KONSEP-KONSEP DASAR KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam konunikasi.
Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi organisasi dapat macet dan berantakan. Misalnya bila dalan suatu sekolah kepala sekolah tidak memberi informasi kepada guru-guru mengenai kapan sekolah dimulai sesudah libur semester dan apa bidang studi yang harus diajarkan oleh masing-masing guru, maka besar kemungkinannya guru tidak dating mengajar. Skibatnya, murid-murid tidak belajar. Hal ini menjadikan sekolah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dari contoh itu kelihatan, bahwa dengan kelupaan memberi informasi saja sudah memberikan efek yang lebih besar bagi sekolah. Karena pentingnya komunikasi dalam organisasi maka perlu menjadi perhatian pengelola agar dapat membantu dalam pelaksanaan tugasnya.
Komunikasi yang efektif adalah penting bagi semua organisasi. Oleh karena itu, para pemimpin organisasi dan para komunikator dalam organisasi perlu memahami dan menyempurnakan kemampuan komunikasi mereka (Kohler 1981). Untuk memahami komunikasi ini dengan mudah, perlu terlebih dahulu mengetahui konsep-konsep dasar komunikasi. Karena itu, pada bab 1 ini disajikan dahulu konsep-konsep dasar komunikasi seperti definisi komunikasi, model komunikasi, komponen dasar komunikasi dan prinsip-prinsip komunikasi.

A. DEFINISI KOMUNIKASI
Bermacam-macam definisi komunikasi yang dikemukakan orang untukk memberikan batasan terhadap apa yang dimaksud dengan komunikasi, sesuai dari sudut mana mereka memandangnya. Tentu saja masing-masing definisi tersebut ada benarnya dan tidak salah karena disesuaikan dengan bidang dan tujuan mereka masing-masing. Berikut ini disajikan beberapa dari definisi tersebut untuk melihat keanekaragaman yang berguna untuk menarik pengertian yang umum dari komunikasi.

1. Definisi Hovland, Janis dan Kelley
Hovland, Janis dan Kalley seperti yang dikemukakan oleh Forsdale (1981) adalah sosiologi Amerika, mengatakan bahwa, “communication is the process by which an individual transmits stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals”. Dengan kata-kata lain komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini, mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses, bukan sebagai suatu hal.

2. Definisi Forsdale
Menurut Louis Forsdale (1981), ahli komunikasi dan pendidikan, “communication is the process by which a system is estabilished, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu system dapat didirikan, dipelihara dan diubah. Pada definisi ini komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses. Kata signal maksudnya adalah signal yang berupa verbal dan nonverbal yang mempunyai aturan tertentu. Dengan adanya aturan ini menjadikan orang yang menerima signal yang telah mengetahui aturannya akan dapat memahami maksud dari signal yang diterimanya. Misalnya setiap bahasa mempunyai aturan tertentu baik bahasa lisan, bahasa tulisan maupun bahasa isyarat. Bila orang yang mengirim signal menggunakan bahasa yang sama dengan orang yang menerima, maka si penerima akan dapat memahami maksud dari aignal tersebut, tetapi kalau tidak mungkin dia tidak dapat memahami maksudnya.
Selanjutnya Forsdale mengatakan, bahwa pemberian signal dalam komunikasi dapat dilakukan dengan maksud tertentu atau denganm disadari dan dapat juga terjaditanpa disadari. Kalau kita bandingkan dengan definisi pertama, definisi Forsdale ini kelihatannya lebih umum dari definisi pertama yang mengatakan komunikasi hanya terjadi dengan penuh kesadaran sedangkan pada Forsdale dapat dalam kondisi sadar dan tidak sadar. Begitu juga dalam ruang lingkupnya, kalau definisi pertama lebih menekankan komunikasi hanya di antara manusia, sedangkan pada definisi kedua komunikasi baik di antara manusia maupun komunikasi dalam system kehidupan binatang.

3. Definisi Brent D. Rubben
Brent D. Rubben memberikan definisi mengenai komunikasi manusia yang lebih komprehensif sebagai berikut : Komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan, mengirimkan, dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain.
Pada definisi inipun komunikasi juga dikatakan sebagai suatu proses yaitu suatu aktivitas yang mempunyai beberapa tahap yang terpisah satu sama lain tetapi berhubungan. Misalnya kalau kita ingin berpidato di depan umum, sebelum berpidato tersebut kita telah melakukan serentetan sub-aktivitas seperti membuat perencanaan, menentukan tema pidato, mengumpulkan bahan, melatih diri di rumah, baru kemudian tampil berpidato di depan umum.
Bila diperhatikan lebih lanjut definisi Ruben ini, kelihatan bahwa Ruben memakai istilah yang berbeda dengan dua definisi sebelumnya yang memakai istilah stimulus dan signal. Ruben menggunakan istilah informasi untuk maksud itu, yang diartikannya sebagai kumpulan data, pesan (message), susunan isyarat dalam cara tertentu yang mempunyai arti atau berguna bagi system tertentu. Pengertian informasi di sini tidak hanya bersifat fakta tetapi juga bersifat fiksi, humor atau bujukan, dan apa saja.
Istilah menciptakan informasi yang dimaksudkan Ruben di sini aalah tindakan menyandingkan (encoding) pesan yang berarti, kumpulan data tau suatu set isyarat. Sedangkan istilah mengirimkan informasi maksudnya adalah proses dengan mana pesan dipindahkan dari si pengirim kepada orang lain atau dari satu tempat ke tempat lain. Pesan dikirim melalui bahasa baik bahasa verbal maupun bahasa non verbal.
Istilah pemakaian informasi menunujuk kepada peranan informasi dalam mempengaruhi tingkah laku manusia baik secara individual, kelompok, maupun masyarakat. Jadi jelas bahwa tujuan komunikasi menurut Ruben ini adalah untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain.



4. Definisi William J. Seller
Seiler (1998) memberikan definisi komunikasi lebih bersifat universal. Dia mengatakan komunikasi adalah proses dengan mana symbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima, dan diberi arti.
Kelihatannya dari definisi ini proses komunikasi sangat sederhana, yaitu mengirim dan menerima pesan, tetapi sesungguhnya komunikasi adalah suatu fenomena yang kompleks yang sulit dipahami tanpa mengetahui prinsip dan komponen yang penting dari komunikasi tersebut.
Dari keempat definisi yang diungkap[kan di atas jela, bahwa pada hakekatnya komunikasi merupakan proses tetapi proses mengenai apa belumlah ada kesepakatan. Ada yang mengatakan proses pengiriman stimulus, ada yang mengatakan pemberian signal dan ada pula yang mengatakan pengiriman informasi dan symbol tetapi menurut penafsiran penulis semua istilah itu cenderung untuk menyatakan maksud yang sama yaitu pengiriman pesan yang akan diinterpretasikan oleh si penerima pesan.

5. Definisi yang Dipakai Dalam Buku Ini
Berdasarkan prinsip umum dari definisi di atas dan berdasarkan bahwa pengertian komunikasi ini akan digunakan untuk memahami komunikasi organisasi, maka penulis berusaha menyusun definisi sendiri sebagai berikut : komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku.
Si pengirim pesan dapat berupa seorang individu, kelompok atau organisasi. Begitu juga halnya dengan si penerima pesan dapat berupa seorang anggota organisasi, seorang kepala bagian,pimpinan, kelompok orang dalam organisasi, atau organisasi secara keseluruhan.
Istilah proses maksudnya bahwa komunikasi itu berlangsung melalui trahap-tahap tertentu secara terus menerus, berubah-ubah, dan tidak ada henti-hentinya. Proses komunikasi merupakan proses yang timbale balik karena antara si pengirim dan si penerima saling mempengaruhi satu sama lain.
Perubahan tingkah laku maksudnya dalam pengertian yang luas yaitu perubahan yang terjadi di dalam diri individu mungkin dalam aspek kognitif, afektif atau psikomotor.

B. MODEL KOMUNIKASI
Yang dimaksudkan dengan model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komikasi dengan komponen lainnya. Penyajian model dalam bagian ini dimaksudkan untuk mempermudah memahami proses komunikasi dan melihat komponen dasar yang perlu ada dalam suatu komunikasi.

1. Model Lasswell
Salah satu model komunikasi yang tua tetapi masih digunakan orang untuk tujuan tertentu adalah model komunikasi yang dokemukakan oleh Harold Lasswell (Forsdale 1981), seorang ahli ilmu politik dari Yale University. Dia menggunakan ilmu pertanyaan yang perlu ditanyakan dan dijawab dalam proses komunikasi, yaitu who (siapa), says what (mengatakan apa), in which medium atau dalam media apa, to whom atau kepada siapa, dan dengan what effect atau apa efeknya.

2. Model Shannon
Model komunikasi lain yang banyak digunakan adalah model komunikasi dari Claude Shannon atau lebih terkenal dengan model Shannon Wever. Model ini berbeda dengan model Lasswell mengenai istilah yang digunakan bagi masing-masing komponen.
a. Sumber Informasi (Information Source)
Dalam komunikasi manusia yang menjadi sumber informasi adalah otak. Pada otak ini terdapat kemungkinan message/pesan yang tidak terbatas jumlahnya. Tugas utama dari otak adalah menghasilkan suatu pesan atau suatu set kecil pesan dari berjuta-juta pesan yang ada. Seringkali dalam kehidupan sehari-hari pesan itu merupakan tugas yang sederhana bagi otak seperti bila kita berjumpa dengan teman mengucapkan selamat pagi, selamat sore, mau ke mana dan sebagainya. Tetapi dalam keadaan pesan yang kompleks menghendaki otak untuk lwbih memikirkan dan mempertimbangkan pesan yang akan dikirimkan seperti menerangkan sesuatu pemacahan masalah kepada orang lain. Dalam setiap kejadian, otak harus memilih pesan yang tepat atau cocok dengan situasi. Proses pemilihan ini seringkali merupakan perbuatan yang tidak disadari manusia.
b. Transmitter
Langkah kedua dari model Shannon adalah memilih transmitter. Pemilihan transmitter ini tergantung pada jenis komunikasi yang digunakan. Kita dapat membedakan dua macam komunikasi yaitu komunikasi tatap muka dan komunikasi menggunakan mesin.
Pada komunikasi tatapmuka yang menjadi transmitternya adalah alat-alat pembentuk suara dan dihubungkan dengan otot-otot serta organ tubuh lainnya yang terlibat dalam penggunaan bahasa nonverbal. Sedangkan pada komunikasi yang menggunakan mesin-mesin alat-alat komunikasi yang berfungsi sebagai transmitter adalah alat itu sendiri seperti telepon, radio, televise, foto dan film.

c. Penyandian (Enconding) Pesan
Penyandian (enconding) pesan doperlukan untuk mengubah ide dalam otak ke dalam suat sandi yang cocok dengan transmitter. Dalam komunikasi tatap muka signal yang cocok dengan alat-alat suara adalah berbicara. Signal yang cocok dengan otot-otot tubuh dan indera adalah anggukan kepala, sentuhan dan kontak mata.
Pada komunikasi yang menggunakan mesin, dimana alat-alat yang digunakan sebagai perluasan dari indera, penyandian pesan juga bberasal dari tubuh tetapi diperluas melalui jarak jauh dengan transmitter. Misalnya radio adalah perluasan dari suara manusia, televisi perluasan dari mata dan begitu juga dengan alat komunikasi lainnya.

d. Penerima dan Decoding
Istilah Shannon mengenai penerima dan decoding atau penginterpretasian pesan seperti berlawanan dengan istilah penyandian pesan. Pada komunikasi tatap muka kemungkinan transmitter menyandikan pesan dengan menggunakan alat-alat suara dan otot-otot tubuh. Penerimaan dalam hal ini adalah alat-alat tubuh yang sederhana yang sanggup mengamati signal. Misalnya telinga menerima dan menguraikan sandi pembicaraan, mata menerima dan menguraikan sandi gerakan badan dan kepala, kilatan mata dan signal lainnya yang dapat dilihat mata. Jelaslah jika seorang individu pada komunikasi tatap muka kekurangan satu atau lebih organ tubuh maka penerimaan pesan akan menjadi macet.



e. Tujuan (Destination)
Komponen terakhir dari Shannon adalah destination (tujuan) yang dimaksud oleh si komunikator. Destination ini adalah otak manusia yang menerima pesan yang berisi bermacam-macam hal, ingatan atau pemikiran mengenai kemungkinan dari arti pesan. Penerima pesan telah menerima signal mungkin melalui pendengaran, penglihatan,penciuman dan sebagainya kemudian signal itu diuraikan dan diinterpretasikan dalam otak.

f. Sumber Gangguan (Noise)
Dalam model komunikasi Shannon ini terlihat adanya factor sumber gangguan pada waktu memindahkan signal dari transmitter kepada si penerima. Misalnya pada waktu anda berbicara dengan teman di jalan kedengaran suara mobil lewat, anak-anak berteriak, yang semuanya itu mengganggu pembicaraan anda sesaat dan gangguan itu dinamakan noise.

C. KOMPONEN DASAR KOMUNIKASI
Dari bermacam-macam model komunikasi yang telah dikemukakan di atas kelihatan bahwa ada bermacam-macam komponen atau elemen dalam proses komunikasi. Kadang-kadang untuk komponen yang sama digunakan istilah yang berbeda seperti halnya ada yang menggunakan istilah informasi dan pesan untuk menyatakan komponen pesan yang dikirimkan dan begitu juga ada yang memakai istilah sender dan source untuk menyatakan orang yang mengirimkan pesan. Walaupun demikian dapat disimpulkan mana diantara bermacam-macam komponen itu yang merupakan komponen dasar komunikasi. Dalam hal ini ada empat komponen yang cenderung sama yaitu : orang yangmengirimkan pesan, pesan yang akan dikirimkan, saluran atau jalan yang dilalui pesan dari si pengirim kepada si penerima, dan si penerima pesan. Karena komunikasi merupakan proses dua arah atau timbal balik maka komponen balikan perlu ada dalam proses komunikasi. Dengan demikian, komponen dasar komunikasi ada lima, yaitu : pengirim pesan, pesan, saluran, penerima pesan dan balikan. Masing-masing komponen tersebut akan dijelaskan kembali secara ringkas.
1. Pengirim Pesan
Pengirim pesan adalah individu atau orang yang mengirim pesan. Pesan atau informasi yang akan dikirimkan berasal dari otak si pengirim pesan. Oleh sebab itu sebelum pengirim mengirimkan pesan, si pengirim harus menciptakan dulu pesan yang akan dikirimkannya. Menciptakan pesan adalah menentukan arti apa yang akan dikirimkan kemudian menyandikan/encode arti tersebut ke dalam suatu pesan. Sesudah itu baru dikirim melalui saluran.

2. Pesan
Pesan adalah informasi yang akan dikirimkan kepada si penerima. Pesan ini dapat berupa verbal maupun nonverbal. Pesan secara verbal dapat secara tertulis seperti surat, buku, majalah, memo, sedangkan pesan yang secara lisan dapat berupa percakapan tatap muka, percakapan melalui telepon, radio dan sebagainya. Pesan yang nonverbal dapat berupa isyarat gerakan badan, ekspresi muka, dan nada suara.

3. Saluran
Saluran adalah jalan yang dilalui pesan dari si pengirim dengan si penerima. Channel yang biasa dalam komunikasi adalah gelombang cahaya dan suara yang dapat kita lihat dan dengar. Akan tetapi alat dengan apa cahaya atau suara itu berpindah mungkin berbeda-beda. Misalnya bila dua orang berbicara tatap muka gelombang suara dan cahaya di udara berfungsi sebagai saluran. Tetapi jika pembicaraan itu melalui surat yang dikirimkan, maka gelombang cahaya sebagai saluran yang memungkinkan kita dapat melihat huruf pada surat tersebut. Kertas dan tulisan itu sendiri adalah sebagai alat untuk menyampaikan pesan. Kita dapat menggunakan bermacam-macam alat untuk menyampaikan pesan seperti buku, radio, film, televisi, surat kabar tetapi saluran pokoknya adalah gelombang suara dan cahaya. Di samping itu kita juga dapat menerima pesan melalui lat indera penciuman, alat pengecap dan peraba.


4. Penerima Pesan
Penerima pesan adalah yang menganalisis dan menginterpretasikan isi pesan yang diterimanya. Tugas dari si penerima sudah dijelaskan sebelumnya pada bagian B.



5. Balikan
Balikan adalah respons terhadap suatu pesan yang diterima yang dikirimkan kepada si pengirim pesan. Dengan diberikannya reaksi ini kepada si pengirim, pengirim akan dapat mengetahui apakah pesan yang dikirimkan tersebut diinterpretasikan sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirim. Bila arti pesan yang dimaksudkan oleh si pengirim diinterpretasikan sama oleh si penerima berarti komunikasi tersebut efektif.
Seringkali respons yang diberikan tidak seperti yang diharapkan oleh si pengirim karena si penerima pesan kurang tepat dalam menginterpretasikan pesan. Hal ini disebabkan oleh adanya factor-faktor dalam diri si penerima yang mempengaruhi dalam pemberian arti pesan seperti telah disebutkan dalam model Berlo.

D. PRINSIP KOMUNIKASI
Untuk dapat memahami hakikat suatu komunikasi perlu diketahui prinsip dari komunikasi tersebut. Menurut Seiler (1988), ada empat prinsip dasar dalam kominikasi yaitu : suatu proses, suatui sistemik, interaksi dan transaksi, dimaksudkan atau tidak dimaksudkan. Masing-masing dasri prinsip ini akan dijelaskan berikut ini :

1. Komunikasi adalah Suatu Proses
Komunikasi adalah suatu proses karena merupakan suatu seri kehidupan yang terus-menerus, yang tidak mempunyai permulaan atau akhir dan selalu berubah-ubah. Komunikasi juga bukanlah suatu barang yang dapat ditangkap dengan tangan untuk diteliti. Komunikasi menurut Seiler (1988) lebih merupakan cuaca yang terjadi dari bermacam-macam variabel yang kompleks dan terus berubah. Kadang-kadang cuaca hangat, matahari bersinar, pada waktu yang lain cuaca dingin, berawan dan lembab. Keadaan cuaca mereflesikan satu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak ada pernah duplikatnya.
Komunikasi jiga melibatkan suatu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak pernah ada duplikat dalam cara yang persis sama yaitu : saling berhubugan diantara orang, lingkungan, keterampilan, sikap, status, pengalaman, dan perasaan, semuanya menentukan komunikasi yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Misalnya : cobalah anda ingat hubungan yang baru terjadi dengan seseorang akhir-akhir ini. Bagaimana terjadinya hubungan itu ? Apakah secara kebetulan atau sengaja dipertemukan olek teman atau anda sendiri yang merencanakannya. Tidak ada dua hubungan yang terjadi dalam cara yang persis sama atau tidak ada komunikasi yang terjadi pengantara terjadinya hubungan itu yang persis sama. Beberapa hubungan hangat dan adakalanya dingin sama halnya dengan cuaca.
Bila dilihat sepintas lalu suatu komunikasi mungkin tidak berarti, tetapi bila dipandang sebagai suatu proses, maka kepentingannya sangat besar. Misalnya : suatu komunikasi yang hanya terdiri dari satu perkataan akan dapat memperlihatkan suatu perubahan. Perubahan itu mungkin terjadi secara langsung atau tidak langsung, berarti atau tidak berarti, tetapi semuany aitu terjadi sebagai hasil proses komunikasi. Contoh : seorsng pengawas sedang memperhatikan karyawannya mengerjakan sesuatu pekerjaan. Tiba-tiba pengwa tersebut mengucapkan kata salah, maka karyawan yang sedang bekerja tersebut menghentikan pekerjaanya dan mungkin bertanya dimana letak kesalahannya. Atau kalau karyawan tersebut tahu di mana letak kesalahannya dia dapat langsung memperbaiki pekerjaannya pada saat diawasi tersebut.
Jadi, komunikasi tersebut di samping berubah-ubah juga dapat menimbulkan perubahan.

2. Komunikasi adalah Sistem
Seperti telah dikatakan pada bagian C bahwa komunikasi terdiri dari beberapa komponen dan masing-masing komponen tersebut mempunyai tugasnya masing-masing. Tugas dari masing komonen itu berhubungan satu sama lain untuk menghasilkan suatu komunikasi. Misalnya pengirim mempunyai peranan untuk menentukan apa informasi atau arti apa yang akan dikomunikasikan. Setelah tahu apa arti atau informasi apa yang akan dikirimkan, informasi tersebut perlu diubah ke dalam kode atau sandi-sandi tertentu sesuai dengan aturannya sehingga berupa suatu pesan. Jadi komponen pesan ada kaitannya dengan komponen pengirim. Bila pengirim tidak benar menyandikan arti yang akan dikirim maka terjadilah pesan tersebut kurang tepat. Kurang tepatnya pesan yang dikirimkan akan mempengaruhi komponen penerima dalam menginterpretasikan isi pesan sehingga si penerima mungkin juga akan salah dalam menginterpretasikannya. Kaitan komponen pesan dengan saluran misalnya bila pesan disampaikan dengan lisan maka gelombang suara adalah sebagai saluran dan ini juga akan berkaitan dengan si penerima dalam mengikuti pesan yang harus menggunakan pendengarannya dalam menerima pesan tersebut. Begitulah, antara satu komponen dengan komponen yang lain saling berkaitan dan bila terdapat gangguan pada satu komponen akan berpengaruh pada proses komunikasi secara keseluruhan.

3. Komunikasi Bersifat Interaksi dan Transaksi
Yang dimaksud dengan istilah interaksi adalah saling bertukar komunikasi. Misalnya seseorang berbicara kepada temannya mengenai sesuatu, kemudian temannya yang mendengar memberikan reaksi atau komentar terhadap apa yang sedang dibicarakannya itu. Begitu selanjutnya berlangsung secara teratur ibarat orang yang bermain lempar bola. Seorang melemparkan yang lainnya menagkap kemudian yang menangkap melemparkan kembali kepada si pelempar pertama.
Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi yang kita lakukan tidak seteratur itu prosesnya. Banyak dalam percakapan tatap muka kita terlibat dalam proses pengiriman pesan simultan tidak terpisah seperti contoh di atas. Dalam keadaan demikian komunikasi tersebut bersifat transaksi. Sambil menyandikan pesan kita juga menginterpretasikan pesan yang kita terima. Misalnya dalam situasi pengajaran di kelas antara guru dan murud seringkali memperlihatkan komunikasi nteraksi ini. Sambil guru menyampaikan informasi kepada murid atau sedang menjelaskan pengajran, muridpun menyampaikan pesan kepada guru dalam bermacam-macam bentuk. Jadi komunikasi yang terjadi antara manusia dapat berupa interaksi dan transaksi.

4. Komunikasi Dapat Terjadi Disengaja Maupun Tidak Disengaja
Komunikasi yang disengaja terjadi apabila pesan yang mempunyai maksud tertentu dikirimkan kepada penerima yang dimaksudkan. Misalnya seorang pimpinan bermaksud mengadakan rapat dengan kepala-kepala bagiannya. Apabila pimpinan tersebut mengirimkan pesan yang berisi undangan rapat kepada kepala-kepala bagiannya, maka itu dinamakan komunikasi yang disengaja. Tetapi apabila pesan yang tidak sengaja dikirimkan atau tidak dimaksudkan untuk orang tertentu untuk menerimanya maka itu dinamakan komunikasi tidak disengaja. Misalnya sesearang memakai warna pakaian yang agak terang yang tidak mempunyai maksud untuk mengirimkan pesan tertentu, kadang-kadang diterima secara tidak sengaja sebagai pesan oleh orang lain, karena tanpa disadari orang lain melihat warna pakaian yang dipakainya.
Komunikasi yang ideal terjadi apabila seseorang bermaksud mengirim pesan tertentu terhadap orang lain yang ia inginkan untuk menerimanya. Tetapi itu belumlah merupakan jaminan bahwa pesan itu akan efektif, karena tergantung pada faktore orang lain yang juga ikut berpengaruh kepada proses komunikasi. Kadang-kadang ada juga pesan yang sengaja dikirimkan kepada orang yang dimaksudkan tetapi sengaja tidak diterima oleh orang itu. Misalnya orang tua yang sengaja berbicara kepada anaknya tetapi anaknya tidak mau mendengarnya.
Ada juga situasi komunikasi yang tidak sengaja tetapi diterima oleh orang lain dengan sengaja. Misalnya : dalam situasi kelas yang heningtiba-tiba seorang murid berdiri maju ke depan mengambil kapur untuk mengisap tinta penanya. Gerakan murid yang tidak sengaja sebagai pesan itu diterima murid-murid lainnya sebagai pesan karena tiba-tiba temannya yang lain memprhatikan geraknya yang menimbulkan bermacam-macam interpretasi bagi mereka. Dari bermacam-macam contoh di atas jelaslah, bahwa komunikasi itu dapat terjadi disengaja maupun tidak dengan sengaja.

Read More ..

Patologi

Definisi
Peningkatan tekanan intracranial atau TIK (intracranial pressure, ICP) didefinisikan sebagai peningkatan tekanan dalam rongga kranialis.
Proses
Proses eksudasi akan menunjukkan hubungan perjalanan penyakit infeksi. Sementara proses transudasi akan menunjukkan adanya gangguan henodinamik®MDUL¯, yang penyebabnya bisa gangguan fungsi jantung, ginjal, dan kadar protein yang rendah. Pemeriksaan cairan pleura pasien meliputi kadar glukosa dan pemeriksaan LDH. Kandungan glukosa pasien 118, dan LDH 700. Selanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan kultur/sensitivity test dari UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Bandar Lampung menunjukkan tidak ada pertumbuhan kuman atau pasien dalam kondisi steril.

Patofisiologi
Ruang intracranial ditempati oleh jaringan otak, darah, dan cairan serebrospinal. Setiap bagian menempati suatu volume tertentu yang menghasilkan suatu tekanan intracranial normal sebesar 50 sampai 200 mmH2O atau 4 sampai 15 mmHg. Dalam keadaan normal, tekanan intracranial dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari dan dapat meningkat
sementara waktu sampai tingkat yang jauh lebih tinggi dari pada normal. Beberapa aktivitas tersebut adalah pernapasan abdominal dalam, batuk, dan mengedan atau valsalva maneuver. Kenaikan sementara TIK tidak menimbulkan kesukaran, tetapi kenaikan tekanan yang menetap mengakibatkan rusaknya kehidupan jaringan otak.
Ruang intracranial adalah suatu ruangan kaku yang terisi penuh sesuai kapasitasnya dengan unsure yang tidak dapat ditekan: otak (1400 g), cairan serebrospinal (sekitar 75 ml), dan darah (sekitar 75 ml). Peningkatan volume pada salah satu dari ketiga unsur utama ini mengakibatkan desakan ruang yang ditempati oleh unsure lainnya dan menaikan tekanan intracranial. Hipotesis Monro-Kellie memberikan suatu contoh konsep pemahaman peningkatan TIK. Teori ini menyatakan bahwa tulang tengkorak tidak dapat me
luas sehingga bila salah satu dari ketiga ruangannya meluas, dua ruang lainnya harus mengkompensasi dengan mengurangi volumenya (apabila TIK masih konstan). Mekanisme kompensasi intracranial ini terbatas, tetapi terhentinya fungsi neural ini dapat menjadi parah bila mekanisme ini gagal. Kompensasi terdiri dari meningkatnya aliran CSF ke dalam kanalis spinalis dan adaptasi otak terhadap peningkatan tekanan tanpa meningkatkan TIK. Mekanisme kompensasi yang berpotensi mengakibatkan kematian adalah penurunan aliran darah ke otak dan pergeseran otak kearah bawah atau horizontal (herniasi) bila TIK makin meningkat. Dua mekanisme terakhir dapat berakibat langsung pada fungsi syaraf. Apabila peningkatan TIK berat dan menetap, mekanisme kompensasi tidak efektif dan peningkatan tekanan dapat menyebabkan kematian neuronal.
Tumor otak, cedera otak, edema otak, dan obstruks
i aliran darah CSF berperan dalam peningkatan TIK. Edema otak (mungkin penyebab tersering peningkatan TIK) disebabkan oleh banyak hal (termasuk peningkatan cairan intrasel, hipoksia, iskemia otak, meningitis, dan cedera). Pada dasarnya efeknya sama tanpa melihat factor penyebabnya.
TIK pada umumnya meningkat secara bertahap. Setelah cedera kepala, edema terjadi dalam 36 hingga 48 jam hingga mencapai maksimum. Peningkatan TIK hingga 33 mmHg (450 mmH2O) menurunkan secara bermakna aliran darah ke o
tak (cerebral blood flow, CBF). Iskemia yang terjadi merangsang pusat vasomotor, dan tekanan darah sistemik meningkat. Rangsangan pada pusat inhibisi jantung mengakibatkan bradikardia dan pernapasan menjadi lebih lambat. Mekanisme kompensasi ini dikenal sebagai reflek cushing, membantu mempertahankan aliran darah otak. (akan tetapi, menurunnya pernapasan mengakibatkan retensi CO2 dan mengakibatkan vasodilatasi otak yang membantu menaikan tekanan intracranial). Tekanan darah sistemik akan terus meningkat sebanding dengan peningkatan TIK, walaupun akhirnya dicapai suatu titik ketika TIK melebihi tekanan arteria dan sirkulasi otak berhenti yang mengakibatkan kematian otak. Pada umumnya, kejadian ini didahului oleh tekanan darah arteria yang cepat menurun.
Siklus deficit neurologik progresif yang menyertai kontusio dan edema otak (atau setiap lesi massa intracranial yang membesar). Seperti pada gambar dibawah



SKEMA TRAUMA OTAK


Trauma otak menyebabkan menyebabkan fragmentasi jaringan dan kontosio, menyebabkan rusaknya sawar darah otak (Blood brain barrier, BBB), disertai vasodilatasi dan eksudasi cairan sehinggaq timbhul edema. Edema menyebabkan peningkatan tekanan pada jaringan dan akhirnya meningkatkan TIK, yang pada gilirannya akan menurunkan CBF, iskemia, hipoksia, asidosis (penurunan pH dan peningkatan PaCO2), dan kerusakan BBB lebih lanjut. Siklus ini akan terus berlanjut sehingga terjadi kematian sel dan bertambahnya edema secara progresif kecuali bila dilakukan intervensi.

Gejala dan Tanda
Gejala adalah hal-hal yang dikeluhkan pasien kepada dokter. Tanda adalah temuan-temuan dokter yang diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan klinik. Dalam hal mencari gejala dan tanda pada pasien yang dicurigai mengalami penyakit pada otak, sangat penting bagi dokter untuk memahami bahwa kelainan pada otak dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Respons otak terhadap penyakit dapat berupa terjadinya perubahan status mental. Perubahan tersebut biasanya berupa perubahan tingkat kesadaran. Pasien dapat menunjukkan berbagai tingkat kesadaran. Tindakan yang paling penting pada pemeriksaan fisik adalah mencari setiap perubahan intelegensi, orientasi, kewaspadaan diri atau memori.
Pasien dengan kerusakan fungsi otak dapat muncul dengan gejala-gejala motorik. Sebagian besar pasien dengan kelompok gejala dan tanda tersebut akan terlihat memiliki pola paresis atau kelemahan fungsi otot. Beberapa diantaranya akan muncul, walaupun tanpa kelemahan otot yang signifikan, namun tetap terjadi pergerakan abnormal yang diakibatkan oleh kerusakan sistem syaraf, seperti spastisitas atau kejang. Otot biasanya rigid atau gerakannya menjadi tidak terkoordinasi. Pergerakan abnormal dapat terlihat selama aktivitas yang dilakukan pasien, baik disadari maupun tidak.
Nyeri, seperti sakit kepala merupakan bentuk keluhan sensorik paling sering. Pasien dapat juga mengeluh adanya sensasi yang abnormal, seperti parestesia, fenomena nyeri seperti tersengat listrik atau mati rasa. Keluhan dapat timbal secara spontan atau hanya pada temuan saat dokter melakukan pemeriksaan. Keluhan sensorik lainnya mungkin melibatkan gangguan penglihatan atau pendengaran.
Gangguan berbahasa merupakan keluhan yang umum ditemukan pada pasien dengan kerusakan otak. Gangguan ini dapat dikategorikan menjadi beberapa macam, namun secara umum dibedakan menjadi 3 kelompok yang disebut afasia. Pada afasia ekspresif, seseorang mempunyai kesulitan mengekspresikan dirinya, yaitu kesulitan menyusun kalimat yang koheren dan dapat dimengerti. Pasien dengan afasia reseptif mengalami kesulitan menerima masukan komunikasi dan mengolahnya menjadi bahasa yang dapat dimengerti. Ekspresi verbal pada pasien-pasien tersebut dapat normal, walaupun artikulasinya benar tapi tidak berhubungan dengan masukan yang diterima. Seorang dengan afasia global tidak memiliki kedua komponen di atas.
Pada akhirnya, kerusakan otak dapat bermanifestasi sebagai gangguan kejiwaan. Kumpulan gejala dan tanda di atas sering dihubungkan dengan emosi, gangguan realita dan perubahan pandangan terhadap diri.
Pasien dengan kelompok gejala tunggal jarang; lebih sering terjadi gabungan beberapa gejala. Sebagai contoh, pasien menderita tumor yang mengenai otak kanan dapat mengeluh letargi, sakit kepala, mati rasa dan kelemahan lengan dan tungkai kanan, kehilangan sebagaian lapangan pandang, afasia ekspresif dan depresi.

Read More ..

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

A. Pengertian MSDM
MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) adalah ilmu dan seni mengatur hubungan serta
peranan tenaga kerja secara efesien dan efektif sehingga tercapai tujuan bersama
organisasi, karyawan dan masyarakat.

B. Fungsi Operasioanal MSDM
Fungsi dasar (basic) MSDM dalam proses pelaksanaan yang efesien dan efektif ada 5
(lima), antara lain :
1. Fungsi Pengadaan, yaitu : proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi dan
induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi
(the right man in the right place).
2. Fungsi Pengembangan, yaitu : suatu proses peningkatan skill atau keterampilan
secara teknis, teoritis, konseptual dan moral, melalui pendidikan dan
pelatihan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun di masa depan.
3. Fungsi Kompensasi, yaitu : pemberian balas jasa langsung, baik berupa uang
atau barang, sebagai imbal jasa (output) yang diberikannya kepada organisasi
dan sebagainya, secara bertanggung jawab.
4. Fungsi Pengintegrasian, yaitu : Kegiatan mempersatukan kepentingan organisasi
dan kebutuhan karyawan, sehingga tercipta kerjasama yang harmonis dan saling
menguntungkan.
5. Fungsi Pemeliharaan, yaitu : Kegiatan memelihara dan meningkatkan kondisi
fisik, mental dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan kerja jangka
panjang. Pemeliharaan yang baik dapat dilakukan dengan program K3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja).



C. Peran Strategik MSDM
Peran MSDM terwujud dalam 4 (empat) macam hubungan, yaitu :
1.Hubungan Administrasi
Disini manajer puncak dan manajer fungsional yang lainnya menganggap fungsi SDM
relative tidak penting dan memandang manusia bukan sebagai keterbatasan maupun
asset organisasi dalam pengambilan keputusan.
2.Hubungan Satu Arah
Terdapat hubungan skuensial antara perencanaan strategis dengan fungsi-fungsi SDM.
Fungsi SDM merancang program dan sistem untuk mendukung tujuan strategis
organisasi. Jadi SDM bereaksi terhadap inisiatif strategis tetapi tidak memiliki
pengaruh, karena meskipun sudah di anggap penting tapi belum di anggap sebagai
mitra yang strategis.
3.Hubungan Dua Arah
Di tandai dengan hubungan resiprokal dan saling ketergantungan antara perencanaan
strategis dengan SDM. Fungsi SDM di anggap penting dan dapat dipercaya dan turut
berperan dalam penentuan arah strategis organisasi dan sudah dijadikan mitra
strategis.
4.Hubungan Integratif
Ditandai dengan hubungan yang harmonis, dinamis serta interaktif di antara fungsi-
fungsi SDM dan perencanaan strategis. Disini manajer SDM di pandang sebagi sebenar-
benarnya mitra strategis serta di libatkan dalam keputusan yang strategis.
Download Artikel

Read More ..

PENGANTAR MANAJEMEN

Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional antara lain untuk maksud-maksud yang nyata. Manajemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya adalah “managing” – pengelolaan, sedangkan pelaksananya disebut manager atau pengelola.
Tugas-tugas operasional dicapai melalui usaha kerja para bawahan sang manajer. Pada hakikatnya, tugas seorang manajer adalah menggunakan usaha para bawahan secara berdaya guna. Namun jarang para manajer benar-benar menghabiskan waktunya dengan pengelolaan, biasanya mereka melaksanakan suatu pekerjaan non-manajemen.
Manajemen adalah ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan. Ia adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan penghayatan serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen. Seni manajemen menghendaki kreativitas, atas dasar dan dengan syarat suatu pengertian mengenai ilmu manajemen. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan dan seni manajemen merupakan komplemennya masing-masing.

Konsep Dasar Manajemen
1. Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan,
mengkoordinasikan serta mengawasi kegiatan tercapai secara efisien dan efektif
untuk tujuan organisasi.
2. Proses manajemen dilakukan oleh manajemen bawah, menengah dan puncak.
3. Manajemen dalam pengertian orang menjalankan peranan melakukan hubungan pribadi,
pemberi informasi dan pengambil keputusan.
4. Manajemen harus berketerampilan konseptual, manusiawi dan teknis.


Sejarah Manajemen
1. Manajemen dapat dianggap sebagai suatu seni atau ilmu atau profesi.
2. Manajemen sukses ada semenjak tahun 5000 SM dan berkembang terus sampai saat ini
melalui pendekatan klasik, perilaku kuantitatif dan modern.
3. Perkembangan terakhir manajemen berupa pemikiran tentang kriteria sukses dari
perusahaan konsultan Mc Kinsey.

Konsep Manajemen Masa Depan
1. Manajemen masa depan bertujuan meningkatkan ROI, produktivitas dan kualitas hidup
manusia.
2. Manajemen masa depan mendasarkan tindakannya pada aspek kuantitatif dan perilaku
manusia.
3. Manajemen masa depan akan menghadapi isu inflasi, sumberdaya yang makin langka,
nilai sosial budaya masyarakat, teknologi, hubungan karyawan dan manajemen,
etika dan tanggung jawab sosial, konflik-konflik dan globalisasi.
4. Manajemen masa depan akan menghadapi masalah yang datang dari sektor industri
dengan jasa dan untuk itu perlu informasi yang dicari dengan sistem informasi
manajemen yang baik.

Tujuan Organisasi
1. Tujuan organisasi penting dan perlu sebagai alat pemersatu kegiatan anggota
organisasi.
2. Manajemen berdasar tujuan perlu diketahui dan dihayati orang sehingga apa yang
dikerjakan orang itu jelas, melibatkan semua orang, koordinasi tercapai, kegiatan
terintegrasi, penilaian mudah.
3. Pelaksanaan manajemen berdasarkan tujuan berdasarkan kepercayaan, kemampuan dan
dukungan.
4. Manajemen berdasar tujuan ada manfaat dan kelemahannya.

Strategi, Kebijakan, Program dan Taktik
1. Setelah tujuan ditentukan langkah berikut yang perlu diambil oleh manajemen ialah
menetapkan strategi, kebijaksanaan dan taktik untuk pencapaian tujuan tersebut.
2. Strategi merupakan garis besar haluan organisasi. Kebijaksanaan menerjemahkan
strategi dan taktik merupakan pelaksanaan strategi dan kebijaksanaan menghadapi
situasi dan kondisi setempat.
3. Tujuan, strategi, kebijaksanaan dan taktik digariskan berdasarkan proses
pengambilan keputusan yang ilmiah, yang merupakan bagian proses perencanaan.
4. Strategi dan kebijaksanaan dapat dipilih dan banyak variasinya.

Batasan Perencanaan
1. Perencanaan dan rencana bermanfaat bagi manajemen.
2. Bagaimanapun juga perencanaan itu mungkin didasarkan prakiraan yang tak
handal, masalah yang sama tak akan berulang kembali, cenderung kaku, mahal, dan
perlu waktu.
3. Namun, hal yang disebut pada butir 2) dapat dihindari.

Teori Organisasi Klasik
1. Konsep tentang organisasi perlu diketahui dan dihayati agar kita memaklumi latar
belakang adanya organisasi dan ikut mengembangkannya.
2. Konsep organisasi dibedakan ke dalam konsep klasik, neoklasik dan modern.
3. Konsep klasik terdiri atas konsep birokrasi, administrasi dan manajemen ilmiah.
4. Konsep birokrasi berakar pada konsep program rasional, sistem dan prosedur dan hubungan formal yang tidak personal. Konsep administrasi didasarkan pada disiplin, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan, kepentingan umum, balas jasa, sentralisasi, rantai skalar, keadilan, stabilitas, inisiatif, dan semangat korps. Manajemen ilmiah berdasar kaidah dasar manajemen, yaitu penggunaan metode ilmiah, seleksi dan latihan ilmiah dan pengembangan karyawan secara ilmiah, pendekatan karyawan oleh manajer.

Teori organisasi Neoklasik
1. Teori organisasi neoklasik mendekati organisasi sebagai kelompok orang dengan
tujuan bersama.
2. Teori organisasi neoklasik hasil “pembenahan” teori organisasi klasik dengan
unsur manusiawi lebih ditonjolkan.
3. pembenahan meliputi aspek pembagian kerja, proses skalar dan fungsional, struktur
organisasi, rentang kendali, disamping itu dimunculkan konsep tentang organisasi
informal.

Teori Organisasi Modern
1. Teori organisasi modern merupakan teori yang mendekati masalah sebagai suatu
sistem keseluruhan, memperhatikan berbagai variabel dan memahami proses dinamis.
2. Teori modern membicarakan keterkaitan bagian dalam sistem dan hubungan sistem
dengan lingkungannya.
3. Menurut teori modern, organisasi terdiri dari bagian yang tersusun dalam sistem
dimana orang di dalamnya berinteraksi mencapai tujuan.

Fungsi Dalam Organisasi
1. Organisasi atau badan usaha dijalankan dengan berdasarkan fungsi. Dengan semakin
kompleksnya organisasi maka pencapaian tujuan harus dilaksanakan oleh fungsi yang
dipecah. Diferensiasi fungsional ke bawah menunjang usaha ini. Proses ini dikenal
dengan nama fungsi garis.
2. Dengan makin berkembangnya perusahaan, kekompleksan fungsi yang perlu untuk
melaksanakan tugas berkembang lebih cepat sehingga manajemen perlu bantuan
melalui spesialisasi fungsi yang disebut staff. Penciptaan fungsi staff atau
fungsi sekunder ini dengan mendiferensiasikan kegiatan keluar dari rantai
komando. Fungsi staf membantu dan memperlancar kerja fungsi garis.
3. Agar fungsi staff bermanfaat, harus jelas fungsinya, dibatasi jumlahnya, tugas
pimpinan memang meningkat, staff diberi informasi yang diperlukan, diminta
membuat, dan didorong berinisiatif.
4. Wewenang fungsional adalah izin menyiapkan dan mengharuskan perintah bertalian
dengan aspek tertentu, inisiatif datang dari pimpinan sendiri dan wewenang ini
mempercepat pelaksanaan tugas.

Hubungan Dalam Organisasi
1. Tanggung jawab merupakan kewajiban seseorang yang diberikan padanya sesuai dengan
kemampuan dan arahan yang apabila tidak dijalankan akan menimbulkan rasa
kegagalan. Dasar pemberian tanggung jawab adalah harus lengkap, tak boleh ada
kesenjangan, tumpang tindih dan pecahnya perhatian.
2. Wewenang adalah turunan dari tanggung jawab; wewenang adalah kekuasaan untuk
bertindak.
3. Pelaporan adalah aspek ketiga dari hubungan dan berupa wajib memberitahu atau
wajib jawab atas hasil atau prestasi kerja seseorang. Pelaporan merupakan turunan
tanggung jawab dan wewenang.
4. Di dalam melakukan bisnis mereka mengkaji lingkungannya, mengidentifikasi
perbedaan, mengubah konsep manajemen, melaksanakan perubahan dan adaptif.
5. Bisnis internasional menjalankan fungsi manajemen pada peringkat yang maju,
seperti perencanaan jangka panjang, organisasi berdasar divisi, pengarahan dan
koordinasi serta pengawasan berdasar sistem yang canggih.

Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Bisnis dan Good Corporate Governance
1. Etika bisnis adalah standar dan prinsip yang menjadi pedoman tindakan dan putusan
manajer, serta menentukan apakah tindakan dan putusan itu baik atau buruk, benar
atau salah secara moral.
2. Tanggung jawab sosial bisnis adalah kewajiban bisnis bertindak dengan cara
memperhatikan dan melayani kepentingan organisasi sendiri dan kepentingan publik.
3. Tanggung jawab sosial bisnis dilakukan oleh manajer yang memiliki etika bisnis
yang tinggi.
4. Etika bisnis yang tinggi dapat dimiliki oleh para manajer yang diseleksi dengan
baik, yang melakukan tindakan berdasar kode etika, melakukan
kepemimpinan/keteladanan yang baik, berkiblat pada tujuan, GCG, mendapatkan
pelatihan etika, dinilai secara komprehensif, diaudit sosial dan mempunyai
penasehat yang baik.

Read More ..

Penanganan Aset Warisan Gaya Obama


Catatan: Dahlan Iskan

TUMBEN, pasar modal Amerika Serikat tiba-tiba bergairah. Ini karena Obama akhirnya bikin kebijakan yang bisa menyenangkan bursa saham. Dalam dua hari ini, harga saham melejit mencapai 7.775. Naik mendadak sebesar hampir 7 persen. Pengaruhnya juga ke seluruh dunia. Termasuk ke pasar modal Jakarta.

Pemerintah Obama akhirnya memang mengeluarkan rancangan rinci bagaimana harus mengatasi banyaknya asset beracun. Yakni asset yang disita dari kredit macet yang sebenarnya kurang ada harganya itu. Dalam term pemerintah Obama, istilah asset beracun atau agunan setengah bodong tidak dipakai lagi. Dalam pemerintahan Obama sekarang asset-asset beracun itu secara resmi disebut “asset warisan”.

Istilah itu bisa mengandung makna ganda. Kalau dinamakan asset beracun, kesannya menakutkan. Padahal Obama kini punya program menjual cepat asset-asset itu. Kalau dikatakan beracun, siapa yang mau beli. Obama memilih istilah “asset warisan” sekaligus untuk mengingatkan bahwa keruwetan itu tidak lain adalah warisan pemerintahan Partai Republik. Kesan memojokkan itu harus dibuat karena anggota DPR dari Partai Rebublik kini selalu menentang program Obama. Maka kelak, kalau asset warisan itu hanya laku dengan harga murah, jangan salahkan Obama. Salahkan yang mewariskannya. Kira-kira begitu.

Bagaimanakah Obama menyelesaikan asset beracun, eh, asset warisan itu? Samakah dengan Indonesia, yakni membentuk BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional)? Atau seperti Swedia –yang untuk sementara mengambil alih bank-bank tersebut?

Obama punya jalan sendiri. Obama membentuk yang disebut TARP –Troubled Assets Relief Program. Program untuk menyelamatkan asset-asset bermasalah. Yakni satu badan investasi gabungan antara pemerintah dan swasta, dengan kredit dari dana stimulus dan dijamin oleh asuransi lembaga khusus.

Misalnya begini: Anda dulu membeli rumah seharga Rp 1 miliar melalui mortgage (KPR). Karena krisis, Anda tidak bisa melunasi rumah tersebut. Bank menyita rumah Anda. Rumah-rumah (dan banyak harta lainnya) seperti inilah yang disebut asset warisan. Tapi rumah itu ternyata jeblok. Tidak ada yang mau membeli. Maka rumah-rumah yang disita tersebut akan dilelang.

Dalam keadaan sekarang, tidak akan ada orang yang mau ikut lelang. Pertama, tidak ada lagi orang yang punya uang. Kedua, untuk apa dibeli kalau harganya tidak akan naik banyak. Maka asset warisan itu akan dilelang dengan skema khusus. Siapa saja yang mau membeli, tidak perlu semua dari dananya sendiri. Yang 70 persen berupa kredit bank. Bank mau memberi kredit kepada anda karena dijamin oleh lembaga hebat yang disebut FDIC (akan saya jelaskan di alenia berikutnya). Sisanya, yang 30 persen, juga tidak harus Anda semua yang membayar. Anda hanya akan membayar separonya. Separonya lagi dibayar oleh dana pemerintah sebagai penyertaan.

Jadi, misalnya, rumah Rp 1 miliar tadi, anda tawar dengan harga Rp 600 juta. Anda dinyatakan sebagai pemenang. Maka Anda akan memperoleh kredit sebesar Rp 400 juta. Lalu pemerintah menyertakan uang kepada Anda Rp 100 juta. Anda sendiri cukup menyediakan uang Rp 100 juta.

Harapannya, kalau ekonomi sudah pulih, rumah itu akan bisa dijual dengan harga yang tinggi. Meski tidak bisa kembali jadi Rp 1 miliar, tapi, katakanlah bisa menjadi Rp 800 juta. Maka anda bisa memperoleh keuntungan yang besar. Pemerintah juga mengambil bagian keuntungannya. Sebaliknya –ini hebatnya—kalau harga rumah itu kelak merosot menjadi tinggal Rp 500 juta, Anda tidak usah menanggung kerugian. Pemerintah yang akan menanggung. Mungkin pemerintah sudah menghitung bahwa tidak mungkin akan terjadi kerugian. Insentif menanggung kerugian tadi hanyalah sebagai daya tarik tambahan.

Melihat rancangan itu, kontan pasar modal bergairah. Apalagi asset warisan yang akan dilelang nilainya bisa mencapai USD 1 triliun ! Ekonomi pun akan bisa bergerak cepat. Itu kalau semua berjalan sesuai dengan rencana. Dana untuk ikut membeli asset warisan tersebut diambilkan dari dana stimulus yang sudah disetujui DPR –meski semua anggota dari Partai Republik menentang.

Siapakah FDIC yang bisa memberikan jaminan kredit bank di saat semua bank kekeringan dana cash itu? Lembaga ini sangat terkenal di Amerika Serikat. Inilah lembaga yang selama ini menjamin semua deposito para penabung di bank-bank Amerika. FDIC (Federal Deposit Insurance Corporation) didirikan tahun 1933 ketika Amerika Serikat dilanda krisis berat. Krisis waktu itu begitu berat sehingga disebut depresi.

Saat itu bank yang tutup saja, menurut Wekipedia, mencapai 4.004 (angka ini sangat menarik ya). Penabung nyaris kehilangan tabungan mereka. Kepercayaan kepada bank hilang sama sekali. Pemerintah lantas turun tangan membentuk lembaga itu. Modal yang diberikan sebesar USD 289 juta. Ini bukan hibah. PDIC harus membayar kembali.

Dengan adanya penjaminan deposito itu kepercayaan kepada bank lama-lama pulih. Pemilik deposito pun akhirnya bisa mendapatkan kembali dana mereka rata-rata 85 persen dari nilai tabungan. Tapi yang lebih penting adalah kepercayaan kepada bank kembali lagi dan PDIC akhirnya bisa mengembalikan dana pemerintah itu pada tahun 1948.

Sejak tahun 1980, PDIC mampu memberikan penjaminan kepada pemilik deposito maksimum USD 250.000. Angka ini memang sangat besar. Tapi untuk mencapai angka itu juga dilakukan secara bertahap. Dulunya, PDIC hanya mampu memberi jaminan USD 5.000. Lalu naik dan terus naik. Tapi jaminan sebesar USD 250.000 sekarang ini juga dinilai berlebihan. Tidak sehat. Bisa dianggap terlalu memanjakan manajemen bank yang bagaimana pun harus lebih hati-hati dan harus ikut mengambil resiko. Karena itu nilai penjaminan tersebut akan diturunkan lagi ke level tahun 1980, yakni sebesar USD 100.000.

Memang Obama belum memutuskan program TARP di atas secara bulat. Baru minggu depan finalnya. Tapi tidak mungkin Obama mundur lagi. Sambutan dari pasar modal luar biasa.

Bukan berarti tidak ada kritik. Pengkritiknya bahkan ahli ekonomi yang amat terkenal dan selama ini selalu memuji Obama. Pemenang nobel ekonomi tahun lalu, Paul Krugman. Ia mengkritik habis kebijakan Obama itu. Dia menilai tetap saja Obama seperti Bush: memasukkan uang kontan ke kotak sampah. Krugman yang selama ini selalu memuji langkah Obama, sekali ini, mengkritiknya dengan sangat tajam. Dia menilai Obama sudah mulai melakukan kompromi untuk menyenangkan pasar modal.

Krugman menilai seharusnya tata kelola keuangan di pasar modal dibereskan dulu. Kalau tidak, maka ketika ekonomi membaik akan terjadi krisis lagi. Krugman tetap memuji cara yang dilakukan Swedia (ketika Swedia krisis di tahun 1980-an) dulu adalah yang terbaik.

Ada juga keraguan apakah pihak swasta sudah tertarik dengan skema Obama itu. Salah satu yang membuat swasta ragu adalah: jangan-jangan pemerintah kelak membuat berbagai peraturan yang merugikan manajemen perusahaan yang membeli asset warisan tersebut.

Mereka mengambil contoh dihebohkannya pembagian bonus kepada para direktur dan manajer AIG senilai USD 170 juta (Rp 2 triliun) baru-baru ini. Obama –dan rakyat-- marah besar. Mengapa di masa krisis seperti ini, dan di mana AIG menerima bantuan penyelamatan dari uang rakyat yang amat besar, masih juga tega mengeluarkan uang sebesar itu untuk bonus tahunan.

Pihak AIG menilai bonus itu harus dibayar sebagai konsekwensi atas kontrak yang sudah ditandatangani dulu. Kalau tidak, AIG bisa diperkarakan sebagai perusahaan yang mengingkari kontrak. Sebaliknya Obama tidak kekurangan akal. Dengan dukungan DPR Obama mengegolkan UU khusus untuk memajaki penerima bonus tersebut sebesar 95 persen! Dengan demikian, logikanya, biar pun AIG memberikan bonus besar, tapi bonus tersebut 95 persen jatuh lagi ke negara.

Partai Republik mengecam Obama. Tidak selayaknya UU Pajak dibuat untuk kasus per kasus dan untuk kemarahan detik ke detik seperti itu. Rupanya penerima bonus sendiri tahu diri. Sebagian mereka sudah mengembalikannya. Sampai kemarin angkanya sudah mencapai USD 50 juta.

Para calon pembeli asset warisan itu teringat akan UU Pajak dadakan itu. Jangan-jangan kelak, kalau asset yang dibeli itu memberikan keuntungan besar, para manajer perusahaan tersebut juga dilarang menerima bonus. Hanya dengan alasan, dulu, membelinya dengan uang dari pemerintah.

Masih terus menarik mengikuti perkembangan penanganan asset warisan gaya Obama ini. Jadi dilaksanakan atau tidak?
Sumber :http://www.kaltimpost.web.id

Read More ..

Klik

Mau Tambah Penghasilan

Bisnis Internet | Bisnis Online | Uang dari Internet |  Duit gratis | komisi 80%