courier New"; 	mso-bidi-font-family:"Courier New";} pre 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Courier New"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.tag 	{mso-style-name:tag; 	color:#990000;} span.attribute 	{mso-style-name:attribute; 	color:red;} span.attributevalue 	{mso-style-name:attributevalue; 	color:#0000CC;} span.comment 	{mso-style-name:comment; 	color:#006600;} p.Heading22, li.Heading22, div.Heading22 	{mso-style-name:"Heading 22"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:3; 	font-size:18.0pt; 	font-family:Garamond; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:#663300; 	font-weight:bold;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;CSS digunakan untuk menentukan layout/tata letak dari dokumen HTML. Memisahkan tata letak dari HTML membuat kita lebih cepat mengubahnya daripada membuka file html dan mengubah tag-tag yang mempresentasikan style / tata letak&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; font-family: arial;"&gt;. &lt;a href="http://www.4shared.com/file/89645481/bb577bbe/cssdas.html"&gt;Selengkapnya klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-2112737653057727425?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.4shared.com/file/89645481/bb577bbe/cssdas.html' title='Tutorial  Cascading Style Sheet (CSS) '/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.4shared.com/file/89645481/bb577bbe/cssdas.html' length='0'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/2112737653057727425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/2112737653057727425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/02/tutorial-cascading-style-sheet-css.html' title='Tutorial  Cascading Style Sheet (CSS) '/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-2823934436520318022</id><published>2009-02-17T11:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T11:49:05.901-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Cara Pasang Flash di Blog</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-weight: bold; font-family: courier new;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Caba%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h3 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:3; 	font-size:13.5pt; 	font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p.author, li.author, div.author 	{mso-style-name:author; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.tags, li.tags, div.tags 	{mso-style-name:tags; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.fullpost 	{mso-style-name:fullpost;} p.alert, li.alert, div.alert 	{mso-style-name:alert; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;"&gt;Untuk memasang flash ke dalam blog cukuplah mudah. Yang kamu perlukan yaitu file flash yang biasanya ber-extensi .swf lalu upload file tersebut ke hosting. misal di geocities.com ato 000webhost ato tempat hosting lainnya. File animasi flash tersebut bisa dijadikan hiasan pada blog ato bisa juga dijadikan hiasan di header sehingga membuat blog menjadi lebih animatif. Untuk memasang flash pada blog caranya sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-weight: bold;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Login ke blogger kemudian pilih menu "Layout".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Kemudian klik link "Add a gadget" dimana akan ditempatkan animasi flash.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Pilih "HTML/Javascript" kemudian taruh script berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-family: courier new;" class="alert"&gt;&lt;embed src="%3Cspan%20style="&gt;&lt;/embed&gt;http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" width="&lt;span style="color:red;"&gt;500&lt;/span&gt;" height="&lt;span style="color:red;"&gt;100&lt;/span&gt;" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-weight: bold;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* Ganti "&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;http://blogoholic.info/wellcome.swf&lt;/span&gt;" dengan alamat file flash kamu yang telah ditaruh di hosting. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* Ganti width="&lt;span style="color:red;"&gt;500&lt;/span&gt;" height="&lt;span style="color:red;"&gt;100&lt;/span&gt; dengan ukuran dari file flashmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-2823934436520318022?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/2823934436520318022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/2823934436520318022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/02/cara-pasang-flash-di-blog.html' title='Cara Pasang Flash di Blog'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-6238162976139676449</id><published>2009-02-08T22:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T23:11:12.249-08:00</updated><title type='text'>Sejarah Valentine</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SY_U8sLBhoI/AAAAAAAAAEQ/oKY-otuzHqw/s1600-h/vakentine.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 390px; height: 247px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SY_U8sLBhoI/AAAAAAAAAEQ/oKY-otuzHqw/s320/vakentine.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300689425553000066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Caba%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Caba%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h3 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:3; 	font-size:13.5pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;h3 style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 face="lucida grande"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 face="lucida grande"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 face="lucida grande"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sejarah Valentine - Kisah Pengorbanan Pendeta Baik Hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" alt="pasangan-valentine" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:0;width:243.75pt;height:188.25pt;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\aba\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="pasangan-valentine"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!-- content --&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di berbagai belahan dunia, orang beramai-ramai mengamini bahwa tanggal 14 Februari adalah hari Velentine. Di Indonesia pun, para warganya turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini, meskipun sebenarnya mereka tak tahu pasti mengapa harus ikt merayakan hari tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bukankah untuk menunjukkan rasa sayang kita terhadap teman, kekasih ataupun keluarga kita tak perlu menunggu datangnya tanggal 14 februari, kita bisa menunjukkannya setiap hari. Kita juga tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli coklat, bunga dan pernak-pernik lainnya untuk menunjukkan rasa sayang kita, cukup dengan perhatian yang tulus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terlepas dari itu semua, marilah kita kupas secara detail keistimewaan hari Valentine yang kedatangannya selalu membuat dunia menjadi serba merah muda. Beberapa para ahli mengatakan bahwa asal mula Valentine itu berkaitan dengan St. Valentine. Ia adalah seorang pria Roma yang menolak melepaskan agama Kristen yang diyakininya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia meninggal pada 14 Februari 269 Masehi, bertepatan dengan hari yang dipilih sebagai pelaksaan &lt;strong&gt;‘undian cinta’&lt;/strong&gt;. Legenda juga mengatakan bahwa St. Valentine sempat meninggalkan ucapan selamat tinggal kepada putri seorang narapidana yang bersahabat dengannya. Di akhir pesan itu, ia menuliskan : “Dari Valentinemu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara itu sebuah cerita lain mengatakan bahwa Saint Valentine adalah seorang pria yang membaktikan hidupnya untuk melayani Tuhan di sebuah kuil pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Ia dipenjarakan atas kelancangannya membantah titah sang kaisar. Baru pada tahun 496 Masehi, pendeta Gelasius menetapkan 14 Februari sebagai hari penghormatan bagi Valentine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Akhirnya secara bertahap 14 Februari menjadi hari khusus untuk bertukar surat cinta dan St. Valentine menjadi idola para pecinta. Datangnya tanggal itu ditandai dengan pengiriman puisi cinta dan hadiah sederhana, semisal bunga. Sering juga untuk merayakan hari kasih sayang ini dilakukan acara pertemuan besar atau bahkan permainan bola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di AS, Miss Esther Howland tercatat sebagai orang pertama yang mengirimkan kartu valentine pertama. Acara Valentine mulai dirayakan besar-besaran semenjak tahun 1800 dan pada perkembangannya, kini acara ini menjadi sebuah ajang bisnis yang menguntungkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perlahan semarak hari kasih sayang ini merebak keluar dan menular pada masyarakat di seluruh dunia dibumbui dengan versi sentimentak tentang makna valentine itu sendiri. Bahkan anak-anak kecil pun tertular dengan wabah ini, mereka saling berkirim kartu dengan teman-temannya di sekolah untuk menunjukkan rasa sayang mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sejarah Hari Valentine&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kisah St. Valentine&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan sennag hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : “Dengan Cinta dari Valentinemu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tradisi Valentine&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;– Selama beberapa tahun di Inggris, banyak anak kecil di dandani layaknya anak dewasa pada hari Valentine. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;– Di Wales, para pemuda akan menghadiahkan sendok kayu pada kekasihnya pada hari kasih sayang itu. Bentuk hati dan kunci adalah hiasan paling favorit untuk diukir di atas sendok kayu tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="georgia"&gt;– Pada jaman Romawi kuno, para gadis menuliskan namanya di kertas dan memasukkan ke dalam botol. lalu para pria akan mengambil sah satu kertas tersebut untuk melihat siapakan yang akan menjadi pasangan mereka dalam festifal tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="georgia"&gt;– Di Negara yang sama, para gadis akan menerima hadiah berupa busana dari para pria. Jika ia menerima hadiah tersebut, ini pertanda ia bersedia dinikahi pria tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;"&gt;– Beberapa orang meyakini bahwa jika mereka melihat robin melayang di udara saat hari Valentine, ini berarti ia akan menikah dengan seorang pelaut. Sementara jika seorang wanita melihat burung pipit, maka mereka akan menikah dengan seorang pria miskin. Namun mereka akan hidup bahagia. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara jika mereka melihat burung gereja maka mereka akan menikah dengan jutawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;– Sebuah kursi cinta adalah kursi yang lebar. Awalnya kursi ini dibuat untuk tempat duduk seorang wanita (jaman dahulu wanita mengenakan busana yang sangat lebar). Belakangan kursi cinta dibuat untuk tempat duduk dua orang. dengan cara ini sepasang kekasih bisa duduk berdampingan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="georgia"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;– Pikirkan lima atau enam nama pria (jika anda wanita) atau lima atau enam nama wanita (jika anda pria) yang ingin anda nikahi. Lalu putarlah setangkai apel sambil menyebut nama tersebut satu persatu. Anda akan menikah dengan nama yang anda sebut saat tangkai tersebut lepas dari buahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;– Petiklah sekuntum bungan dandelion yang tengah mengembang. Tiuplah putik-putik pada bunga tersebut, lalu hitunglah putik yang tersisa. Itu adalah jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;– Jika anda memotong sebuah apel pada tengahnya dan menghitung jumlah biji di dalamnya, ini juga bisa menunjukkan jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-6238162976139676449?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/6238162976139676449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/6238162976139676449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/02/sejarah-valentine.html' title='Sejarah Valentine'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SY_U8sLBhoI/AAAAAAAAAEQ/oKY-otuzHqw/s72-c/vakentine.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-7881104497454218324</id><published>2009-02-01T22:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T23:14:23.167-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Tips Mengedit HTML Blogspot</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika kita mengotak-atik atau mengedit HTML blog kadang2 akan mengalami kesulitan, apalagi bagi yang masih agak pemula. Entah itu gak bisa nemu kode yang mau diedit lah, gak bisa disimpan karena error lah, Ada pesen error yang gak jelas lah, dan lah-lah yang lain, ya to...??? Nha &lt;a href="http://trik-tips.blogspot.com/"&gt;trik dan tips&lt;/a&gt; kali ini akan mencoba gimana cara untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi masalah "lah-lah" yang kadang2 atau sering terjadi tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berikut ini beberapa tips untuk edit HTML bogger:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;1. Backup Template&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membackup template ini penting karena jika terjadi hal-hal yang tidak dinginkan, misalnya blog jadi rusak maka kita bisa membuatnya seperti sediakala (sebelum rusak) jika kita sebelumnya sudah membackup template. Cara membackup template ini mudah. Cukup klik pada link &lt;b&gt;"Download Full Template"&lt;/b&gt; lalu simpan file template di komputer kita. Kalo terjadi kesalahan yang tidak bisa kita atasi, kita tinggal upload aja file template tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;2. Memberi Tanda Centang pada Kotak "Expand Widget Template"&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ini yang kadang2 dilupakan para "editor". Kalau kotak &lt;input type="checkbox"&gt;"Expand Widget Templates" tidak dicentang maka kode2 yang dicari kemungkinan tidak ditemukan. Tapi kadang2 hal ini tidak perlu dilakukan tergantung dari petunjuk tutorialnya. Makanya perhatikan baik2 tutorialnya kalo mau Edit HTML blog.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;3. Tips Mempermudah Pencarian&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk mempermudah pencarian kode yaitu dengan meng-copy dulu kode yang mau dicari kemudian tekan &lt;b&gt;"Ctrl+f"&lt;/b&gt; lalu masukkan kode yang dicopy tadi kedalam kotak yg muncul. Kalo misalkan kode yang dicari tidak muncul maka cobalah mencari sebagian dari kode tersebut. Misal mau mencari kode &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;p&gt;&lt;data:post.body/&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; jika tidak ketemu maka cb carilah sebagiannya atau seperti ini &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;data:post.body&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; kalau sudah ketemu maka klik tombol next untuk melihat apakah ada kode lain yang sama untuk memastikan kode yang dikehendaki. Tapi tips ini sepertinya sulit dilakakukan jika menggunakan browser "Chrome" paling mudah jika menggunakan "Mozilla Firefox".&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-HHcbL2aWiU/STGveiDYvMI/AAAAAAAAA6A/vgjFoCv517U/s1600-h/find.gif"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274189577699507394" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" href="http://2.bp.blogspot.com/_-HHcbL2aWiU/STGveiDYvMI/AAAAAAAAA6A/vgjFoCv517U/s1600-h/find.gif" style="'width:240pt;height:76.5pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\HOTMAH~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\02\clip_image001.png" href="http://2.bp.blogspot.com/_-HHcbL2aWiU/STGveiDYvMI/AAAAAAAAA6A/vgjFoCv517U/s320/find.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/HOTMAH%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image002.gif" style="cursor: pointer; height: 117px; width: 368px;" shapes="BLOGGER_PHOTO_ID_5274189577699507394" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;4. Tips Menghadapi Error Yang Muncul &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika saat menyimpan hasil editan kemudian muncul pesan error, misal seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;We were unable to save your template&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Please correct the error below, and submit your template again.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Your template could not be parsed as it is not well-formed. Please make sure.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka hal yang harus kita lakukan adalah berusaha memahami pesan error tersebut. Kemudian kita cek kembali tutorial yang kita baca apakah langkah-langkah yang sudah kita lakukan bener2 sesuai dengan tutorialnya. kalau tidak yakin maka kita bisa mengulangi lagi tutorialnya dari awal dengan mengklik tombol "Clear Edit" terlebih dahulu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-HHcbL2aWiU/STGyGF4N0FI/AAAAAAAAA6I/a1Mx4LUhWww/s1600-h/clear.gif"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274192456354484306" spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="" href="http://1.bp.blogspot.com/_-HHcbL2aWiU/STGyGF4N0FI/AAAAAAAAA6I/a1Mx4LUhWww/s1600-h/clear.gif" style="'width:89.25pt;height:21.75pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\HOTMAH~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\02\clip_image003.gif" href="http://1.bp.blogspot.com/_-HHcbL2aWiU/STGyGF4N0FI/AAAAAAAAA6I/a1Mx4LUhWww/s320/clear.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/HOTMAH%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image003.gif" style="cursor: pointer; height: 29px; width: 119px;" shapes="BLOGGER_PHOTO_ID_5274192456354484306" border="0" height="29" width="119" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin untuk masalah mengahadapi berbagai pesan error ini akan kita bahas lebih lanjut diepisode yang lainnya yang lebih spesifik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yak mungkin itu aja dulu &lt;a href="http://trik-tips.blogspot.com/"&gt;tips-tips&lt;/a&gt; dalam pembahasan kali ini. Kita jumpa lagi di tips-tips berkutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-7881104497454218324?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/7881104497454218324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/7881104497454218324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/02/tips-mengedit-html-blogspot.html' title='Tips Mengedit HTML Blogspot'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-7245065627412735293</id><published>2009-01-12T07:59:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T08:30:14.166-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SWtwB0A2S1I/AAAAAAAAACw/-Ae9sZ7RXpY/s1600-h/sicknud.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SWtwB0A2S1I/AAAAAAAAACw/-Ae9sZ7RXpY/s320/sicknud.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290445363721161554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Sicknud" Adalah Sebuah Band Yang merupakan Slipknotnya Indonesia. Mempunyai 7 Personil :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Hadid Wenay(vocal), Alam Anaqu(guitar), Febri(Guitar), Idho "kodok"(Bass), Youdie Telsa(Percusion), Endriq(Sampling), Erdian H@fizt(Drum).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Base Camp: Sibolga (0631) 22023(Hadid), &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Email : sicknud@plasa.com &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Sicknud telah meliris Album yang pertamanya dengan Judul "The Red DeviL" pada awal tahun 2004 lalu, dan telah terjual lebih kurang 1000 keping dalam bentuk VCD (tpi hanya untuk anak Udergorund) &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Jika Qamu2 ingin mengundang Sicknud ke tempat Qamu/mendapatkan Album Sicknud "The Red DeviL", Bisa menghubunginya di Base camp Yang ada diatas.JIka anda tidak mau Beli anda BIssa Donlot di "WWW.kodok26.multiply.com"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-7245065627412735293?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/7245065627412735293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/7245065627412735293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2009/01/sicknud-adalah-sebuah-band-yang.html' title=''/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SWtwB0A2S1I/AAAAAAAAACw/-Ae9sZ7RXpY/s72-c/sicknud.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-736976240824265028</id><published>2008-11-14T09:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T09:13:00.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pengaruh Melamin Bagi Kesehatan</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Caba%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arial Black"; 	panose-1:2 11 10 4 2 1 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h2 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:2; 	font-size:18.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a href="http://gustipatrai.blog.friendster.com/2008/09/pengaruh-melamin-bagi-kesehatan/"&gt;Pengaruh Melamin Bagi Kesehatan&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita tentang kandungan melamin pada susu dan beberapa makanan, namun sebenarnya banyak di antara kita yang masih bertanya-tanya bahaya apakah yang didapat dengan mengkonsumsi makanan yang tercemar melamin. Sebelum menjawab keingintahuan kita ada baiknya kita kenal dulu apakah melamin itu?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:blue;"  &gt;Melamin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cikal bakal melamin dimulai tahun 1907 ketika ilmuwan kimia asal Belgia, Leo Hendrik Baekeland, berhasil menemukan plastik sintesis pertama yang disebut bakelite. Penemuan itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah keberhasilan teknologi kimia awal abad ke-20. Melamin merupakan suatu polimer, yaitu hasil persenyawaan kimia (polimerisasi) antara monomer formaldehid dan fenol. Apabila kedua monomer itu bergabung, maka sifat toxic dari formaldehid akan hilang karena telah terlebur menjadi satu senyawa, yakni melamin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada awalnya bakelite banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan telepon generasi pertama. Namun, pada perkembangannya kemudian, hasil penemuan Baekeland dikembangkan dan dimanfaatkan pula dalam industri peralatan rumah tangga. Salah satunya adalah sebagai bahan dasar peralatan makan, seperti sendok, garpu, piring, gelas, cangkir, mangkuk, sendok sup, dan tempayan, seperti yang dihasilkan dari melamin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Peralatan makan yang terbuat dari melamin di satu sisi menawarkan banyak kelebihan. Selain desain warna yang beragam dan menarik, fungsinya juga lebih unggul dibanding peralatan makan lain yang terbuat dari keramik, logam, atau kaca. Melamin lebih lebih ringan, kuat, dan tak mudah pecah serta mudah dibersihkan. Harga peralatan melamin pun relatif lebih murah dibanding yang terbuat dari keramik misalnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:blue;"  &gt;Potensi Bahaya Melamin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagaimana saya sebutkan di atas melamin merupakan senyawa polimer yang merupakan gabungan monomer formaldehide (formalin) dan fenol yang apabila komponen penyusun melamin tersebut dalam komposisi yang seimbang kelihatan aman tetapi harus diwaspadai seringkali dalam pembuatan melamin proses pencampurannya sering kali tak terkontrol. Apabila komposisi antara formaldehide dengan fenol tidak seimbang maka aka terjadi residu, yaitu monomer formaldehide atau fenol yang tidak bersenyawa sempurna. Sisa monomer formaldehide inilah yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain itu senyawa melamin rentan terhadap panas dan sinar ultravilet yang dapat mendepolimerisasi melamin menjadi monomer formaldehide dan fenol. Gesekan terhadap peralatan melamin juga berpotensi melepaskan residu formaldehide yang terperangkap sebelumnya. Sehingga meskipun kontrol  pembuatan peralatan melamin sudah baik masih menyimpan bahaya bagi kesehatan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Formaldehide atau yang kita kenal sebagai formalin merupakan desinfektan yang sering pula digunakan sebagai bahan pengawet mayat yang sangat mudah masuk ke dalam tubuh lewat jalur oral/mulut, saluran pernafasan dan pembuluh darah. Formaldehid yang masuk ke dalam tubuh dapat mengganggu fungsi sel, bahkan dapat pula mengakibatkan kematian sel.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pengaruh akut/segera pada mereka yang teracuni formalin adalah gejala iritasi dan alergi (mis: mata berair, kemerahan, mual, muntah, diare, kencing campur darah, rasa terbakar, gatal, pusing bahkan bisa tidak sadarkan diri).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedangkan pengaruh kronis dari keracunan formalin dapat mengakibatkan iritasi yang parah, kerusakan fungsi hati, ginjal, syaraf dan organ lainnya. Pada hewan coba formalin mempunyai efek karsinogenik (menyebabkan kanker/ keganasan), pada manusia diyakini akan menimbulkan efek serupa. Sebagai efek kronis, efek ini tidak tampak segera tapi baru muncul setelah terjadi akumulasi formalin karena konsumsi / terpapar cemaran formalin dalam jangka lama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagi mereka yang menampakkan gejala akut keracunan formalin berikan pertolongan pertama dengan pemberian karbon aktif (norit), jangan rangsang untuk muntah karena bisa menyebabkan iritasi yang berat. Setelah itu segera bawa korban ke rumah sakit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pencampuran melamin pada susu atau produk susu sungguh merupakan suatu kejahatan serius, selain mereka telah mengencerkan kandungan susu (dengan harapan keuntungan yang berlipat) juga membahayakan kesehatan para konsumen. Mudah-mudahan pemerintah dapat mengatasi kasus ini dengan tepat dan kiranya masyarakat perlu diberikan penjelasan tentang kandungan berbahaya dari zat-zat lainnya bila bercampur dengan makanan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-736976240824265028?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/736976240824265028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/736976240824265028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2008/11/pengaruh-melamin-bagi-kesehatan.html' title='Pengaruh Melamin Bagi Kesehatan'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-558671765110545374</id><published>2008-03-24T19:07:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T19:38:25.709-07:00</updated><title type='text'>Cara Melacak IP ADDRESS dan REAL ADDRESS Seseorang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/R-hh1hXeNjI/AAAAAAAAABg/02HY_eeTw5I/s1600-h/Copy+of+SL370617.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/R-hh1hXeNjI/AAAAAAAAABg/02HY_eeTw5I/s320/Copy+of+SL370617.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181498943407535666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;1. &lt;/span&gt; Melacak alamat IP suatu situs Untuk mengetahui alamat IP suatu situs, kita dapat melakukan PING terhadap situs tersebut. Caranya: Masuk ke command Prompt dan ketikan PING WWW.SITUS-YANG-DILACAK.COM lalu tekan enter. Maka akan muncul alamat Ip situs tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melacak Lokasi server (real address) suatu situs Kita dapat melacak lokasi server suatu situs hanya dengan mengetahui alamat situsnya saja. Coba anda buka www.domainwhitepages.com Tinggal masukkan IP address situs tadi atau masukkan alamat situsnya dan anda akan mendapatkan info lengkap tentang server dari situs tersebut diantaranya adalah lokasi negara dan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melacak IP address lawan chatting kita Saat kita menggunakan Yahoo messenger, sebenarnya kita bisa mengetahui alamat IP dari lawan chatting kita. Caranya: :: Kirimkan suatu file pada lawan chat kita. :: Lalu masuklah ke Command Prompt (MSDOS) dan ketikkan NETSTAT -N lalu tekan enter, maka alamat IP lawan chatting anda (yang telah anda kirimi file tadi) akan muncul beserta port yang digunakan untuk pengiriman file. :: Untuk mengetahui lokasi lawan chatting anda (real address) seperti ia berada di kampus atau di warnet mana, tinggal anda chek di www.domainwhitepages.com dengan mempergunakan alamat IP yang anda dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ingin menggunakan YM untuk beberapa user id di komputer yang sama? Anda bisa menggunakan software dan juga bisa dengan trik di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Start &gt; Run…&gt; regedit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buka HKEY_CURRENT_USER &gt; Software &gt; yahoo &gt; pager &gt; test&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pada sebelah kanan, klik kanan &gt; New &gt; DWORD value&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beri nama Plural tekan enter 2 kali dan berikan nilai 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pastikan YM anda telah dimatikan, jalankan YM dan login secara biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kalau masih tidak bisa coba lagi step ke-5, kalau masih tidak bisa RESTART Tutorial Hacker Part 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melacak ip addreas di yahoo Mesengger dan mesengger lainnya Banyak para Newbie tidak tahu cara menampilkan ip addreas teman chatnya di Yahoo Messenger, AOL dan lainnya, memang untuk melakukannya kita butuh triks, berbeda dengan IRC yang tinggal di whois aja, baik langsung saja kita memulai tutorialnya, pertama-tama kirimkankan file apa saja yang anda punya ke teman chatting anda dimana ini fungsinya sebagai timing waktu agar anda punya waktu untuk mengetikkan perintah-perintah untuk menampilkan ip addreas teman chat anda, disarankan diatas 600kb, lebih besar itu lebih bagus karena itu akan menyebabkan waktu anda lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Segera buka MS-DOS anda, lalu ketikkan netstat -n lalu akan tampil ip teman chat anda, misalkan saja muncul tampilan sebagai berikut : 202.133.80.45 : 5000+++ -&gt;&gt; ip ini ( 202.133.80.45) ternyata setelah dicek itu milik Graha Net, nah ahkirnya ketahuan tuh si pemakai messenger di warnet mana, nah kalau 5000+ itu adalah portnya yang dikirimin file ama anda. Tujuan dari tutorial ini bahwa segala macam komunikasi diinternet tanpa penggunaan proxy dan semacamnya masih dapat dilacak dengan begitu mudahnya, sehingga gue mengingatkan untuk penggunaan proxy anonymous setiap anda berselancar di internet jika anda benar-benar ingin mengurangi resiko dari berbagai jenis pelacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cara masuk ke DOS pada Windows XP yang serba dikunci Banyak warnet yang membatasi akses gerak kita di Windows seperti fasilitas DOS, Windows Explorer, setting dan sebagainya dalam keadaan tidak dapat kita sentuh, huh, emang nyebelin kalo kita bener-bener perlu akses ini Gue punya jawaban Cara masuk di DOS pada Windows XP yang serba di lock fasilitasnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pada icon dalam dekstop atau start menu di klik kanan, lalu pilih properties&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Di properties pilihlah "find target…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Muncul Window lalu pilih search diatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pada Search pilihlah "All Files and folders"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lalu cari file "cmd.exe" di windows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jika di temukan maka jalankan file cmd.exe.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;7. Dengan menjalankan file cmd.exe maka anda telah masuk ke dos Jika ternyata penguncian benar-benar total maka anda dapat mengubah registry windows melalui pembuatan file *.reg dengan notepad / word pad, kemudian anda jalankan file *.reg tersebut, cara untuk membuatnya ada dihalaman ini juga. Tujuan dari tutorial ini agar kita dapat lebih banyak bergerak leluasa diwarnet-warnet yang keamanannya terlalu dilindungi sehingga membuat kita tidak bisa berbuat banyak di komputer tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menembus fasilitas umum windows yang terlalu dibatasi Menjengkelkan jika fasilitas MS-DOS, RUN, Find dan sebangsanya di hilangkan dari desktop di komputer warnet, biar ga terlalu BT, kita tembus aja pakek cara ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Masuk ke Notepad / Wordpad / Ms Word&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Laluketik dibawah ini REGEDIT4 [HKEY_CURRENT_USER\""SOFTWARE\""Microsoft\""Windows\""CurrentVersion\""Policies\""System] "DisableRegistryTools"=dword:00000001 [HKEY_CURRENT_USER\""SOFTWARE\""Microsoft\""Windows\""CurrentVersion\""Policies\""Explorer] "NoRun"=dword:00000000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Simpanlah di dengan nama file berekstensi *.reg lalu jalankan file *.reg yang anda buat tadi lalu anda restart Tujuan dari tutorial ini untuk para netter yang merasa kesal dengan komputer warnet, kantor atau sebagainya yang dimana warnet, kantor atau lainnya melakukan pembatasan hak aksesnya terlalu berlebihan terhadap komputer yang kita gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cara masuk di komputer lain lewat DOS (Windows XP / 2000) Anda ingin masuk dikomputer teman anda dalam sebuah LAN ? bisa melihat seluruh isi harddisk teman anda, membuat directory, membuat file, mendelete file atau apa saja ? itu mudah, semua caranya ada disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pertama-tama anda harus tahu 2 program penting lalu downloadlah yaitu internet Maniac (Internet Maniac.exe) … Download Interenet Maniac Berfungsi untuk mengetahui ip addreas client melalui computer name / hostname KaHT (KaHt.exe) … Download program hacker KaHT Berfungsi sebagai program untuk menerobos ke computer server atau client Ingat hanya dengan 2 program diatas maka anda bersiap-siaplah menguasai warnet / kampus / kantor dan sebagainya, lho bagaimana bisa ? hehe Pertama kali anda periksa dahulu jaringan anda dengan melihat para hostname dengan 2 cara. Ingat hanya dengan 2 program diatas maka anda bersiap-siaplah menguasai warnet / kampus / kantor dan sebagainya, lho bagaimana bisa ? hehe Setelah 2 program diatas di download maka ekstractlah dahulu program tersebut, entah pake WINZIP atau pake apa. Kalo udah di extract lalu pertama kali anda periksa dahulu jaringan anda dengan melihat para hostname dengan 2 cara. Untuk Windows XP Cara Pertama Masuk ke Start Lalu Search, lalu pilih computers or people lalu pilih A computer on the Network lalu langsung klik search maka akan segera muncul computer-komputer yang terkoneksi dalam jaringan. Untuk Windows 95/98/Me/2000 (kalau anda menemukan open port 135 di OS ini) Cara Pertama Masuk ke Start Lalu Search Lalu For Files or Folders lalu pada menu Search for other item pilihlah computers, lalu akan muncul Search for computer, maka langsung klik Search Now maka nama-nama computer akan muncul (Alternatif cara yang cepat dapat mengklik My Network Place / Network Neighboure saja) Setelah loe dapetin sasaran computer yang mau di masukin / diremote maka loe langsung aja jalankan program Internet Maniac Masuklah ke Host Lookup lalu ketikkan nama computer / hostname lalu klik resolve, disini anda akan mendapat alamat ip computer tersebut. Dengan nomor ip ini maka anda sudah mengetahui sasaran computer yang akan di masuki. Setelah itu selesai maka kita tinggalkan program Internet Maniac, kita akan berlanjut dengan program KaHT, program ini akan didetect sebagai Trojan oleh antivirus, tapi abaikan saja, jangan di hapus / di karantina kalau terdetect, kalau perlu del aja antivirusnya, satu lagi, program KaHT bekerja dalam MS-DOS Mode jadi disini kemampuan anda menggunakan DOS sangat penting, tanpa kemampuan DOS maka anda tidak akan bisa banyak berbuat. Cara masuk DOS Mode Untuk Windows XP : Masuklah ke Start, All programs, Accessories lalu Command Prompt Untuk Windows 95/98/Me/NT/2000 Masuklah ke Start, Programs, Accessories lalu MS-DOS Prompt Setelah berhasil masuk DOS maka masuklah di directory program KaHT, masa seh bisa lupa tadi program diextract dimana, hehe, (Misal tadi di extract di C:\""KaH) maka ketikkan "CD\""KaHT" dan seterusnya. Jika sudah, ini saatnya? Ketikkan "KaHT sebelum_no_ip_komputer_sasaran no_ip_komputer_sasaran. kalau bingung bisa begini : "KaHT Ip1 ip2" ip1 : ip awal yang discan ip2 : ip terahkir yang discan Misalnya tadi ip-nya 192.168.0.1 setelah di detect pakek Internet Maniac tadi itu lho. Maka ketikkan saja "KaHT 192.168.0.0 192.168.0.1" lalu enter aja Nah disini nanti program akan bekerja otomatis. Setelah selesai menscan jika nanti port 135 ternyata dalam keadaan open maka anda akan otomatis di computer tujuan / sasaran, untuk lebih persisnya anda akan berada di "c:\""windows\""system" milik komputer tujuan / sasaran setelah pen-scan-an selesai. Anda bisa bebas di computer sasaran, mau edit atau di delete pun bisa, hehe Nah kalo udah begini kita bisa berkreasi : Pingin biaya warnet kita lebih murah ? gampang masuk aja di billing server, ketik Time, ganti aja waktunya, tapi jangan banyak-banyak apalagi minus nanti ketahuan ama operator warnetnya, hehe. Memata-matai anak yang sedang chatting pakek MiRC di satu warnet / kampus / kantor / lainnya, cari program MiRC yang digunakan dalam computer tersebut, biasanya seh di C:\""Program Files\""MiRC, buka file MiRC.INI, lalu Log IRC di On kan saja dan kalo mau lihat isi chattingan teman kita itu cukup lewat "/logs" maksudnya kalau tadi di C:\""program Files\""MiRC program MiRCnya maka cukup masuk aja di C:\""Program Files\""MiRC\""Logs nanti disitu ada file-file log hasil chattingan dia walaupun dia sedang online tetep aja terekam, hehe, kalo mau mastiin dia makek nick apa, gampang banget bisa jalanin aja MiRCnya atau periksa di MiRC.INI, gampangkan. Apalagi nih, Bikin computer itu rusak, lebih baik jangan, tapi sebenere bisa lho, delete aja file-file systemnya, hehe. Diatas cuman kreasi dikit aja, loe bisa aja memanfaatkannya jauh lebih bermanfaat dari pada diatas Tujuan dari tutorial ini untuk anda yang sering menggunakan komputer dengan Windows 2000 dan XP dijaringan agar lebih waspada terhadap berbagai tindakan usil dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.. 5.Membuat akses administrator Windows untuk kita lewat komputer lain Kita ingin membuat administrator Windows XP/2000 di komputer lain melalui LAN ? sangat mudah, caranya masuklah ke komputer tujuan dengan program kaht yang sudah diajarkan diatas, lalu kita akan mencoba beberapa trik. Melihat akses guest dan administrator di Windows Ketik : net user Melihat aktif tidaknya guest di Windows Ketik : net user guest Membuat akses guest menjadi Administrator dengan perintah : Ketik : net localgroup Administrators Guest /add Membuat akses adminstrator sendiri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketik : net user /add&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketik : net localgroup Administrators /add Menghapus akses administrator Ketik : net localgroup Users /delete 1. Cara mengetahui password administrator Windows - Download Proactive Windows Security Explorer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://dl.winsite.com/files/439/ar2/win95/netutil/maniac.zip&lt;br /&gt;http://evalsoftware.atelierweb.com/awrc62.zip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source:&lt;br /&gt;http://har3165.blogsome.com/2007/05/23/cara-masuk-di-komputer-lain-lewat-dos-windows-xp-2000/&lt;br /&gt;http://frengkysilaban.blogs.ie/2007/05/23/tips-01/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-558671765110545374?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/558671765110545374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/558671765110545374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2008/03/cara-melacak-ip-address-dan-real.html' title='Cara Melacak IP ADDRESS dan REAL ADDRESS Seseorang'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/R-hh1hXeNjI/AAAAAAAAABg/02HY_eeTw5I/s72-c/Copy+of+SL370617.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8082883450795135895.post-5449237044356832893</id><published>2008-03-24T18:34:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T19:01:02.096-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Sembunyikan IP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/R-hciRXeNiI/AAAAAAAAABY/RxaE0YhBRpM/s1600-h/SL370617.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/R-hciRXeNiI/AAAAAAAAABY/RxaE0YhBRpM/s320/SL370617.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181493115136914978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Beberapa alasan mengapa kita harus menyembunyikan IP Address asli antara &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;lain: &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* Mengakses ke website yang melakukan restriction -- hanya membolehkan &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;akses dari IP Address tertentu saja. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* Privasi. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* Menghindari pelacakan jika kita melakukan tindakan yang 'tidak &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;seharusnya kita lakukan'. (baca: hacking)  &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;------| Menggunakan Proxy &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dalam melangsungkan sebuah proses attack, sebaiknya seorang attacker melakukan &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;beberapa pengamanan. Umumnya yang dilakukan adalah: &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* Menghapus log files pada victim &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* Menyembunyikan IP Address komputer yang digunakan untuk melangsungkan &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;attack &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* Melakukan modifikasi minimum untuk tidak menarik perhatian pemilik &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;system seperti tidak menambah user atau membuat direktori yang terlalu &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;'vulgar' &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Penggunaa proxy disesuaikan dengan program yang kita gunakan untuk melakukan &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;browsing seperti Internet Explorer, Mozilla, Opera, mIRC, dan lain-lain. &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;---| Sample: Internet Explorer &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;1. Jalankan Internet Explorer (IE) &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;2. Klik Tools &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;3. Klik Internet Option &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;4. Klik Connections &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;5. Klik LAN Settings &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;6. Aktifkan option 'Use a proxy server' &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;+-------------------+ +--------+ &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Address : IP Address : Port : Port : &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;+-------------------+ +--------+ &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;---| Sample: wget &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;1. Edit file /etc/wgetrc atau ~/.wgetrc &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;2. Ubah atau tambahkan baris &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;http_proxy=http://ip_address_proxy:port/ &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;---| Sample: libwww-perl (LWP) &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pada source code program yang menggunakan bahasa pemrograman Perl dapat &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;ditambahkan: &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;$ua-&gt;proxy(['http', 'ftp'], 'http://ip_address_proxy:port/'); &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Cara lain adalah dengan meload proxy setting dari *_proxy environment &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;variables. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;$ua-&gt;env_proxy &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Untuk mengubah environment variables, dapat dilakukan via command line: &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;$ export http_proxy=http://ip_address_proxy:port/ (sh/bash/ksh) &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;% setenv http_proxy 'http://127.0.0.1:8080/' (csh/tcsh) &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;------| Proxy testing &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Jika semuanya berjalan lancar maka kita dapat melakukan browsing secara &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;anonymous. Lihat bagian appendix untuk mendapatkan contoh anonymous proxy. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Untuk mengetahui apakah IP Address asli yang kita gunakan sudah tersembunyi &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;dan digantikan oleh IP Address milik anonymous web proxy, kita dapat &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;melakukan pengecekan dengan melakukan browsing ke website yang memiliki &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;fitur browser checker seperti &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* http://www.dedidwianto.or.id &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* noc.cbn.net.id &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* dan lain-lain &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;------| Anonymity &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Beberapa istilah yang berkaitan dengan anonymous proxy: &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* Anonymous - HTTP proxy server tidak mengirimkan variable &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;HTTP_X_FORWARDED_FOR kepada remote host, hal diini dilakukan untuk &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;menyembunyikan IP Address asli kita. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;* High anonymity (elite proxy) - HTTP proxy server jenis ini tidak &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;mengirimkan variable HTTP_X_FORWARDED_FOR, HTTP_VIA dan &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;HTTP_PROXY_CONNECTION. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Apa yang membedakan anonymous proxy dan elite proxy adalah pengiriman &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;variable HTTP_* oleh proxy server. Pada anonymous proxy, sangat dimungkinkan &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;bagi remote host untuk mengetahui IP Address asli yang kita miliki dengan &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;melihat variable HTTP_VIA dan HTTP_PROXY_CONNECTION. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ido Tobing&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8082883450795135895-5449237044356832893?l=idotobing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/5449237044356832893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8082883450795135895/posts/default/5449237044356832893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idotobing.blogspot.com/2008/03/sembunyikan-ip.html' title='Sembunyikan IP'/><author><name>Ido Tobing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/SahKMprblpI/AAAAAAAAAFI/oQyb2JtI834/S220/jaming.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eL3cEQSKvms/R-hciRXeNiI/AAAAAAAAABY/RxaE0YhBRpM/s72-c/SL370617.JPG' height='72' width='72'/></entry></feed>
